Hukum & Kriminal

pariwisata kabupaten jember

Jalan Sejauh 1 Km, Pemilik Outlet dan Konter Demo di Depan DPRD Kota Probolinggo

  • Senin, 2 April 2018 | 22:09
  • / 16 Rajab 1439
  • Dibaca : 32 kali
Jalan Sejauh 1 Km, Pemilik Outlet dan Konter Demo di Depan DPRD Kota Probolinggo
Situasi Aksi Demo di Depan Gedung DPRD Kota Probolinggo oleh ratudan pemilik outlet dan konter (pix)

Memontum Probolinggo — Para pemilik outlet dan konter yang menjual nomor perdana selular di Kota Probolingg, datangi gedung DPRD Kota Probolinggo. Ledatangan mereka menuntut agar pemerintah mencabut pembatasan kepemilikan simcard atau perdana selular. Karena dengan adanya peraturan itu, sangat berpengaruh pada pemilik outlet, dan menurun drastis hingga hampir gulung tikar.

Para pemilik outlet dan konter mendatangan kantor DPRD Kota Probolinggo dengan berjalan kaki sejauh 1 kilometer. Mereka tergabung dalam aksi bela pedagang pulsa, datang sambil membawa poster berisi protes dan kecaman. Massa juga melakukan orasi di depan gedung DPRD. Aksi ini pun memaksa arus lalu lintas setempat terbelokade selama sekitar 30 menit.

Ratusan massa ini hanya ingin menyampaikan aspirasi kepada para anggota dewan agar disampaikan kepada pemerintah pusat. Terkait penolakannya atas peraturan pemerintah yang membatasi registrasi 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK), untuk 3 sim card.

Penolakan kebijakan pembatasan registrasi kartu perdana oleh pemilik outlet seluler ini, dilakukan karena para pemilik outlet merugi hingga 70 persen dari hasil penjualan mereka.

“Sejauh ini kami sepakat, jika pemerintah mewajibkan dilakukannya registrasi kartu seluler menggunakan NIK. Tapi tidak melakukan pembatasan bagi para pengusaha outlet seluler,” Kata Koordinatir Aksi demo, Solehan, Senin (2/4/2018).

Setelah mereka melakukan orasi, sejumlah perwakilan pemilik outlet ini, lantas memasuki kantor DPRD Kota Probolinggo, untuk menyampaikan aspirasinya. Tapi hal itu berakhir dengan kekecewaan. Lantaran tidak ada satupun perwakilan anggota DPRD yang berada di lokasi.

Mereka hanya ditemui oleh salah seorang petugas sekretariat dewan setempat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, seluruh anggota dewan tengah melakukan kunjungan kerja keluar daerah dalam rangka Banmus raperda.

“Kami tampung aspirasinya. Nanti setelah ketua dewan datang, kami sampaikan,” ujar Kabag Umum DPRD Kota Probolinggo, Whestia Kristiantin.

Karena tak mendapat kepastian untuk menyampaikan aspirasinya, ratusan pemilik outlet perdana seluler kembali melakukan orasi menolak pembatasan kepemilikan simcard atau perdana selular di depan gedung DPRD. Mereka berjanji, kembali menggelar demonstrasi hingga aspirasi mereka didengar pemerintah. (pix/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional