Hukum & Kriminal

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Delapan Murid SD Situbondo Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Guru Honorer

  • Jumat, 9 Februari 2018 | 21:00
  • / 23 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 296 kali
Delapan Murid SD Situbondo Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Guru Honorer
SD Negeri Sumberanyar. (im)

Memontum Situbondo — Delapan murid SD diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru kelasnya. Peristiwa ini terjadi di SDN Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (7/2/2018).

Keterangan yang dihimpun Memontum.com, beberapa wali murid melaporkan kejadian tersebut awalnya pada pihak sekolah SDN Sumberanyar lalu, karena tidak puas maka melanjutkan laporannya ke Mapolres Situbondo.

Hal itu disampaikan Ayu (29) warga Dusun Ranurejo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, yang tak lain adalah kakak korban berinisial T.

“Sembilan korban itu berinisial, W, T, V, VI, N, C ,NA, A. Sekarang mereka menuju ke Polres Situbondo dengan dua mobil, ” ungkapnya.

“JM itu guru yang mengajar bahasa daerah. Dia pindahan dari SDN Sumberwaru. Konon Katanya, JM pernah kasus sama di sana. Tapi Gak tau lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, yang jadi korban di sini seperti T, sudah kurang lebih 4 kali (diperlakukan tak senonoh). Kalo kelas 2 gak tau, kelas 4 ada (korbannya), tutur Ayu.

Ditambahkan, Ayu saat diwawancarai Memontum.com, menyebutkan jika T mengadu padanya pada hari Senin.

“Mbak, tadi Pak JM pegang kemaluan saya. Seminggu sebelumnya T juga bilang begini, aku males mau sekolah kalo hari Senin,” kata Ayu menirukan ucapan T.

Disampaikan bahwa T bersama temannya sempat menemui JM.

“Kata T, JM minta maaf. Sore harinya terbongkar. Saya cerita sama orang tua temannya T. Diketahui siapa saja yang jadi korban, akhirnya para wali murid kompak lapor ke Plt kasek Bapak Agus,” ujar Ayu.

Sementara itu Plt Kasek SD Negeri Sumberanyar, Agus Sediono membenarkan kejadian tersebut.

“Ya benar ,mas. Para wali murid melaporkan ke sekolah, serta akan melapor ke Mapolres Situbondo.
JM sudah resmi kita pecat sejak tanggal 6 Februari 2018. Proses pelaporan selanjutnya, itu sudah keputusan para wali murid,” katanya. (im/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional