Connect with us

Trenggalek

Ratusan Nelayan Prigi Luruk Kantor DPRD Trenggalek

Diterbitkan

||

Ratusan Nelayan Prigi Luruk Kantor DPRD Trenggalek

Memontum Trenggalek — Tolak pembangunan pelabuhan Prigi, ratusan nelayan Pantai Prigi geruduk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek. Hal tersebut dilakukan guna menyampaikan aspirasinya, yang menolak dengan tegas adanya pembangunan pelabuhan di pesisir Pantai Prigi. 

Ratusan masyarakat yang tergabung dalam satu komunitas nelayan Pantai Prigi ini menyatakan ketidaksepakatan akan pembangunan pelabuhan Prigi oleh Pemerintah Provinsi. 

Para nelayan menuntut kepada Pemerintah Daerah untuk membatalkan rencana pembangunan pelabuhan berskala kecil ini. “Tuntutan masyarakat adalah menolak tanpa opsi adanya dermaga niaga Prigi. Alasannya adalah dalam pembangunan tersebut menyalahkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), ” ucap Asmadi salah satu nelayan Porsen saat Dikonfirmasi, Kamis (15/2/2018).

Pihaknya mencontohkan seperti halnya Pelabuhan Mbrondong dan Tuban serta Kanjeran Surabaya. Saat ini masyarakat Surabaya dan Tuban jika ingin mencari ikan harus ke Teluk Kalimantan. 

Masih terang Asmadi, bahwa masyarakat di Pantai Prigi tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Bahkan, pembangunan tersebut dinilai ngawur karena tidak ada sosialisasi kepada masyarakat. 

“Semestinya dalam proses pembangunan itu harus melalui tahap studi kelayakan, dan melihat aspek – aspek seperti ekonomi, ekologi dan lain – lain yang perlu dipertimbangkan, ” tegasnya. 

Terpisah, wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek mengatakan bahwa dalam menyampaikan aspirasinya kali ini para nelayan dan masyarakat Prigi menolak tentang rencana pembangunan Dermaga Prigi. 

“Sebagai wakil rakyat, kami yang duduk di kursi DPRD akan menerima dan mengawal kepentingan masyarakat. Karena pembangunan ini bukan ranah Kabupaten, maka aspirasi masyarakat ini akan kita tampung dan menyampaikan kepada pimpinan dalam hal ini adalah Bupati. Dan tidak terlepas dari peraturan perundangan – undangan yang berlaku, ” kata Guswanto. 

Diketahui beberapa masalah yang kemungkinan akan muncul dalam pembangunan pelabuhan niaga Prigi diantaranya adalah kemungkinan adanya kerusakan ekosistem di laut Teluk Prigi yang ditimbulkan dari kapal berkapasitas 3000 DWT. Selain itu dampak lainnya akan merusak terumbu karang yang masih dalam pertumbuhan. 

Masyarakat juga meminta kepada Pemerintah setidaknya menjaring usulan dari bawah ke atas dan bukan dari atas ke bawah yang seakan – akan selalu memaksa masyarakat untuk menerima proyek tersebut tanpa mempertimbangkan kenyataan yang ada saat itu. (mil/yan) 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Petani Trenggalek Tewas di Lahan Jagung

Diterbitkan

||

oleh

Petugas tengah melakukan olah tempat kejadian perkara

Memontum Trenggalek – Naas yang dialami Taslim (55) warga Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Pasalnya, pada saat mengairi lahan jagung miliknya menggunakan diesel di desa setempat, diduga terkena serangan jantung dan ditemukan meninggal dunia diladang jagung.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi membenarkan peristiwa tersebut. Korban ketika di temukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di ladang jagung miliknya.

“Benar telah terjadi peristiwa orang meninggal dunia di ladang jagung Desa Jambu. Diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Untuk saat ini kasus telah ditangani Polsek Tugu,” ungkapnya, Senin (23/9/2019).

Disampaikan Supadi, peristiwa itu terjadi berawal, pada Minggu (22/9/2019) sekitar pukul 05.00 Wib, korban berangkat dari rumah dengan maksud mengairi ladang jagung miliknya dengan menggunakan diesel.

Kemudian sekitar pukul 06.30 Wib, saksi Umi Salamah (istri korban) datang ke ladang untuk mengantarkan makanan untuk persiapan makan siang. Pada saat istri korban mengatar makanan, masih sempat bertemu dengan korban di ladang dalam kondisi baik dan sehat.

Sekitar pukul 12.00 Wib, saksi Hadi Prayitno ketika pulang beraktifitas melihat bekal makanan milik korban masih ada di sepeda motor di tepi ladang dan diesel dalam keadaan mati.

Kemudian yang bersangkutan mengecek ke gubuk yang berada di tengah ladang dan mendapati Taslim (korban) sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Mengetahui hal itu, selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Tugu. Kemudian petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara, guna melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban.

” Dari hasil olah TKP petugas dan pemeriksaan tim medis, tidak di temukan tanda-tanda luka bekas kekerasan pada tubuh korban. Dan korban meninggal dunia diduga akibat serangan jantung,” pungkas Supadi. (Fal/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Polres Trenggalek Babat Pengedar Ribuan Pil Dobel L

Diterbitkan

||

oleh

Kapolres Trenggalek didampingi Kasat Reserse Narkoba Polres Trenggalek tunjukkan barang bukti pil dobel L

Memontum Trenggalek – Peredaran Narkoba dan Obat – obatan terlarang di Kota Keripik Tempe kembali digagalkan oleh jajaran Kepolisian Resort Trenggalek. Berdasarkan informasi yang diterima, Satresnarkoba Polres Trenggalek menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar sekaligus barang bukti ribuan pil Dobel L.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S dalam keterangan pers release yang digelar di halaman Mapolres membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan obat – obatan terlarang.

“Keberhasilan petugas dalam mengamankan seorang pelaku yang merupakan warga desa Wonoanti Kecamatan Gandusari Trenggalek. Tertangkap tangan mengedarkan atau menjual sediaan farmasi berupa pil dobel L tanpa memiliki izin edaran harus kita apresiasi, ” terang Kapolres, Senin (09/09/2019) pagi.

Diketahui pelaku adalah Y Candra (29) yang diduga sebagai pengedar obat – obatan terlarang jenis dobel L.

Dijelaskan Kapolres, kejadian tersebut berawal Kamis (5/9/2019) siang. Saat itu, anggota Satresnarkoba Polres Trenggalek mengamankan seorang laki – laki yang sedang mabuk di terminal bus masuk Kelurahan Surodakan.

“Setelah dilakukan penggeledahan di saku celana sebelah kanan ditemukan 1 (satu) pil dobel L kemasan plastik bening berisi 100 butir dan 1 bungkus pil dobel L kemasan plastik bening berisi 70 butir yang dimasukkan kedalam bungkus rokok, ” imbuhnya.

Menurut keterangan yang menurut keterangan laki – laki itu, ia mendapatkan barang haram tersebut dari pelaku.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih dalam dan berhasil menangkap tersangka dan dibawa ke Mapolres Trenggalek guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 15 kemasan plastik bening yang masing-masing berisi 100 butir pil dobel L. Selain itu turut diamankan pula barang bukti lainnya berupa dompet, sebuah handphone dan uang tunai Rp 3 ribu, ” tegas Kapolres.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

Pelaku akan dijerat pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak 1,5 milyar rupiah Subs Pasal 196 jo pasal 98 ayat 2 dan 3 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak 1 milyar rupiah dan UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Tidak ada ruang bagi pemakai atau pengedar Narkoba dan Okerbaya di Trenggalek. Nobat, Nongol babat, ” pungkasnya. (mil/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pengedar Tulungagung Bawa Sabu ke Trenggalek, Belum Laku Lha Kok Ketangkap Polisi

Diterbitkan

||

oleh

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya

Memontum Trenggalek – Seorang laki – laki asal Kabupaten Tulungagung harus berurusan dengan pihak Kepolisian Resort Trenggalek lantaran kedapatan membawa Narkotika golongan 1 jenis Sabu – Sabu. Pelaku yakni Munendar alias Munir (53) warga RT 04 Rw 02 Desa Siyotobagus Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung.

Diduga, pelaku merupakan pengedar narkoba yang baru pertama kali melakukan tindak pidana. Pelaku berhasil diamankan saat melintas di pinggir jalan masuk Desa Durenan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S dalam keterangan pers release yang digelar di halaman Mapolres Trenggalek membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan obat – obatan terlarang jenis Sabu – Sabu.

“Satreskoba Polres Trenggalek berhasil mengamankan pelaku yang diduga sebagai pengedar sabu – sabu. Saat dilakukan penangkapan, ditemukan beberapa paket sabu – sabu,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi, Kamis (5/9/2019).

Kapolres menambahkan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih mendalam hingga berhasil menangkap pelaku.

“Diketahui, pelaku tertangkap tangan menjual, membeli, menerima, menyerahkan, menjadi perantara dalam jual beli dan atau memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu, ” imbuhnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 2 paket sabu dalam kemasan plastik klip seberat 0,40 gram dan 0,35 gram yang dibungkus kertas tisu, 1 paket sabu dengan berat kotor 0,19 gram, sebuah handphone, jaket, dompet dan uang tunai Rp. 250 ribu.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku akan dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 10 milyar, ” pungkas Didit. (mil/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler