Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Oknum Ibu Guru SDN di Lumajang Digerebek, Kakak Ipar Kecewa Laporan Tak Digubris

  • Minggu, 18 Maret 2018 | 17:54
  • / 1 Rajab 1439
  • Dibaca : 393 kali
Oknum Ibu Guru SDN di Lumajang Digerebek, Kakak Ipar Kecewa Laporan Tak Digubris
Hadi Wijaya, kakak ipar RS, pelapor yang pertanyakan sikap dinas terkait. (adi)

Memontum Lumajang — Kisah asmara terlarang dua insan yang berprofesi sebagai pendidik di Kabupaten Lumajang, telah mencoreng nama baik dunia pendidikan. Bagaimana tidak, seorang wanita yang berprofesi sebagai guru di SDN Bodang 01, digerebek oleh warga beserta Perangkat Desa setempat. Pasalnya, dia kedapatan berdua dengan seorang pria yang bekerja di UPT Pendidikan Kecamatan Padang. Mereka digerebek di sebuah kamar di rumah salah seorang warga.

Padahal mereka berdua statusnya masih mempunyai suami dan istri yang sah. Peristiwa memalukan ini terjadi di Dusun Kebonaran Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang pada 28 Februari lalu. Kedua oknum pendidik ini yang pria berinisial FR, honorer di UPT Pendidikan Kecamatan Padang.

Kedua oknum pendidik, saat digerebek warga desa. (ist)

Kedua oknum pendidik, saat digerebek warga desa. (ist)

Sedangkan sang wanita berinisial RS, PNS Guru di SDN Bodang 01. Parahnya saat digerebek, masih memakai seragam dinas. Hal ini disampaikan Hadi Wijaya pada wartawan media ini, Minggu(18/3/2018).

Hadi Wijaya sendiri merupakan kakak dari suami RS. Pihaknya merasa tidak puas dengan proses yang dilakukan di Desa Kebonagung yang dia anggap tidak mengedukasi masyarakat. Karena di tingkat desa, kata Hadi, mereka berdua hanya membayar kompensasi 20 zak semen.

Tidak puas dengan proses di desa, akhirnya Hadi Wijaya mengambil langkah melaporkan peristiwa itu ke BKD, Inspektorat juga Dindik Kabupaten Lumajang. Namun hingga saat ini, pihaknya menyesalkan karena dari Dinas terkait, dia anggap tidak cepat dalam mengambil tindakan.

“Apa dinas-dinas ini sudah matisuri? Seharusnya kan ada langkah-langkah, mungkin pemanggilan atau bagaimana. Namun hingga detik ini, kami keluarga dan suami dari RS juga tidak dipanggil, ada apa?? Apa di anggap tidak berbahaya,” terangnya.

Hadi Wijaya berharap kepada dinas terkait di Kabupaten Lumajang, agar persoalan ini segera ditangani secara serius. Jika tidak segera ada tindakan, pihaknya mengancam akan mengambil langkah hukum. (adi/nay)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional