Hukum & Kriminal

iklan kpu kota malang
space ads post kiri

Malang Raya Darurat LGBT

  • Selasa, 13 Maret 2018 | 20:18
  • / 25 Jumadil Akhir 1439
  • Dibaca : 82 kali
Malang Raya Darurat LGBT
TABLIGH : Korda Persaudaraan Muslimah (Salimah) Malang Raya, Senin (12/3/2018) saat mengikuti tabligh akbar di Kota Malang. (ist)

Memontum Malang — Penolakan terhadap “lesbian, gay, biseksual, dan transgender” atau LGBT perlu dilakukan untuk melindungi bangsa Indonesia dari keburukan moral dan kesesatan dengan cara kembali pada jati diri, kodrat sebagai manusia sesuai perintah Allah dan RasulNya. Hal itu diungkapkan Nurul Hidayati, S,S., M.BA, Sekretaris Jenderal AILA (Aliansi Cinta Keluarga) Jakarta saat menjadi narasumber dalam Tabligh Akbar yang digelar Korda Persaudaraan Muslimah (Salimah) Malang Raya, Senin (12/3/2018).

“Hasil kajian AILA didapatkan bahwa 92,8% masyarakat Indonesia menolak LGBT, namun Komnas HAM PBB menyatakan bahwa kelompok-kelompok yang menolak LGBT adalah kelompok ekstrimis dan diskriminatif, sudah mulai ada ulama-ulama dan tokoh di Indonesia yang mendukung LGBT,” kata Nurul Hidayati yang menjadi pembicara di Masjid Ramadhan Perum Griya Shanta Kota Malang.

Ia lanjutkan, fakta LGBT di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan dan menyebar di seluruh Indonesia terutama kota besar termasuk Kota Malang. Hukum Indonesia belum mengatur dengan jelas tentang perzinaan dan LGBT, sehingga banyak kasus penggerebekan pesta seks oleh LGBT tidak dapat diproses secara hukum. LGBT adalah penyumbang terbesar kasus HIV AIDS, seks menyimpang (sodomi) baik korban atau pelaku sudah terjadi pada anak-anak dibawah umur.

Menurut dia, sesungguhnya menolak LGBT adalah kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Masalah LGBT adalah tanggungjawab semua secara pribadi dan tanggungjawab negara. “Saya menghimbau sebagai muslimah dan anak bangsa kita bersama AILA yang merupakan aliansi beberapa organisasi perempuan termasuk Salimah untuk menolak LGBT dengan mensosialisasikan bahaya LGBT kepada masyarakat yang lebih luas. Keharmonisan keluarga termasuk hubungan orang tua dan anak disertai dengan peningkatan keimanan merupakan modal dasar untuk melindungi anak-anak dari bahaya LGBT,” imbau Ibu yang memiliki enam anak ini.

Sementara itu, Setiasih, S.Pt. MP selaku ketua pelaksana sekaligus ketua PD Salimah Kota Malang mengatakan kegiatan yang digelar ini diikuti sekitar 150 peserta. Adapun tema pembahasan tentang fakta LGBT di Indonesia, bagaimana menolak LGBT dan perjuangan konstitusional AILA dalam penyebaran LGBT.

Sekedar diketahui, beberapa waktu lalu di wilayah Kabupaten Malang terjadi peristiwa penyimpangan seksual seorang siswa. Dimana, seorang siswa telah melakukan sodomi kepada teman sebayanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku yang dilakukan itu karena sakit hati sering di olok-olok teman-temannya. (jun)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional