Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Terkait Proyek TPT Desa Klampisan, Kontraktor Terancam Diperiksa Tipikor

  • Minggu, 13 Mei 2018 | 19:37
  • / 27 Sya'ban 1439
  • Dibaca : 77 kali
Terkait Proyek TPT Desa Klampisan, Kontraktor Terancam Diperiksa Tipikor

Memontum Kediri — Gonjang ganjing buruknya kualitas garapan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) Desa Klampisan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, kontraktor penggarap terancam akan diperiksa Tipikor Polres Kediri.

Karena tim pengawas dari Pemkab Kediri, Camat Kandangan juga telah turun untuk.memeriksa kualitas bangunan TPT tersebut.

Terkait kasus tersebut Soleh salah stu penanggung jawab proyek dari CV. Kediri Putra milik Triples mengatakan, sebenarnya proyek tersebut tidak ada masalah, namun ada persoalan internal CV dengan Kepala Desa Klampisan, sehingga persoalan ini muncul.” Menurut saya bangunan itu sesuai standart, tapi kalau menurut tim pemeriksa ternyata kualitasnya kurang standrt kami siap memperbaikinya,” katanya.

Ketika ditanya mengenai kualitas bangunan yang kurang standart karena bagunan sepanjang 100 meter hanya menghabiskan 4 sak semen, karena semennya dikurangi, Soleh menolak dengan tegas.” Ya jelas tidak mungkin to, kalau proyek 100 meter hanya menghabiskan semen 4 sak,” lanjutnya.

Untuk diketahui proyek TPT yang panjangnya sekitar 100 meter tersebut proyek satu paket dengan.proyek jalan yang anggaranya sekitar Rp.35 juta, yang dikerjakan oleh CV Kediri Putra anak perusahaan PT.Triples.

Kepala Desa (kades) Klampisan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri dikecewakan adanya proyek TPT didesa setempat yang kualitasnya sangat jelek.

Kades Klampisan Eko Yanto AS khawatir bangunan PPT itu tidak sampai setahun sudah hamcur. Karena campuran adonan (luluh) perbandinganya kurang lebih 1 di banding 12, sehingga meski bangunan sudah 4 hari masih lembek, dan muprul.” Mosok kalau semenya standar sudah 4 hari di cuwil masih muprul, ” kata Kades.

Bahkan yang membuat jengkel, sebagaian bahan adonan ada yang dicampur dengan tanah liat (lempung). Menurut Kades, kualitas bangunan sangat jauh bila dibandingkan dengan proyek yang dikerjakan oleh desa setempat. (aji/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional