Connect with us

Kota Malang

Bayi Kembar 3 Lahir Sehat dan Normal

Diterbitkan

||

Bayi Kembar 3 Lahir Sehat dan Normal

Berat di Atas 2 Kg, Panjang di atas 44 cm

 
Memontum Kota Malang — Umumnya, bayi kembar 2 lahir dengan kondisi kesehatan bervariasi, ada yang normal dan dibawah normal. Bagi pasangan suami istri (pasutri) yang mendapat bayi kembar, apalagi kembar 3, tentunya sebuah rizky besar yang jarang didapat oleh pasutri pada umumnya. Kebahagiaan ini dirasakan pasangan Iman Galih Prasetyanto (33) dan Siti Mudaliana (33), yang mendapatkan amanah 3 anak perempuan yang sehat, cantik, dan normal sekaligus.

Pasutri yang telah memiliki anak laki-laki, Giri Prasetyanto (2), kini mendapat lagi amanah Sandhya Kaluna Prasetyanto (berat 2.430 gram, panjang 45 cm, lahir 6.25 WIB), Trisha Kalyna Prasetyanto (berat 2.180 gram, panjang 45 cm, lahir 6.26 WIB), dan Salasika Kamaniya Prasetyanto (berat 2.110 gram, panjang 46 cm, lahir 6.27 WIB), yang lahir di RSIA Melati Husada, jalan Kawi 32-34 Malang, Sabtu (24/2/2018).

“Alhamdulillah kondisinya normal dan sehat semua. Genap 37 minggu. Uniknya meski masih bayi, mereka saling mengerti dan tertib mau gantian saat minum ASI,” jelas Siti, yang berprofesi ASN UPT Materia Medica Batu, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, kepada Memo X, di ruang Kaliandra 1-2.

Warga jalan Lesti, Ngaglik, Batu ini mengaku mendapatkan nama ketiga anaknya dari teman diklat di Bogor, yang berdinas di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pusat. “Nama itu dari bahasa jawa kuno yang memiliki makna yang baik. Cuma artinya saya lupa. Kami mempersiapkan nama tersebut, karena kami sudah tahu akan lahir kembar 3 sejak usia 8 minggu. Meski awalnya, saat 4 minggu kami tahunya kembar 2. Hingga segala persiapan sudah matang, termasuk operasi caesar karena ada lilitan yang menyebabkan sungsang,” jelas Siti, yang saat itu ditemani Unik Purwaningtyas (Kasubag TU UPT Materia Medica Batu) dan Selvy Anggraeni, temen satu kontrakan dan satu kantornya.

Perempuan asli Lamongan ini, mengaku masih bingung tentang perawatannya. Sebab Siti tinggal di Batu bersama si sulung karena pekerjaannya. Demikian pula sang suami menetap di Gresik karena bekerja di PT Wilmar, Gresik. “Dijalani saja, namanya rejeki. Kami pasrah saja sama yang memberi rejeki,” jelasnya.

Disinggung tentang firasat akan momongan kembar 3, Siti mengaku tak mengalaminya. “Ga ada firasat apa-apa. Hanya awalnya waktu itu sebel aja sama suami, ga mau didekati. Bukan hanya awal, bahkan saat mau melahirkan. Untuk makanan, saya bisa makan apapun tanpa pantangan. Saya sempat mengalami bedrest di RS Baptist Batu selama 3 hari, karena flek dan pendarahan di minggu 30-31. Mungkin bisa jadi capek, kakaknya masih manja pingin nenen, padahal seharusnya sudah disapih,” ungkap Siti.

Pasien yang dirujuk dr Subandi, Sp.Og, dari Batu ke RSIA Melati Husada ini mengaku sangat menikmati proses persalinannya. “Enak, ga terasa seperti di rumah sakit. Malah seperti di hotel. Makanannya tak membosankan. Apapun dilayani dengan ramah oleh perawat dan dokter,” tukas Siti.

Sementara itu, Direktur RSIA Melati Husada jalan Kawi, dr Shinta Dwi Puspitasari, mengatakan kondisi pasien ibu dan anak sangat sehat dan normal. Sebab menurut catatan, terakhir bayi kembar 3 lahir di RSIA Melati Husada pada Januari 2017, dengan kondisi berat badan rata-rata sekitar 1,5 kilogram atau dibawah 2 kilogram, seperti beberapa kasus umumnya.

“Pasien masuk Jum’at malam atas rujukan dr Subandi, Sp.Og. Meski kembar 3 melalui operasi caesar karena ada lilitan dan sungsang, mereka lahir sehat dan normal dengan kondisi berat badan dan panjang normal. Tidak ada perlakuan layaknya prematur. Direncanakan hari Sabtu jam 5 pagi, yang ditangani oleh tim 8 orang dokter dan paramedis. Seminggu sebelumnya diberikan rekomendasi maturasi paru, agar bayi sehat,” jelas dr. Shinta, didampingi Humas RSIA Melati Husada, Adrian Eko.

Disinggung tentang biaya persalinan, pasien ibu dan anak ditanggung pihak BPJS. Meski anak keempat atau bayi kembar ketiga, ditanggung secara mandiri, diluar paket keluarga hingga anak ketiga. “Diperkirakan mereka akan dirawat seminggu, tergantung kondisi pasien. Setelah pulang, kami akan memberikan layanan Homecare, yaitu dikunjungi ke rumah 3 kali, untuk perawatan dan pengawasan kepada ibu dan bayi,” jelas dr Shinta, sembari menambahkan RSIA Melati Husada jalan Kawi dilengkapi 36 bed untuk rawat inap, 2 kamar operasi, 3 UGD, 3 kamar bersalin, dan 2 kamar ruang recovery (RR). (rhd/yan)

Hukum & Kriminal

Miris, Oknum Pelajar Malang Bawa Pisau, Roti Kalung, Gir

Diterbitkan

||

oleh

KARTU : Beberapa pelajar saat dirazia. (gie)

Memontum, Kota Malang – Ternyata yang membuat para pelajar yang berkumpul di sekitaran Jl Trunojoyo dan Jl Kertanegara, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada Kamis (26/9/2019) pukul 16.00, setelah mereka membaca pesan berantai “broadcast” tentang ajakan untuk berdemo.

Oleh karena itu para pelajar yang mayoritas dari Kabupaten Malang dan sebagian dari Kota Malang ini berkumpul di depan Stasiun Kota Baru.

Awalnya petugas Polres Malang Kota hanya memberikan pembinaan dan meminta mereka untuk pulang. Namun sekitar pukul 16.00, para pelajar semakin banyak berdatangan dan dalam jumlah besar.

Petugas semakin tegas melakukan razia. Ironisnya beberapa diantara mereka ada yang membawa sajam berupa pisau bergerigi, gear, roti kalung dan juga ada yang membawa rantai.

Petugas akhirnya.mengamankan mereka dari beberapa lokasi. Jumlahnya cukup banyak dan masih terus di data. Dari data awal yang diperoleh Memontum, jumlah yang diamankan mencapai 108 anak.

Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Malang Kota untuk mendapatkan pembinaan. Orang tua mereka dipanggil satu persatu untuk datang ke Polres Malang Kota.

Kapolres MalangnKota AKBP Dony Alexander SIK MH, para pelajar ini datang karena mendapat informasi broadcast yang tersebar di WhatsApp.

“Gril Pelajar Bersatu. Disana ada Broadcast yang m3ngajak adik-adik sekolah menangah atas untuk berkumpul di depan Stasiun. Dari sinilah kami mengecek wilayab dan ternyata benar mereka datang karena ajakan dari pesan broadcast tersebut,” ujar AKBP Dony.

Para pelajar ini datang dari berbagai daerah diantaranya Singosari, Turen, Bululawang dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Malang. Sebagian juga ada yang datang dari Kota Malang.

“Mereka mengikuti ajakan di broadcast itu. Diantaranya ada yang bawa Sajam, Gear dan juga Pil Koplo. Tadi kami bersama Pak Dandim Kota Malang memberikan nasehat kepada adik-adik ini agar tidak salah kaprah dan tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya saat ini masih melakukan pencarian orang yang telah menyebar bradcast tersebut.

Baca : Boncengan 3 Bawa Ruyung 6 ABG Diamankan Petugas

“Adik-adik ini tidak tahu tujuannya apa hanya mengikuti ajakan dari broadcast. Tim kami masih menelusuri siapakah otak yang mengajak anak-anak ini untuk bolos sekolah atau pulang sekolah untuk berkumpul di Kota Malang dan akan melakukan hal-hal yang merugikan keamanan di Kota Malang,” ujar AKBP Dony.

Orang tua dari para pelajar ini mulai terlihat berdatangan di Kota Malang sekitar pukul.18.00. Mereka datang untuk melakukan penjemputan anak-anaknya di Mapolres Malang Kota.

“Kami akan kembalikan ke orang tuanya masing-masing. Tencananya besik juga kita akan bertemu dentan para Kepala Sekolah di Kota Malang,” ujar AKBP Dony. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Boncengan 3 Bawa Ruyung 6 ABG Diamankan Petugas

Diterbitkan

||

oleh

Petugas saat mengamankan ML, karena bawa ruyung tak jauh dari gedung DPRD Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Petugas gabungan Polres Malang Kota melakukan sejumlah razia di sekitaran Jl Trunojoyo- Jl Kertanegara dan Jl Majapahit, dan sekitaran bundaran Tugu Kota Malang. Dikarenakan terlihat banyak anak-anak setingkat SMA yang bergerombol dan berdatangan di sekitaran Jl Kertanegara, pada Kamis (26/9/2019) pukul 15.00.

Petugas merazia sajam dikuatirkan adanya penysup provokasi saat terjadinya demo di depan Kantor DPRD Kota Malang yang informasinya bakal terjadi pada Kamis sore. Saat petugas sedang berkeliling nampak 6 ABG (Anak Baru Gede) mengendarai 2 motor yang masing-masing boncengan 3 tanpa memakai helm menuju area sekitaran Gedung DPRD.

Karena melanggar lalu lintas, petugas segera menghentikan laju motor Yamaha Vaga dan GL Max tersebut di Jl Kertanegara. Saat dilakukan pengeledahan, salah satunya yakni betinisial Ml (16) warga Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, kedapatan membawa sebuah tuyung yang di selipkan di pinggangnya.

Terang saja ruyung tersebut segera diamankan petugas. Mereka mengaku berangkat dari Turen dan Bululwang , Kabupaten Malang, untuk kumpul-kumpul di Jl Kertanegara.

“Ruyung ini tidak untuk demo, tapi untuk latihan silat,” ujar Ml.

Ke 6 ABG ini tampak berbelit-belit tidak jelas tujuannya hingga segera saja ditilang karena melanggar lalu lintas boncengan tiga tanpa helm. Setelah mendapat sanksi tilang, ke enam anak itu diminta oleh petugas untuk pulang.

Sementara itu disekitaran Jl Trunojoyo, petugas mendapati beberapa pelajar setingkat SMA membawa beberapa poster. “Kami datang dari Singosari. Kami kesini katanya ada demo,” ujar salah satu anak, sebelum diimbau oleh petugas untuk pulang. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Mahasiswi UB Bikin Laporan Perkosaan Palsu, Sakit Hati, Ingin Jebloskan Teman ke Penjara

Diterbitkan

||

oleh

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi SIK MH. (gie)

Memontum Kota Malang – Kasus perkosaan yang dilaporkan oleh RN (18) mahasiswi UB asal Kebayoran Lama, Jakarta, pada 29 Agustus 2019 siang, ternyata palsu. Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Arya Wiguna SH SIK pada Rabu (25/9/2019) pukul 16.30.

AKP Komang menjelaskan bahwa hasil dari penjelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, diketahui kalau laporan RN palsu. Motifnya karena AL (20) kekasih dari RN, sakit hati kepada BE (22), teman kampusnya yang menjadi terlapor dalam kasus ini. AL awalnya menuduh RN ada cinta segitiga yakni memiliki hubungan dengan BE. . Membuktikan kesetiaanya, AL menyuruh RN, kekasihnya membuat laporan palsu kasus perkosaan untuk menjebloskan BE ke penjara.

“Laporan itu kami dalami. Dari penyelidikan dan keterangan saksi-saksi bahwa BE, selaku terlapor, saat kejadian sedang mengikuti perkuliahan. Ada ketidaksamaan dalam laporan ini. Ternyata laporan perkosaan itu tidak benar. Laporan palsu itu atas permintaan AL, pacar pelapor. Dia disuruh memberikan keterangan palsu. Motifnya karena AL merasa tidak suka dengan BE. Pelapor juga membenarkan kalau ternyata laporannya adalah palsu,” ujar AKP Komang.

Selama 3 minggu, petugas Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan hingga menemukan kebenaran bahwa laporan perkosaan itu adalah palsu. Tentunya memberikan laporan palsu ada sanksi pidananya. Yakni Pasal 242 ayat 1KUHP dengan ancaman penjara selama 7 tahun.

” Kalau membuat laporan palsu ada konsekuensinya sudah fiatir Pasal 242 ayat 1 KUHP ancamannya 7 tahun penjara. Selain itu kalau ada yang dirugikan dan keberatan dengan laporan palsu ini, bisa melapor. Kami masih melakukan pendalaman untuk menentukan tersangkanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Petugas Polres Malang Kota hingga Senin (23/9/2019) siang, masih terus melalukan penyelidikan terkait laporan kasus pemerkosaan yang dialami oleh seorang mahasiswi yakni RN (18) , warga asal Kebayoran Lama. RN melapor kan kasus perkosaan yang dialaminya pada 29 Agustus 2019 pukul 13.30 di parkiran Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Saat itu Bunga mengaku diperkosa di dalam mobilnya oleh BE (22), teman kampusnya.

Baca : Dipaksa Hohohihe di Dalam Mobil di Parkiran Kampus, Mahasiswi UB Lapor ke Polisi

Informasi Memontum, bahwa RN sudah mengenal BE yang tak lain adalah pacar temannya. Dalam laporannya RN memyebut bahwa sebelum kejadian dia berada di dalam mobilnya sambil bermain ponsel sambil menunggu pacarnya yang sedang kukiah.

Tiba-tiba kaca mobilnya ketuk oleh BE meminta RN untuk membuka pintu. Karena tidak ada firasat buruk, RN membuka pintu dan keluar dari dalam mobil. Saat itulah BE masuk ke dalam mobil milik RN.

Diwaktu yang hampir bersamaan, RN ditarik masuk ke dalam mobil dan semua pintu dan kaca jendela ditutup rapat. Saat itulah kemudian terjadi pemerkosaan terhadap RN. Karena tidak menerimakan dengan adanya kejadian itu, pada sore harinya, RN langsung melapor ke Polres Malang Kota. Petugas Polres Malang Kota masih terus mendalami laporan ini termasuk memerikaa sejumlah saksi.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat dikonfirmasi Memontum.com pada Sabtu (21/9/2019) siang, membenarkan adanya laporan itu.

” Proses penyelidikan sudah sesuai prosedural. Akan kami sampaikan pada Selasa (24/9/2019) saat kita laksanakan rilis,” ujar AKBP Dony. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler