Hukum & Kriminal

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Nyari Rumput di Sawah, Warga Desa Kalianget Tewas Tersambar Petir

  • Sabtu, 17 Maret 2018 | 18:59
  • / 29 Jumadil Akhir 1439
  • Dibaca : 85 kali
Nyari Rumput di Sawah, Warga Desa Kalianget Tewas Tersambar Petir

Memontum Situbondo — Seorang warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur tewas di areal persawahan desa setempat karena tersambar petir. Mayat korban ditemukan sekitar pukul 16.00 Wib, Jumat sore (16/3/2018).

Kapolres Situbondo AKBP Sigit Dany Setiyono,SH.,SIK.,M.Sc (Eng) melalui Kasubag Humas Iptu H.Nanang Priyambodo,S.Sos mengatakan, korban tewas diketahui bernama Sika alias Pak Pit (54) warga Desa Kalianget RT 3 RW 1, Kecamatan Banyuglugur. Saat kejadian korban bersama istrinya (Sulaiha) diketahui sedang mencari rumput di areal persawahan di bawah guyuran hujan yang sangat deras.

Korban saat dievakuasi warga.(im)

Korban saat dievakuasi warga.(im)

Sulaiha (48) istri korban yang juga mencari rumput di sawah sekitar bahkan sempat mengajak korban berteduh di warung. Hanya saja, korban memilih untuk meneruskan mencari rumput dan menolak ajakan istrinya tersebut.

”Sesaat kemudian terdengar Suara Petir dengan Suara yang sangat keras sekali sebanyak satu kali dan menyambar ke arah korban. Setelah dilihat ke arah suaminya kemudian Sulaiha melihat korban sudah dalam keadaan tersungkur di petak sawah,” kata Iptu H.Nanang Priyambodo, kepada Memontum.com.

Melihat hal itu, Sulaiha pun langsung berteriak-teriak minta tolong, kemudian seorang petani yang kebetulan mendengar teriakan tersebut menghampirinya dan meminta bantuan Hanip alias P. Her (50) untuk memeriksa korban. Nahas, setelah di cek ternyata Korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Akhirnya keduanya langsung meminta tolong kepada warga sekitar.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Banyuglugur, kematian korban murni karena tersambar petir. Di tubuh korban pun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

”Dari hasil pemeriksaan korban hanya mengalami robek bagian celana sebelah kiri dan belakang. Selain itu, petugas juga tidak menemukan tanda-tanda penganiyaan. Jadi korban murni meninggal akibat tersambar petir. Pihak keluarga juga sudah menerima kematian korban dan tidak mau menuntut kepada pihak manapun serta tadi malam korban langsung dimakamkan oleh keluarganya,” pungkasnya. (im/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional