Hukum & Kriminal

iklan kpu kota malang
space ads post kiri

Bayi Kembar 3 Lahir Sehat dan Normal

  • Senin, 26 Februari 2018 | 20:46
  • / 10 Jumadil Akhir 1439
  • Dibaca : 2905 kali
Bayi Kembar 3 Lahir Sehat dan Normal
Siti Mudaliana (kanan) bersama 3 bayi kembarnya, didampingi dr Shinta Dwi Puspitasari. (kiri). (rhd)

Berat di Atas 2 Kg, Panjang di atas 44 cm

 
Memontum Kota Malang — Umumnya, bayi kembar 2 lahir dengan kondisi kesehatan bervariasi, ada yang normal dan dibawah normal. Bagi pasangan suami istri (pasutri) yang mendapat bayi kembar, apalagi kembar 3, tentunya sebuah rizky besar yang jarang didapat oleh pasutri pada umumnya. Kebahagiaan ini dirasakan pasangan Iman Galih Prasetyanto (33) dan Siti Mudaliana (33), yang mendapatkan amanah 3 anak perempuan yang sehat, cantik, dan normal sekaligus.

Pasutri yang telah memiliki anak laki-laki, Giri Prasetyanto (2), kini mendapat lagi amanah Sandhya Kaluna Prasetyanto (berat 2.430 gram, panjang 45 cm, lahir 6.25 WIB), Trisha Kalyna Prasetyanto (berat 2.180 gram, panjang 45 cm, lahir 6.26 WIB), dan Salasika Kamaniya Prasetyanto (berat 2.110 gram, panjang 46 cm, lahir 6.27 WIB), yang lahir di RSIA Melati Husada, jalan Kawi 32-34 Malang, Sabtu (24/2/2018).

“Alhamdulillah kondisinya normal dan sehat semua. Genap 37 minggu. Uniknya meski masih bayi, mereka saling mengerti dan tertib mau gantian saat minum ASI,” jelas Siti, yang berprofesi ASN UPT Materia Medica Batu, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, kepada Memo X, di ruang Kaliandra 1-2.

Warga jalan Lesti, Ngaglik, Batu ini mengaku mendapatkan nama ketiga anaknya dari teman diklat di Bogor, yang berdinas di Balai Pelestarian Nilai Budaya Pusat. “Nama itu dari bahasa jawa kuno yang memiliki makna yang baik. Cuma artinya saya lupa. Kami mempersiapkan nama tersebut, karena kami sudah tahu akan lahir kembar 3 sejak usia 8 minggu. Meski awalnya, saat 4 minggu kami tahunya kembar 2. Hingga segala persiapan sudah matang, termasuk operasi caesar karena ada lilitan yang menyebabkan sungsang,” jelas Siti, yang saat itu ditemani Unik Purwaningtyas (Kasubag TU UPT Materia Medica Batu) dan Selvy Anggraeni, temen satu kontrakan dan satu kantornya.

Perempuan asli Lamongan ini, mengaku masih bingung tentang perawatannya. Sebab Siti tinggal di Batu bersama si sulung karena pekerjaannya. Demikian pula sang suami menetap di Gresik karena bekerja di PT Wilmar, Gresik. “Dijalani saja, namanya rejeki. Kami pasrah saja sama yang memberi rejeki,” jelasnya.

Disinggung tentang firasat akan momongan kembar 3, Siti mengaku tak mengalaminya. “Ga ada firasat apa-apa. Hanya awalnya waktu itu sebel aja sama suami, ga mau didekati. Bukan hanya awal, bahkan saat mau melahirkan. Untuk makanan, saya bisa makan apapun tanpa pantangan. Saya sempat mengalami bedrest di RS Baptist Batu selama 3 hari, karena flek dan pendarahan di minggu 30-31. Mungkin bisa jadi capek, kakaknya masih manja pingin nenen, padahal seharusnya sudah disapih,” ungkap Siti.

Pasien yang dirujuk dr Subandi, Sp.Og, dari Batu ke RSIA Melati Husada ini mengaku sangat menikmati proses persalinannya. “Enak, ga terasa seperti di rumah sakit. Malah seperti di hotel. Makanannya tak membosankan. Apapun dilayani dengan ramah oleh perawat dan dokter,” tukas Siti.

Sementara itu, Direktur RSIA Melati Husada jalan Kawi, dr Shinta Dwi Puspitasari, mengatakan kondisi pasien ibu dan anak sangat sehat dan normal. Sebab menurut catatan, terakhir bayi kembar 3 lahir di RSIA Melati Husada pada Januari 2017, dengan kondisi berat badan rata-rata sekitar 1,5 kilogram atau dibawah 2 kilogram, seperti beberapa kasus umumnya.

“Pasien masuk Jum’at malam atas rujukan dr Subandi, Sp.Og. Meski kembar 3 melalui operasi caesar karena ada lilitan dan sungsang, mereka lahir sehat dan normal dengan kondisi berat badan dan panjang normal. Tidak ada perlakuan layaknya prematur. Direncanakan hari Sabtu jam 5 pagi, yang ditangani oleh tim 8 orang dokter dan paramedis. Seminggu sebelumnya diberikan rekomendasi maturasi paru, agar bayi sehat,” jelas dr. Shinta, didampingi Humas RSIA Melati Husada, Adrian Eko.

Disinggung tentang biaya persalinan, pasien ibu dan anak ditanggung pihak BPJS. Meski anak keempat atau bayi kembar ketiga, ditanggung secara mandiri, diluar paket keluarga hingga anak ketiga. “Diperkirakan mereka akan dirawat seminggu, tergantung kondisi pasien. Setelah pulang, kami akan memberikan layanan Homecare, yaitu dikunjungi ke rumah 3 kali, untuk perawatan dan pengawasan kepada ibu dan bayi,” jelas dr Shinta, sembari menambahkan RSIA Melati Husada jalan Kawi dilengkapi 36 bed untuk rawat inap, 2 kamar operasi, 3 UGD, 3 kamar bersalin, dan 2 kamar ruang recovery (RR). (rhd/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional