Hukum & Kriminal

pariwisata kabupaten jember

Murid SMPN Terjun ke Sungai Bukan Karena Rokok, tapi Karena Bawa Lipstik dan Bedak

  • Rabu, 10 Januari 2018 | 16:10
  • / 22 Rabiul Akhir 1439
  • Dibaca : 119 kali
Murid SMPN Terjun ke Sungai Bukan Karena  Rokok, tapi Karena Bawa Lipstik dan Bedak
Petugas gabungan dari Polisi, TNI, BPBD, dan SAR terus mencari jasad Ariyang dengan menyisir sungai Brantas

SAR Susuri Sungai, Jasad Belum Ditemukan

 

Memontum Blitar — Petugas gabungan dari Polisi, TNI, BPBD, dan SAR, Rabu (10/01/2018) pagi, terus mencari jasad Ariyang Wimuji Putra (16) siswa SMP Negeri 3 Srengat yang terjun ke sungai Bantas, Selasa (9/1/2018) kemarin.

Pantauan di tempat kejadian, petugas gabungan tersebut menyisir Sungai Brantas, mulai dari titik lokasi korban meloncat ke Sungai Brantas (jembatan kereta api Nguri.red) di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Namun hingga kini jasad Ariyang belum diketemukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut pengakuan Supri Asmoro, guru SMP Negeri 3 Srengat, Ariyang nekat terjun ke sungai lantaran kepergok merokok di sekolah bersama beberapa temannya, dan mereka dipanggil guru BP untuk diberi pengarahan.

Keesokan harinya, orang tua siswa dipanggil ke sekolah, namun saat orang tua Ariyang datang di sekolah, entah merasa ketakutan atau apa, tiba-tiba Ariyang langsung lari meninggalkan sekolah sambil menangis. Mengetahui hal itu satpam dan guru mengejar Ariyang.

Beberapa saat kemudian, Ariyang sudah berada di atas jembatan kereta api Nguri dan selanjutnya terjun ke sungai Brantas. Namun sebelumnya, guru dan beberapa orang sempat membujuk korban agar mengurungkan niatnya terjun ke sungai.

Belakangan beredar kabar di media face book, jika keluarga Ariyang membantah pemberitaan tersebut. Menurut pengakuan keluarga korban di face book, Ariyang nekat bunuh diri bukan karena merokok, tapi membawa bedak dan lipstik di sekolah dan diketahui gurunya.

( baca juga : Tragis! Murid SMP di Blitar Ketahuan Merokok di Sekolah, Nekat Terjun ke Sungai )

Hal ini seperti dituliskan Cheef Semprol di akun face booknya:

“Meluruskan cerita yang salah bahwasanya adik kami Ariyang masuk BP tidak karena ketahuan merokok.

Cerita yang asli adalah Ariyang ketahuan membawa bedak dan lipstik.

Ibu Ariyang pun sudah datang ke sekolah. Saat di sekolahan ibu & Ariyang sempat bertemu, bahkan Ariyang sempat meminta jajan milik adiknya.

Sebenarnya Ariang ingin di ajak pulang oleh ibunya tapi Ariang masih di ajak berbicara oleh gurunya. Jadi ibunya pulang dulu dengan adiknya.

Ibu Ariang baru sampai rumah, belum sampai masuk rumah sudah mendapati kabar bahwa anaknya menyeburkan diri ke sungai.

Semoga Ariyang Yesi Jr. Cepet ditemukn dengn keadaan selamat. Amin

Ariyang ndang wsol Lee meskne ibuk mbi bpk lee”. (jar/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional