Hukum & Kriminal

pariwisata kabupaten jember

Tak Terima Dimintai Rp 20 Juta Oleh Debkolektor, Debitur Lapor ke Polisi

  • Kamis, 8 Februari 2018 | 19:46
  • / 22 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 64 kali
Tak Terima Dimintai Rp 20 Juta Oleh Debkolektor, Debitur Lapor ke Polisi
Suasana tegang dan adu mulut di Mapolres Kota Probolinggo (pix)

Memontum Probolinggo — Salah satu warga Perum Kopian Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, yakni Ihwan Nussofa (31) dan Elok Hanifa (31) keduanya merupakan satu keluarga, mendatangi kantor Mapolres Probolinggo Kota untuk malaporkan dirinya karena diduga diperas oleh debkolektor, karena dinilai mobil yang dikreditnya mengalami masalah tunggakan.

Keduanya mendatangi Mapolres Probolinggo, sekitar pukul 15.30 WIB bersama depkolektor yang meminta uang tambahan Rp 20 juta diluar tunggakan kredit yang belum dibayarnya kepada salah satu finance.

Ihwan mengakui, dengan adanya tunggakan yang harus dibayarnya kurang lebih sekitar Rp 25 jutaan. Tetapi tadi malam, Selasa (6/2/2018) kedua debkolektor atas nama Zaini dan satu orang temannya mendatangi rumahnya karena memang di telp oleh Ihwan.

“Keduanya meminta uang sebesar Rp 20 juta diluar tanggungan dirinya kepada pihak fainance dengan dalih uang sebesar itu untuk proses penyidikan. Karena perkara mobil yang dikreditnya saat ini mengalami masalah dan diproses hukum,” terangnya.

Dengan situasi itu, akhirnya Ihwan dan Istrinya merasa keberatan atas besaran Rp 20 juta tersebut. Sehingga dia menolak atas permintaan uang diluar tangungannya kepada pihak finance.

“Jadi saya pertanyakan uang dengan dalih untuk proses penyidikan. Apakah harus ada uang semacam itu dan jumlahnya cukup besar. Jadi total dengan tunggakan dia harus menyediakan uang sebesar kurang lebih Rp 45 jutaan,” terangnya lagi kepada memontum.com.

Salah satu debkolektor, yang datang ke rumah Ihwan, yaitu atas nama Zaini. Ketika ditanyakan sejumlah wartawan saat di Mapolres Probolinggo Kota, tidak bisa memberikan penjelasan atas dana sebesar Rp 20 juta yang diminta kepada debitur atas nama Ihwan dengan adanya dana proses penyidikan.

Bahkan saat itu suasana adu mulut dengan keluarga debitur juga sempat terjadi ketegangan. Karena dinilai keluarganya menduga seorang debkolektor dengan mudah masuk ruangan penyidik.

Terkait dengan tarikan uang oleh debkolektor yang berdalih untuk proses penyidikan, sebesar Rp 20 juta, Kanit III Iptu Joko M, enggan untuk berkomentar banyak. Karena dinilai untuk menjawab hal itu bukan kewenangan dirinya.

“Kalau soal itu saya tidak tahu banyak, jadi kami masih harus melaporkan terlebih dahulu, dan laporan ini kami terima,” ujarnya. (Pix/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional