Hukum & Kriminal

pariwisata kabupaten jember

Tipikor Polres Kediri Bidik Proses Pengisian Perangkat

  • Kamis, 8 Februari 2018 | 21:12
  • / 22 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 133 kali
Tipikor Polres Kediri Bidik Proses Pengisian Perangkat
Proses pelantikan Sekdes Baye Kecamatan Kayenkidul

Memontum Kediri — Karena maraknya dugaan penyimpangam proses pengisian perangkat di Kabupaten Kediri, kini mulai dibidik polisi. Karena proses pengisian perangkat telah masuk keranah hukum. Saat ini, Polres Kediri sedang menangani dugaan pelanggaran dalam seleksi perangkat Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Unit Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Polres Kediri memanggil Kepala Desa Baye, H. Giono, Sekretaris Desa Baye Baru Syamsul Hadi dan peserta seleksi dengan rangking pertama yang tidak dilantik yakni Mayestika Satria Manggalih.

Pengumuman hasil ujian perangkat Desa Baye. (foto:aji saka)

Pengumuman hasil ujian perangkat Desa Baye. (foto:aji saka)

Mayestika Satria Manggalih mengatakan, ia bersama H. Giono dipanggil tim Tipikor untuk dimintai keterangan terkait pelaksanaam pelantikan. “Kalau saya dipanggil buat klarifikasi masalah pelantikan kemarin,” katanya kepada wartawan

Lebih lanjut Mayestika menbahkan, sebenarnya Hadi Purwanto ayahnya, hendak melapor ke Polres Kediri hari ini untuk mengadukan nasib anaknya yang telah didzalimi. “Bapak tadi mau laporan, cuma katanya agendanya sama sama yang lagi disidik di Tipikor,” lanjutnya.

Mayestika mengaku, ia dimintai keterangan seputar seleksi perangkat Desa Baye, petugas bertanya mulai ujian, koreksi, hasil tes hingga pelantikan. Berdasarkan pengumuman hasil hasil tes, peserta dengan nomor (00289), ia mendapatkan nilai tertinggi 76 untuk lowongan jabatan Sekretaris Desa.

Tetapi panitia justru meloloskan Syamsul Hadi, keponakan Kepala Desa Baye yakni Syamsul Hadi yang memiliki nomor kepesertaan (00286) hanya mendapatkan nilai akhir 75,45 dan menduduki peringkat kedua setelah Mayestika.

Hadi Purwanto mengatakan, pihaknya juga akan menempuh jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya dalam memperjuangkan anaknya.”Saat ini keluarga sedang berkonsultasi dengan beberapa praktisi hukum,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan kepada wartawan mengatakan, pihaknya belum dapat membeberkan karena masih dalam proses penyelidikan. “Ya kita selidiki dulu semua mas, kalau salah kita periksa,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengangkatan sekertaris Desa Baye, Kecamatan Kayenkidul dianggap penuh rekayasa, karena yang dilantik bukan rangking 1, akan tetapi malah rangking 2 karena yang bersangkutan famili dekat Kades H. Giono. (aji/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional