Hukum & Kriminal

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Tenggak Miras, Warga Polehan Kritis

  • Kamis, 10 Mei 2018 | 19:04
  • / 24 Sya'ban 1439
  • Dibaca : 99 kali
Tenggak Miras, Warga Polehan Kritis
Ruang Robin di rawat di RS Panti Nirmala. (Ist)

Memontum Kota Malang — Diduga karena mengkonsumsi Miras oplosan, Robin Dwi (22) warga Jalan Kresno, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (9/5/2018) sekitar pukul 17.00, dilarikan ke RS Panti Nirmala. Bahkan hingga Kamis (10/5/2018) siang, dia masih menjalani perawatan dan harus cuci darah.

Memurut keterangan Chintia (26) kakak kandung Robin mengatakan bahwa sebelumnya adiknya, selama 2 hari tidak pulang ke rumah. Yakni pada Sabtu (5/5/2018) hingga Minggu (6/5/2018) . Adiknya baru pulang ke rumah pada Senin (7/5/2018) pagi.

“Pas pulang kondisi kesehatannya menurun. Kepalanya pusing. Katanya habis main jaranan,” ujar Chintia.

Saat itu Robin tidak mengatakan kalau habis minum miras. Dia kemudian berpamitan untuk istirahat tidur di rumah neneknya. ” Kami tidak tahu kalau dia habis minum. Dia gak cerita. Dia hanya pamit ke rumah nenek untuk istirahat tidur,” ujar Chintia.

Ternyata kondisi Robin tak kunjung membaik. ” Adik saya sempat muntah-muntah pada Selasa (8/5/2018) hingga kami kira keracunan. Karena takut kalau dia keracunan, kami memberinya air kelapa. Pada Rabu kemarin, adik saya mengeluh sesak nafas dan tidak nisa kencing hingga kami bawa ke RS Panti Nirmala. Kemarin sempat koma. Dilakukan cuci darah karena ada masalah pada ginjalnya. Hari ini sudah sadar. Namun kalau besok masih sesak nafas, akan kembali cuci darah,” ujarnya.

Meskipun awalnya pihak keluarga tidak mengetahui Robin sedang sakit apa, namun akhirnya mengetahui setelah dokter menyebut ada kandungan metanol yang terdapat dalam miras di tubuh Robin.

“Tadi pas sadar dia baru mengatakan kalau telah minum. Tapi minum apa kami kurang tau,” ujar Chintia.

Informasi adanya korban tewas akibat Miras oplosan di Polehan membuat petugas Polsekta Blimbing segera terjun ke lapangan. Sebab kabar yang beredar di masyarakat ada 3 korban tewas dan 1 kritis akibat oplosan miras.

Kapolsekta Blimbing Kompol Slamet Riyadi saat dikonfirmasi Memontum.com, pada Kamis (10/5/2018) sore mengatakan bahwa sebelumnya ada informasi 3 orang meninggal karena Miras.

”Kami langsung datangi lokasi melakukan penyelidikan dan mencari innformasi. Bahwa memang ada 3 orang yang meninggal yakni Suharyanto (35) warga Jl Ontoseno Baru. Suharyanto meninggal tadi pagi 05.30. Edi Priyanto (35) warga warga Jl Kresno meninggal pukul 01.00 dan Ruli Efendi (35) warga Jl Kresno yang informasinya meninggal di RS. Namun hasil keterangan pihak keluarga, ketiganya meninggal bukan karena Miras,” ujar Kompol Slamet.

Dijelaskan oleh Kompol Slamet bahwa Suharyanto meninggal karena masalah lambung. ”Tadi kata istrinya ada riwayat sakit lambung dan bukan karena Miras, ” ujar Kompol Slamet.

Petugas juga kemudian mendatangi rumah Edi. Namun dari keterangan keluarganya Edi tidak mengkonsumsi miras. Dia sebelumnya baik-baik saja sambil menonton TV.

Kata ayahnya, Edi sebelumnya di runah nonton TV. Dia ada riwayat sakit pada bagian perut. Sedangkan saat kami datangi rumah Ruli, dia juga meninggal bukan karena Miras namun kecelakaan. Dia kecelakaan pada Selasa kemarin sekitar pukul 18.30.

“Jadi informasi yang kami dapat tidak ada yang meninggal karena Miras. Sedangkan Robin dia masih menjalani perawatan. Informasinya Robin minum saat ikut jaranan,” ujar Kompol Slamet.(gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional