Hukum & Kriminal

pariwisata kabupaten jember

Bunuh Teman, 7 Pemabuk Diringkus, Seorang Buron

  • Rabu, 28 Maret 2018 | 23:55
  • / 11 Rajab 1439
  • Dibaca : 68 kali
Bunuh Teman,  7 Pemabuk Diringkus, Seorang Buron
Kapolres saat merilis 8 tersangka pelaku pembunuhan Faizin (pix)

Memontum Probolinggo — Kepolisian Polres Probolinggo Kota telah mengungkap kasus pembunuhan Faizin yang dilakukan oleh sejumlah pemuda yang tak lain temannya sendiri. Polisi menetapkan delapan tersangka pembunuhan terhadap Muhammad Faizin yang mayatnya ditemukan di sebuah taman di Kota Probolinggo. Tujuh tersangka diamankan dan satu masih buron.

Delapan tersangka tersebut adalah Septian Bagus Prabowo (25) warga Kelurahan Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Muhammad Usman (20) warga Kelurahan Triwung Kidul, Kademangan, Kota Probolinggo, Fatok Fauzan (22) warga Kelurahan Pohsangit Kidul, Kademangan, Kota Probolinggo, M H-H (15) warga Kademangan, Kota Probolinggo; Nur Rahmat (20) warga Desa Laweyan, Kabupaten Probolinggo, Choirul Umam (20) warga Kelurahan Pilang, Kademangan, Kota Probolinggo, A-R (16) warga Kelurahan Sumberwetan, Kedopok Kota Probolinggo dan Soni (20) warga Bangil, Kabupaten Pasuruan masih buron.

“Untuk kasus ini satu pelaku masih dalam pengejaran anggota Reskrim Polres Probolinggo Kota,” ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal kepada Memontum.com, Rabu (28/3/2018).

Alfian menambahkan bahwa, kedelapan pelaku ini dinilai sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban. Karena sebelum pembunuhan tersebut terjadi, korban bersama para pelaku melakukan ngelem dan mabuk bareng. Setelah itu, korban dengan berboncengan motor diajak oleh dua pelaku dan diturunkan di taman yang menjadi lokasi pembunuhan.

“Kedelapan pelaku melakukan aksinya di taman pinggir jalan di Ketapang. Punggung dan dada korban ditusuk hingga ada 20 tusukan,” tambah Alfian.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan, bahwa motif yang membuat para pelaku tersebut menganiaya korban adalah karena korban dianggap tidak loyal. Korban dianggap tidak banyak memberikan hasil ngamennya untuk acara mabuk bareng dan ngelem yang sering dilakukan.

“Karena tidak pernah loyal kepada teman-temannya, dari situlah para tersangka melampiaskan emosinya menghabisi nyawa korban,” tegasnya.

Dari delapan pelaku ini dinilai sadis dalam melakukan pembunuhan kepada korban. Dari aksi perencanaan pembunuhan tersebut , pelaku dikenakan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

“Ini sudah termasuk perbuatan yang dadis, dan para pelakku melanggar pasal 80 ayat junto 76 C undang undang RI nomor 15 tahun 2014 tentang perubahan undang undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tutup Alfian. (pix/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional