Hukum & Kriminal

pariwisata kabupaten jember

Banjir Porong Surut, Jalan Utama Dipenuhi Lubang Menganga

  • Senin, 12 Februari 2018 | 23:23
  • / 26 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 35 kali
Banjir Porong Surut, Jalan Utama Dipenuhi Lubang Menganga
RUSAK: Pasca tergenang air banjir setinggi lutut orang dewasa jalur utama Sidoarjo - Malang di Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo dipenuhi lubang menganga, Senin (12/02/2018)

Memontum Sidoarjo — Air banjir yang menggenangi jalan utama Sidoarjo – Malang, tepatnya di Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo mulai surut. Bahkan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, roda empat maupun lebih. Namun sayangnya, pasca tergenang banjir jalur utama itu kini dipenuhi puluhan lubang menganga. Oleh karena itu, diharapkan para pengguna jalan terutama yang menggunakan kendaraan roda dua harus ekstra hati-hati. Hal ini agar tidak terjatuh karena terjerembab dalam lubang jalan yang lebar dan cukup dalam itu.

Puluhan lubang itu terlihat menganga baik di sisi barat maupun timur jalan lama itu. Yakni jalur dari Sidoarjo menuju Malang maupun jalur sebaliknya Malang menuju Sidoarjo. Apalagi, lubang-lubang kerusakan jalan itu bukan hanya besar, akan tetapi juga cukup dalam hingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang melintasi jalur itu.

Salah seorang pengguna jalan Arifuddin mengaku karena terlalu banyaknya jalan berlubang menyebabkan dirinya melajukan kendaraannya secara pelan-pelang. Hal ini karena takut kendaraan oleng karena terjebak lubang di tengah jalur utama itu.

“Saat melintasi lubang yang cukup besar dan dalam, mobil yang ditumpangi bersama keluarga ini pun harus berhenti dulu dan berjalan sangat pelan-pelan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” terang pria yang melanjutkan perjalanan menuju Lumajang ini.

Sedangkan sejumlah kendaraan lain dari arah Sidoarjo terlihat memilih jalur kiri agar tidak terjebak lubang jalan itu. Bahkan jika terlanjur ambil jalur kanan saat kendaraan ramai susah mengalihkan kemudi ke lajur kiri.

“Karema semua kendaraan harus memilih menghindari lubang di tengah jalan itu,” imbuhnya. Hal yang sama diungkapkan Abdul Mubin. Hal ini disebabkan truk yang dikemudikannya menuju Malang ini harus berhenti dulu baru berjalan pelan-pelan karena tak ingin terjebak lubang-lubang menganga di tengah jalan itu.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional