Hukum & Kriminal

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Alun Alun Ambulu Di Klaim Perseorangan, Warga Bertanya Tanya

  • Selasa, 13 Februari 2018 | 19:34
  • / 27 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 246 kali
Alun Alun Ambulu Di Klaim Perseorangan, Warga Bertanya Tanya
Lokasi Pemasangan Banner Di Alun Alun Ambulu

Camat Sudah Larang Pasang Banner Klaim Tanah

 
Memontum Jember — Warga Kecamatan Ambulu sempat resah dengan adanya banner  Klaim kepemilikan lahan Alun-Alun kecamatan Ambulu tersebut. 

Banner Ukuran kurang lebih 3 Meter yang diletakan menghadap jalan raya itu tertuliskan jika tanah Alun-Alun milik alm H Abdul Ghani Selasa (13/2/2018) terpasang di area alun alun. 

Dengan pemasangan Banner tersebut sontak membuat masyarakat bertanya-tanya. Apakah benar Alun-Alun kecamatan yang selama ini mejadi sarana masyarakat itu diklaim miliki perseorangan. 

Padahal, menurut masyarakat sekitar yang mereka tahu jika lahan tersebut merupakan miliki PT KAI.

Melihat fenomena tersebut, Camat Ambulu Sutarman, mengaku sudah melarang pihak-pihak yang mengklaim lahan tersebut untuk dipasangi banner. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas masyarakat Ambulu sendiri.

Dia juga sempat menuturkan, memang ada beberapa pihak yang mengaku merupakan pengelola ahli waris dari H Abdul Ghani yang datang pada pihaknya. Mereka meminta kejelasan terkait lahan yang menurut mereka merupakan milik perseorangan.

Beberapa bukti memang sudah ditunjukan oleh pengelola ahli waris tersebut. Hanya saja, bukti tersebut tidak cukup kuat untuk mengakui jika lahan tersebut milik perseorangan. “Saya sudah larang untuk tidak pasang banner, ya kok dipasang juga,” katanya.

Padahal belum ada kepastian apakah lahan tersebut merupakan milik perseorangan atau bukan. Yang jelas sampai saat ini belum ada petunjuk jelas. Apakah lahan tersebut milik PT KAI atau milik Negara.

Pihaknya menyayangkan perihal pemasangan tersebut. Belum ada penetapan jika lahan tersebut milik pribadi sudah diklaim dengan pemasangan banner. “Selama ini tidak ada bukti kuat jika lahan tersebut milik perseorangan,” ucapnya.

Sementara ini pihaknya memang belum mengambil sikap perihal pengakuan lahan Alun-Alun tersebut. Yang jelas dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan upaya duduk bersama agar permasalahan ini tidak berlarut.

Namun jika pihak pengklaim tetap bersikeras tanpa adanya bukti nyata kepemilikan lahan, tindakan tegas akan dilakukan oleh pemerintah. 

Masih menurut camat, “Bagaimanapun Alun-Alun merupakan fasilitas miliki masyarakat. Kalau tidak bisa diajak bicara kami akan ambil sikap terkait pemasangan banner,” tegasnya. (Lum/yan) 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional