Connect with us

Pasuruan

Galian Tambang Oro-Oro Ombo Kulon Nekat Beroperasi

Diterbitkan

||

Galian Tambang Oro-Oro Ombo Kulon Nekat Beroperasi

# Diduga Gunakan Izin Lain, Kelabui Petugas

Memontum Pasuruan – Galian tambang galian berada di Desa Oro- Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang masih nekat beroperasi. Ironisnya, pengelolah tambang diduga menggunakan izin orang lain untuk mengelabui petugas baik dari Satpol PP atau instansi lain.

Dari pantauan Memontum di lapangan, Senin (16/10/2017) menyebutkan, galian tambang yang disinyalir dilakukan Dian pengusaha asal Surabaya itu hampir mengenahi Tower pembangkit Listrik. Jika tidak dihentikan, tower Tersebut akan roboh karena tanahnya terus digali. Sehingga akan berdampak fatal terhadap masyarakat pengguna listrik milik PT PLN.

Menurut Prapto (58) warga Desa Wonokerto mengatakan, bahwa benar tambang yang di gali sekarang ini bukan milik Nur Ro’uf lagi, melainkan orang lain yang tidak sesuai izin. “Memang izin tambang bukan atas nama pemilik lama, melainkan sudah ganti pengelola yang baru. Han ini jelas bertentangan dengan aturan yang ada,” ungkap Prapto.

Anehnya, lanjut Prapto, pengelola tambang ini menggunakan izin pemilik tambang lama. “Apakah untuk mengelabuhi petugas, sehingga pengelola tambang memakai izin lama,” tanyanya.

Sementara itu, Haryono Kades Oro-Oro Ombo Kulon menyampaikan kepada Memontum melalui SMS bahwa itu masih menggunakan ijin milik Nur Ro’uf entah bagaimana bentuk perjanjiannya. Artinya, tambang yang sedang operasi sekarang ini adalah bukan punya pemilik Ijin melainkan tambang lain yang beda lokasinya serta pengelolaannya adalah orang lain.

Dengan temuan ini, Pemkan Pasuruan terkesan dikadali oleh pemilik atau pun pengelola tambang, ataukah sudah memperoleh Fee (uang muka) jika melihat tambang tanpa ijin bisa beroperasi dengan aman tanpa adanya komplin dari Pihak terkait baik dari Satpol PP, Kepolisian serta Instansi terkait jika tidak segera di tutup.(jr/yan)

Hukum & Kriminal

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Memontum Pasuruan – Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Pasuruan pada Rabu (25/9/2019) dibuat pontang-panting, akibat adanya empat titik kebakaran yang waktunya hampir bersamaan. Bahkan untuk menangani pemadaman kebakaran tersebut, pihak PMK Kab. Pasuruan meminta bantuan pada PMK Kota Pasuruan.

Menurut Ruspandi Kepala PMK Kab.Pasuruan saat dikonfirmasi, mengatakan,” sehari ini (Rabu, 25/9/2019) setidaknya ada empat tempat kebakaran,”tegasnya.

“Lima titik kebakaran ada di Sukorejo, Prigen, Kalirejo dan Kepulungan Gempol. Untuk menjinakan amukan si jago merah ini, pihaknya meminta bantuan PMK dari Pemkot Pasuruan dan PMK PT. Sampoerna. Beruntung seluruh tempat yang terbakar bisa diatasi oleh petugas yang ada. Sementara itu dari empat kebakaran tersebut, tidak memakan korban jiwa dan hanya kerugian material jutaan rupiah. Pun demikian juga kebakaran yang ada di Sukorejo(rumah) dan pasar Kepulungan-Gempol,” ungkapnya.

Hingga saat ini penyebab kebakaran belum bisa diketahui, petugas masih melakukan pembasahan dilokasi kebakaran. Petugas dari unsur Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan,”pungkas Ruspandi. (arp/hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jenguk Anak Opname, Buronan Dicokok Buser Polres Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Jenguk Anak Opname, Buronan Dicokok Buser Polres Pasuruan

Memontum Pasuruan – Pemburuan terhadap para pelaku pencurian mobil mitsubishi L-300 milik CV Angkasa Kecamatan Tutur yang dilakukan oleh trio spesialis pencuri mobil, akhirnya berhasil diberangus tim buru sergap Sakera Satreskrim Polres Pasuruan.

“Pelaku Sunaryo (29) warga Dusun Prodo, Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan adalah pelaku terakhir dari komplotan spesialis pencurian mobil,” tegas Kanit Jatanras Polres Pasuruan.

Dijelaskan, komplotan ini berjumlah tiga orang. Dua pelaku telah kami tangkap yakni Khodir (proses persidangan)dan Sul (telah divonis). Para pelaku pada 16 Agustus 2016 lalu melakukan pencurian satu mobil pick-up mitsubhisi L-300 nopol N 8723 TD yang berada di garasi penampungan susu milik CV Angkasa. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas mendapati nama satu pelaku .Petugas awalnya menangkap Sul dipersembunyianya, dari hasil lidik atas tersangka Sul, petugas mendapati identitas kedua pelaku.

Mendengar kedua rekannya tertangkap, Sunaryo melarikan diri ke luar pulau. Selang tiga tahun berlalu, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku ini terlihat di sekitaran puskesmas Nongkojajar, Kecamatan Tutur.

Mendapati info tersebut, kami langsung menuju ke puskesmas yang dimaksud. Pelaku langsung kami tangkap, saat sedang menjenguk anaknya yang sakit. Pelaku mengakui dan langsung kami gelandang ke Mapolres Pasuruan,untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Iptu Maryana Kanit Jatanras Polres Pasuruan. (hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gembong Curanmor 14 TKP Diberangus Tim Sakera Polres Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Iwan spesialis curanmor 14 TKP

Memontum Pasuruan – Berakhir sudah sepak terjang Iwan (20) pemuda asal Dusun Krajan, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Pasalnya saat ini ia harus merasakan penatnya dan dinginnya hidup terkurung dalam sel tahanan di Mapolres Pasuruan.

“Pelaku ini merupakan spesialis curanmor di 14 TKP, yang berhasil kami ringkus. Modus operandi yang dilakukan pelaku ini yakni berkeliling mencari mangsa menggunakan sepedamotor Honda CBR warna oranye tanpa plat nomer bersama rekannya yakni Imron (DPO). Dari hasil lidik sementara ini, pelaku bersama rekannya tersebut telah melakukan pencurian dan perampasan sepedamotor di 14 TKP yaitu di wilayah Kecamatan Sukorejo, Pandaan, Purwodadi, Purwosari dan Gempol,” terang Iptu Maryana Kanit Jatanras Polres Pasuruan.

Ditambahkan, dari penangkapan ini, pihaknya mengamankan 1 unit sepeda motor Honda CBR tanpa plat nomer yang digunakan untuk menjalankan aksinya. Saat ini tim penyidik masih mengembangkan perkaranya dan mencari keberadaan penadah motor curiannya.

“Kami menjerat pelaku dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara, ” tukas Wak Inggih sapaan Kanit Jatanras Polres Pasuruan ini. (hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler