Hukum & Kriminal

iklan kpu kota malang
space ads post kiri

Pencari Pasir Kembali Meninggal di Kali Putih Blitar

  • Rabu, 28 Februari 2018 | 00:46
  • / 12 Jumadil Akhir 1439
  • Dibaca : 182 kali
Pencari Pasir Kembali Meninggal di Kali Putih Blitar
Toyah, bidan desa memeriksa jasad Adi Riyanto di rumah duka

Memontum Blitar – Para pencari pasir di Sungai Kali Putih Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, sering meninggal dunia di lokasi. Kali ini Adi Riyanto (43), meninggal dunia saat mencari pasir di sungai Kali Putih, Selasa (27/02/2018) sekitar pukul 06.00. Diduga meninggalnya Adi yang juga warga dusun Sukomulyo RT. 01 RW. 02 Desa Gadungan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ini, akibat serangan jantung.

Sebelum kejadian, korban bersama Sandi (38), warga RT. 28 RW. 02 Desa Gadungan berangkat dari rumah bersama-sama menuju sungai Kali Putih, Senin (26/02/2018) sekitar pukul 24.00. Sampai di lokasi atau tempat kejadian, mereka bersama-sama mengumpulkan pasir dan menggali tanah aliran sungai hingga pukul 06.00. Namun tiba-tiba Sandi melihat korban terjatuh ke sebelah kiri, dan langsung menghampiri korban, namun kondisi korban sudah tidak bergerak dengan tubuh dingin dan lemas.

“Saksi langsung memanggil teman sesama pencari pasir di TKP, saat melihat korban sudah tidak bergerak dengan tubuh lemas dan dingin,. Dan selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Gandusari”, kata Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, Selasa (27/02/2018).

Slamet Waloya menambahkan, sekitar pukul 07.30, Kanit Reskrim Polsek Gandusari Iptu M. Burhanudin, bersama anggota KSPKT Polsek Gandusari Aipda Agus, dan Babinkamtibmas Desa Sumberagung Bripka Yuszana, mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP. Korban dibawah ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan terhadap korban bersama bidan desa Toyah dan perangkat desa setempat.

“Hasil pemeriksaan bidan tidak ada luka luar pada korban. Menurut keterangan bidan bahwa korban meninggal dunia karena serangan jantung. Dan menurut keterangan istri korban, Suprihatin juga ayah korban, Istiyar, bahwa korban sebelumnya sudah tiga kali jatuh dari pohon kelapa dan sering tidak sadarkan diri”, pungkasnya. (jar/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional