Connect with us

Jember

Menangkap babylobster ,Polres jember akan beri sanksi Pidana 6 Tahun Penjara

Diterbitkan

||

Menangkap babylobster ,Polres jember akan beri sanksi Pidana 6 Tahun Penjara

Memontum Jember — Jajaran Polres Jember bersinergi dengan Balai Karantina Kementrian Perikanan Surabaya I berhasil mengagalkan pelaku penyelundupan baby lobster dari tangan Hendra alias Sutaji (24) yang merupakan pengepul serta memiliki penangkaran illegal asal Desa Pujer Baru Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso di pantai Geni Kecamatan Gumukmas, Jember, Selasa (6/3/2018).

AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH, mengungkapkan bahwa penangkapan Baby Lobster sudah jelas dilarang. Karena itu merupakan salah satu hasil laut yang dilindungi oleh Undang Undang yang mana Lobster boleh dijual ke masyarakat ataupun eksport dengan berat minimal 200 gram, dengan mendapatkan rekomendasi dari Balai Karantina Kementrian Perikanan.

AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan beberapa alat bukti yang berhasil disita diantaranya 4105 ekor udang Lobster ukuran Karapas < 8cm, 40 lember Terpal warna biru, 8 buah kotak/petak warna biru (fiber), 40 buah water pump,1 unit Generator Listrik merk OSHIMA, 1unit Diesel Pompa air merk SUMURA, 1 buah timbangan duduk warna merah, 1 unit timbangan digital merk FIVE RAMS, 1 unit timbangan electrik warna hijau, sebuah buku tulis warna merah, 3 pasang unit house filter warna putih,1 unit sensor PH air, 1 unit kalkulator warna putih, dan uang tunai sebesar Rp 1 juta 650 ribu. Modus yang dipakai Hendra dengan cara membeli Lobster UnderSize kepada nelayan dengan harga Rp 75.000 per kg. Kemudian tersangka memelihara Lobster tersebut untuk dibesarkan dan kemudian di eksport atau dijual bebas. Satpolair Polres jember berhasil menyelamatkan 4015 ekor Udang Lobster jenis pasir, 5 ekor jenis Mutiara (Under Size) dan 85 ekor yang bertelur, dari 85 ekor indukan yang bertelur dapat dikalkulasi dengan estimasi 85 ekor x 50,000 telur = 4.250.000 ekor Benur Lobster. Hasil penangkapan BabyLobster (under size) tersebut sudah dilepas kembali ke pantai oleh pihak petugas. Kasi Tata Pelayanan Balai karantina ikan dan pengendalian Mutu (KIPM) Surabaya 1 Joko Darmanto saat dihadapan awak media menyatakan, penjualan Lobster harus mendapatkan rekomendasi dari Balai Karantina kementrian Perikanan jadi tidak boleh dijual bebas menghindari resiko kematian Lobster tersebut, jelas Jember AKBP Kusworo Wibowo. Kusworo menegaskan pelaku diamankan karena telah melanggar pasal 92 Jo pasal 7 ayat (2)huruf j Undang Undang No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman Pidana Penjara paling lama 6 tahun dan Denda paling banyak Rp 1.500.000.000. (cw3/yan)

Hukum & Kriminal

Rampok Jember Gasak Rp 77 Juta, Ogah Motor Ban Kempes

Diterbitkan

||

Agus (berjaket hitam) didampingi istri saat melapor. (rir)

Jember, Memontum – Belum tuntas terungkap kasus pencurian sapi yang tidak terungkap di kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, wilayah selatan kabupaten Jember justru terjadi perampokan.

Seperti musibah dialami keluarga Agus (28) warga Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Ia dan istrinya Titik Nurmayanti (22), menjadi korban perampokan.

Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 00.30, korban harus merelakan perhiasan dan uang Rp 77 juta rupiah dengan rincian, uang Rp 52 juta, 3 HP dan sepeda motor.

Menurut Agus kejadian perampokan ini terjadi, saat bersama istrinya baru saja terlelap tidur. Tak berselang lama ada beberapa orang membangunkan korban sambil menudingkan clurit ke arah lehernya dan memaksa menyerahkan seluruh uang dan melepaskan kalung milik istrinya serta barang berharga miliknya.

“Kejadian sekitar pukul 12.30. Awalnya aku tidur namun tak lama kemudian ada yang bangunin sambil mengancam pakai celurit dan meminta kalung yang dipakai istri. Suruh lepas, sementara temannya (perampok) yang lain masuk ke kamar mencari uang,” ucap Agus didampingi istri di Mapolsek Gumukmas.

Sambil mengacungkan sebilah celurit sambung Agus, pelaku mengancam akan membacok dirinya dan istri kalau melakukan perlawanan.

“Saya diamkan, saya mikir kasihan sama istri juga,” sambung Agus.

Agus mengungkapkan bahwa pelaku perampokan ini berjumlah 3 orang, masing -masing memiliki peran dan tugas yang berbeda, satu pelaku bertugas melakukan pengancaman agar tidak melawan, sedangkan yang lainnya mencari uang dan barang berharga sambil mengobrak-abrik tempat tidur dan lemari.

“Beruntung dalam musibah ini saya dan istri saya tidak di apa apain, karena memang saya tidak melakukan perlawanan, 1 motor yang di ambil sementara 1, satunya ditinggal, karena ban kempes,” terangnya.

Usai melakukan aksinya, kata Agus, pelaku langsung kabur keluar melewati pintu samping, kemudian paginya dia melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gumukmas.

“Saya mengharapkan kepada aparat untuk bisa menuntaskan semuanya dan mengungkap siapa pelakunya ,agar ke depan memberikan aman bagi masyarakat,” ungkap Agus.

Sementara kanit reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Gumukmas Aiptu Amin Sahrir, saat hendak dikonfirmasi terkait kejadian itu sedang tidak berada di tempat. (rir/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Buronan Maling Dibekuk Polisi Sukorambi

Diterbitkan

||

Tersangka berhasil diamankan di Mapolsek Sukorambi. (ist)

Jember, Memontum – Dihar (53) warga Dusun Gebang, Desa/Kecamatan Panti, Kabupaten Jember berstatus buronan akhirnya ditangkap unit Reskrim Reserse Kriminal Polsek Sukorambi. Tersangka Dihar, Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 18.00, di rumah tinggalnya.

Tersangka, sempat menghilang usai beraksi di rumah kontrakan Joni Budi Utomo (49) yang terletak di Jalan Brawijaya No. 25 Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, pada hari Kamis 17 mei 2018 silam.

Menurut Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiono, barang yang dicuri berupa TV 21” warna hitam, 1 set Speaker aktiv besar warna hitam, 12 buah kaos persid Jember warna putih, 15 buah Jaket IWJ putih kombinasi hitam, 1 buah kaos IWJ warna hitam, 2 buah tabung gas warna hijau dan 1 buah kompor gas

Korban mengetahuinya sekitar pada pukul 06.00, pelaku masuk rumah dengan cara memanjat atau melompat pagar tembok, ” Kata Ribut, Rabu (18/9/2019) siang.

Setelah berhasil mengambil barang tersebut sambung Ribut, pelaku keluar melalui pintu dapur dengan cara merusak pintu dapur.

“Saat itu Korban langsung melaporkan ke Polsek Sukorambi, ” sambungnya.

Menerima laporan tersebut, unit Reskrim Polsek Sukorambi membuat dan melaksanakan Renlidik dan pelaku diketahui tersangka berada di wilayah hukum Polsek Panti.

“Anggota bersama unit Reskrim Polsek Panti melakukan penangkapan terhadap tersangka, untuk saat ini tersangka kita amankan di Mapolsek Sukorambi, untuk tersangka kami dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 5e KUHP tentang pencurian,”pungkasnya. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pura-Pura Beli, Curi Uang Kotak Amal Rumah Makan

Diterbitkan

||

Adam Cahyo Rosyadi (kaos kuning) saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sumbersari

Jember, Memontum – Adam Cahyo Rosyadi (29) warga Jalan Belimbing, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang seorang pelaku pencurian kotak amal Panti Asuhan di rumah makan (RM) Jowo Trisno yang terletak di Jalan Kalimantan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, ditangkap Polisi setelah aksinya di ketahui penjaga RM.

Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Kamil diwawancarai Memontum.com di kantornya mengatakan tersangka diketahui melakukan aksinya sekitar pukul 13.30, Minggu (15/9/2019), dalam menjalankan aksinya, tersangka berpura-pura sebagai pembeli di RM yang terdapat 2 kotak amal.

”Tersangka berpura-pura memesan kopi (wedang ; red Jawa), Dengan beralasan tempat duduk sempit, tersangka memindahkan 2 kotak amal dari depan ke belakang,” ujar Kapolsek Sumbersari yang akrabnya disapa Faruk, Senin (16/9/2019) siang.

Setelah berada di dekatnya dan situasi dirasa aman lanjut Faruk, tersangka mengambil 2 kotak amal yang terbuat dari kaca dan membongkarnya namun aksinya dipergoki oleh karyawan.

“Karena terlihat tersangka menutupi dengan koran, setelah sebelumnya tersangka mengambil uang yang ada di dalam kotak memasukkan ke saku celana dan keluar dengan alasan mau tukar uang,” ungkap Faruk.

Curiga dengan gelagat Tersangka sambung Faruk, penjaga RM langsung melakukan penggeladahan badan terhadap tersangka dan kecurigaan penjaga RM ternyata benar, disaku tersangka di temukan sejumlah tunai sejumlah 200 ribu, sedangkan kotak amal diketahui kosong dan kondisinya sudah terbuka.

“Belum sempat tersangka kabur, tersangka langsung diamankan berikut barang buktinya, uang tunai Rp.200 ribu, 1 buah tas merk Yinqishi warna coklat, 2 kotak amal panti asuhan dan 1 unit kendaraan sepeda motor Honda Beat, untuk tersangka kita jerat pasal 363 ayat (1), ke 3,5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ” pungkas Faruk. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler