Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Di balik Pembunuhan Berantai Kopi Beracun Malang

  • Jumat, 11 Mei 2018 | 13:45
  • / 25 Sya'ban 1439
  • Dibaca : 158 kali
Di balik Pembunuhan Berantai Kopi Beracun Malang
BANGUN : Di sini lokasi para korban dan tersangka bekerja. (ist)

Rekan Kerja Pernah Nggeblak Minum Teh

 

Memontum Malang — Belasan orang pernah sakit kepala dan “nggeblak” saat meminum kopi buatan tersangka Teguh Susantyo, pembunuh berdarah dingin. Bersyukur, tidak meminta “maut”.

Diceritakan Gatot (48) kepala tukang tempat bekerja tersangka Teguh dan ketiga korban. Gatot, warga Klayatan Gang II Sukun itu menyebut, dirinya pernah nggeblak atau jatuh usai meminum “sedikit” teh buatan tersangka.

Enam belas orang bekerja bersama Gatot sejak awal April di pembangunan tempat karaoke, bertempat di jalan raya S Supriadi Sukun. Kata Gatot, tanya sebagian yang minum. Siang itu, tersangka Teguh membuat seteko teh.

“Seceret Mas. Diombe. Uakeh. Nggeblak enam, ya eaktu itu gak suuzon. Saya Nggeblak, ” ujar Gatot kepada Memontum.com saat ditemui di lokasi proyek pembangunan kafe.

( baca : Ada Pembunuhan Berantai di Malang, Motif Sakit Hati? )

Meski merasa pusing dan sakit perut, Gatot baik-baik saja. Ia juga sempat minum air kelapa. Selain menceritakan pengalamannya minum kopi buatan tersangka Teguh, Gatot juga mengungkap karakter tersangka Teguh.

Kata Gatot, sosok Teguh bukan pekerja bangunan yang taat dan rajin. “Biasa koyok kuli biasa. Yo guyon. Tapi kerjone ngewes. Diluk diluk pindah nang kancane. Padahal ta kongkon dewe. Mbulet, ” urai Gatot.

Soal hutang piutang, Gatot pernah pula dimintai almarhum Pak Yit untuk menagih ke tersangka Teguh. Tapi ia tidak melaksanakannya karena Pak Yit sendiri bertemu tersangka Teguh.

Sebelum mengetahui pemicu kematian 2 rekan korban lain karena diracun tersangka, Gatot mengaku, ia menganggap jika proyek itu “memakan tumbal”.

( baca : Ditagih Hutang Rp 200 ribu, Bunuh Teman Sendiri )

Ia sendiri tidak mengetahui jika Sugiono meninggal. “Saya tidak tahu awalnya. Baru tahu dikasih tahu satpam sebelah,” ujar Gatot sembari menyebut bila seminggu bekerja, ia kehilangan Sugiono dan seminggu kemudian Muin meninggal.

Gatot sendiri, menjadi saksi atas kasus pembunuhan. Ia seharian diperiksa Polsek Sukun. Gatot merupakan kepala tukang dalam pembangunan. Tiga temannya meninggal hanya rentang sebulan.

( baca : Warga Jl Simpang Raya Langsep Diduga Dibunuh, Otopsi Temukan Kopi Campur Racun )

Gatot lalu mengaku heran, kenapa tersangka Teguh “mencakot” seorang nama. Menurut Gatot, pria berinisial AK tidak bekerja dalam proyek. “Akeh sing dicokot. Si A tidak bekerja di sini,” sebut Gatot. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional