Hukum & Kriminal

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Terkait Kasus LMDH Satak, Kanit Tipikor Akui Data Belum Lengkap

  • Kamis, 10 Mei 2018 | 22:21
  • / 24 Sya'ban 1439
  • Dibaca : 47 kali
Terkait Kasus LMDH Satak, Kanit Tipikor Akui Data Belum Lengkap

Memontum Kediri — Terkait kasus Lembaga Masyarakat Dalam Hutan (LMDH) Satak, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, Kanit Tipikor Polres Kediri mengakui prosesnya masih jalan.

Kanit Tipikor Polres Kediri Ipda Agus Prasetyo menjelaskan bahwa kasus LMDH Desa Satak, prosesnya terap jalan, namun datanya belum lengkap dan pihaknya masih terkendala kurangya keterangan saksi dan data yang belum terpenuhi. “Keterangan Saksi masih kurang karena Warga hanya memberikan namanya saja dan alamatnya pun juga tidak jelas,” kata Ipda Agus saat di temui diruang kerjanya Rabu (9/5/2018)

Lebih lanjut Ipda Agus menambahkan, ia telah meminta data dari Perhutani (KPH) Kediri terkait aturan hukumya tentang dana sharing serta aturan LMDH, tetapi hingga saat ini dari Perhutani masih belum memberikan penjelasan. “Yang jelas kami bersama anggota sudah bekerja maksimal sesuai aturan, ini buktinya surat panggilan juga suda kita layangkan,” jelasnya.

( baca : Diduga Korupsi, Warga Satak Laporkan Ketua LMDH ke Polisi )

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 50 Orang perwakilan dari warga Desa Satak mendatangi Polres Kediri untuk menanyakan kejelasan kasus LMDH Satak yang kasusnya sedang di tangani Tipikor Polres Kediri

Kepada Wartawan koordinator warga Satak Agustianto mengatakan, ia datang ke Polres Kediri hanya ingin menanyakan sejauh mana perkembangan penanganan kasus LMDH agar warga Desa Satak itu paham. ” Untuk Kasus yang kita adukan ke Polres Kediri sejak enam bulan lalu itu sudah sejauh mana , ” ujar Agustianto kepada Wartawan pada Senin (7/5/2018) lalu.

( baca : Puluhan Warga Perkebunan Satak Datangi Polres Kediri )

Kedatangan warga Satak itu untuk mengetahui agar mereka sama-sama tau sudah sejauh mana perkembangan kasus tersebut. Ini ini dilakukan untuk menghindari tudingan ada main mata dengan LMDH dan Perhutani.(aji/im/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional