Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Dugaan Plagiat PR I UIN, Zainudin: Tuduhan Plagiat Tidak Benar

  • Minggu, 15 April 2018 | 20:22
  • / 29 Rajab 1439
  • Dibaca : 438 kali
Dugaan Plagiat PR I UIN, Zainudin: Tuduhan Plagiat Tidak Benar
Dr HM Zainudin (tengah) dan Prof Abdul Haris, Rektor UIN Maliki. (gie)

Memontum Kota Malang — Pembantu Rektor (PR) I UIN Maliki Maulana Malik Ibrahim) Malang, Dr HM Zainudin, Sabtu (14/4/2017) malam, angkat bicara. Dia mengatakan bahwa tuduhan yang selama ini dilayangkan kepadanya terkait aksi plagiat tidak benar. Hal itu dikarenakan buku buatannya yang berjudul Paradigma Pendidikan Terpadu : menyiapkan generasi Ulul albab yang diterbitkan oleh UIN Press Tahun 2008 di Bab V sudah ada catatan kaki (Foot note) yakni “Naskah pada bab ini diadaptasi dari konsep integrasi ilmu dan agama yang ditulis oleh Prof Imam Suprayogo, Rektor UIN Malang.

“Saat itu saya masih menjadi pembantu dekan bidang akademik di fakultas tarbiyah. Saya kemudian menulis buku dengan judul paradigma Pendidikan terpadu : Menyiapkan generasi Ulul Albab, Tahun 2008. Dalam buku itu pada Bab V, saya memasukan tulisan beliau (Imam Suprayogo) dari makalah yang ditulis dan dari naskah yang saya edit dengan In’am Esha dalam buku yang berjudul Horizon baru Pengembangan pendidikan Islam, UIN press 2004. Dalam Bab V dalam buku itu saya beri judul Pendidikan Terpadu Mazhab UIN Malang. Dalam Bab itu sudah ada catatan kaki bahwa konsep itu diadaptasi dari konsep intregitas ilmu dan agama yang ditulis Prof Imam Suprayogo. Karena adaptasi, saya maknai sebagai pandangan umum beliau terkait dengan konsep intregitas ilmu dan agama yang dimaksud,” ujar Zainudin.

Namun karena tidak ada daftar pustaka nama Imam Suprayogo dalam buku tersebut, permasalahan tuduhan aksi plagiat akhirnya dipermasalahkan setelah 8 tahun berlalu.

(baca juga : Prof Imam Suprayogo Geram, Bukunya Diplagiat )

“Dalam daftar pustaka memang tidak saya sebutkan nama Pak Imam, karena naskah beliau itu sudah saya masukan dalam buku yang saya edit dari hasil seminar oleh beberapa narasumber, diantaranya Prof Imam Suprayogo itu sendiri. Buku itu berjudul Horizon Baru pengembangan pendidikan Islam UIN Press, Juni 2004, yang sudah saya masukan dalam daftar Pustaka dalam buku yang saya tulis itu Paradigma Pendidikan Terpadu : Menyiapkan Generasi Ulul Albab. Buku saya saat terbit sudah saya tunjukan ke Pak Imam dan mengapresiasi. Hubungan kami baik-baik saja. Bahkan Pak Imam menugasi saya ke Jerman dalam rangka Program Sandwich. Tahun 2013, saya diamanahi menjadi wakil Rektor I oleh Rektor Mudjia Raharjo. Baru pada 2016, ada perbedaan pendapat antara saya dan pak Imam dalam World Class University saat kedatangan presiden SBY yang hendak meresmikan nama gedung Pascasarjana. Kurang lebih 8 tahun setelah buku saya terbit, baru mencuat tentang plagiasi. Tentunya hal itu membuat saya sangat terkejut,” ujar Zainudin.

(baca juga : Dugaan Plagiat PR I UIN, Polisi Periksa Saksi )

Dia juga menyebutkan bahwa permintaan maafnya secara tertulis kepada Imam Suprayogo bukan masalah plagiasi melainkan masalah kemaslahatan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional