Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Ada Pembunuhan Berantai di Malang, Motif Sakit Hati?

  • Jumat, 11 Mei 2018 | 13:37
  • / 25 Sya'ban 1439
Ada Pembunuhan Berantai di Malang, Motif Sakit Hati?

Memontum Malang — Nyaris sebulan saja pada bulan April, 3 nyawa kuli bangunan “melayang” di tangan tersangka Teguh. Kasus pembunuhan berantai ini terungkap, sejak pengungkapan kasus temuan mayat di makam umum Janti Sukun Kota Malang.

Ya, bukan sekali saja, tersangka Teguh Susantyo (47) membunuh rekan kerjanya. Warga Jalan Sarangan, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu mengaku terlibat pembunuhan terhadap dua warga Kabupaten Malang.

Korban pertama, awal April, meninggal tanpa perawatan itensif bernama Muin (50) warga Dusun Darungan, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Korban kedua, Sugiono (37) warga Jalan Blambangan Sumbetangkep RT02/RW02, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ia meninggal usai dirawat di RSU Dr Saiful Anwar Malang, Senin (9/4/2018) malam.

Korban ketiga, Donny Suprayitno Warga Jalan Simpang Raya Langsep VI, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Korban terakhir, tergeletak di makam umum Janti, Selasa (1/5/2018) pagi.

( baca : Di balik Pembunuhan Berantai Kopi Beracun Malang Rekan Kerja Pernah Nggeblak Minum Teh )

Dua korban pertama tidak diketahui pemicu kematiannya dan dianggap sebagai sakit biasa sehingga tidak dilakukan penyelidikan polisi. Sebab itu, disayangkan, pentingnya otopsi pun tidak terlaksana pada dua kasus awal.

Sejak temuan korban ketiga, Donny atau disapa Pak Yit, terbongkarlah aksi sadis tersangka Teguh. Terlebih, aksinya dilakukan tiga kali dalam sebulanan. Jika terhadap korban Donny, ia mengaku sendirian, namun pada 2 korban lain, tersangka menyebut adanya seorang teman yang membantunya.

“Kami periksa pengakuan tersangka Teguh, dia mengaku bersama temannya, 2 kali di Kabupaten. Turen dan Pakisaji. Di Sukun, satu kali karena sakit hati ditagih hutang, ” cerita Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta, Jumat ditemui di sekitaran Polsek Sukun.

( baca : Ditagih Hutang Rp 200 ribu, Bunuh Teman Sendiri )

Kata Anang, tersangka Teguh menyebut seorang nama yang mengajari membuat racun. Namun, pernyataan tersebut belum dipastikan kebenarannya karena tersangka, nantinya akan diperiksa Polres Malang karena aksi pengakuannya berlangsung di wilayah hukum Kabupaten Malang.

Informasi didapat Memontum.com, awal April, korban Muin, ditemukan tergeletak dekat jembatan perbatasan Kebonagung – Mendalanwangi Wagir. Sedangkan, korban Sugiono, ditemukan dekat sungai daerah Sanan, Desa Kedok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Hingga kini, pihak Polres Malang masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti (pulbaket). Pihak keluarga korban akan dipanggil guna dimintai keterangan.

( baca : Warga Jl Simpang Raya Langsep Diduga Dibunuh, Otopsi Temukan Kopi Campur Racun )

Perlu diketahui, kasus pembunuhan berantai ini terbongkar berkat penyelidikan anggota Reskrim Polsek Sukun dan Polres Malang. Mulanya Selasa (1/5/2018) pagi, ditemukan mayat tanpa identitas di makam umum Janti Sukun.

Diselidiki perlahan, kecurigaan mengarah pada rekan kerja korban. Dompet dan ponsel korban sempat hilang. Kedua barang, ditemukan di rumah tersangka Teguh. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional