Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Puluhan Kader HMI Kepung Kantor DPRD Kota

  • Senin, 12 Maret 2018 | 22:04
  • / 24 Jumadil Akhir 1439
  • Dibaca : 104 kali
Puluhan Kader HMI Kepung Kantor DPRD Kota

Memontum Kediri — Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Kediri mengepung Kantor DPRD Kota Kediri dengan menggelar aksi demo pada Senin (12/3/2018). Meski mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian para kader HMI itu dengan lantang menyuarakan penolakan disahkannya UU MD3 yang dinilai ‘membungkam’ suara rakyat.

Koordinator demo Ahmad M, mengatakan, aksi ini salah satunya dilatarbelakangi adanya pengesahan RUU MD3, khususnya terkait pasal 73 ayat (5), pasal 122 huruf K dan pasal 245. Karena dalam UU itu mewajibkan setiap anggota DPR yang dipanggil lantaran terjerat kasus hukum harus melalui persetujuan presiden. “ Hanya memanggil DPR harus melalui persetujuan presiden, jelas ini akan memperlambat proses penyidikanl, apalagi belakangan ini banyak anggota dewan yang melakukan korupsi,” teriaknya.

Karena aksi ini ditolak oleh dewan, Ahmad mengamcam akan mendatangi gedung dewan dengan masa yang lebih besar lagi. Karena mediasi yang dilakukan antara perwakilan mahasiswa dan sejumlah anggota dewan berlangsung alot. “Kami berjanji akan membawa massa jauh lebih besar dari ini dan akan menyuarakan aspirasi kami,” tegasnya.

Dalam mediasi itu, puluhan mahasiswa yang diwaliki tujuh orang mahasiswa meminta wakil rakyat untuk menandatangi surat keputusan yang dibawa oleh mahasiswa tersebut. Adu argumen antara kedua belah pihak mewarnai jalannya mediasi yang berlangsung di ruang DPRD Kota Kediri.

Dalam kesempatan itu ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon menolak untuk menanda tangani surat keputusan yang dibawa oleh HMI. ”Dalam konteks ini kami menerima, ini hak setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasi. Cuman nggak pas kalau saya diminta untuk menandatangan unruk menyetujui tuntutan ini, tidak dalam konteksnya,” katanya kepada wartawan usai mediasi.

Kholifi mengaku ia tidak berani memgambil bersikap dengan menandatangani surat keputusan yang dibawa mahasiswa itu karena harus membahas dengan beberapa anggota yang lainnya.“Kami hanya menampung aspirasi dari temen HMI. Soal sikap lembaga harus membicarakan dengan yang lainnya. Saya tidak bisa secara pribadi menyetujui tuntutan ini apalagi atas nama lembaga DPRD Kota Kediri,” tukasnya.

Demo yang berlangsung sejak pukul 09.30WIB hingga 12.30 WIB itu sempat memanas ketika puluhan mahasiswa merasa tidak puas dengan hasil mediasi itu. Karena mereka hanya mendapatkan satu tanda tangan dari wakil rakyat secara pribadi, bukan mewakili kelembagaan. (aji/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional