Connect with us

Kota Batu

Duka Kembali Menyelimuti DPRD Kota Batu

Diterbitkan

||

Memontum Kota Batu—-Kabar duka kembali menyelimuti gedung DPRD Kota Batu. Salah satu anak bangsa terbaik yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Batu periode 2009-2014, dari F Hanura Sugeng Hariono meninggal dunia di rumah sakit Karsa Husada, Kota Batu, Sabtu (2/6/2018) petang.

Wafatnya Sugeng Hariono menambah daftar anggota DPRD Kota Batu lebih dulu meninggal dunia sebelum akhir masa jabatannya. Sebelumnya Anggota F PDIP, Wito Argo wafat saat menikmati hobinya mengendarai motor tril.
Disusul anggota DPRD Kota Batu dari Partai Nasdem, Sandy Pratama Putra meninggal dunia dengan cara gantung diri digudang rumahnya. Jauh sebelum ketiga anggota DPRD Kota Batu meninggal dunia.

Lebih dulu Ketua Komisi B DPRD Kota Batu periode 2009-2014 Hari Purnomo juga meninggal dunia sebelum habis masa kerjanya sebagai anggota DPRD Kota Batu.

Kabar meninggalnya Sugeng Hariono langsung menyebar lewat media sosial (Medsos). Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo bersama koleganya Simon Purwoali, teman almarhum saat sama sama menjabat anggota DPRD Kota Batu nampak mendatangi ke rumah duka di Desa Sidomulyo untuk berbela sungkawa.

Tidak terkecuali dengan anggota DPRD Kota Batu yang lain. Serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta staf DPRD Kota Batu juga takziah kerumah duka.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RSU Karsa Husada Kota Batu. Politikus Partai Hanura yang mengawali kariernya sebagai pengusaha bunga di Desa Sidomulyo ini menjalani perawatan medis karena sakit stroke.

Ditemui Memo X,Wakil Ketua DPRD Kota Batu Haridana Wahyono menyatakan, almarhum merupakan sosok anggota DPRD Kota Batu yang disiplin dan ramah.

“Sebelum meninggal beliau sempat dirawat di RS Paru Kota Batu. Ya kaget sangat mendadak, sebelumnya beliau masih mengikuti berbagai kegiatan di DPRD. Sungguh kehilangan besar dari sosok yang dikenal dengan etos kerja yang baik dan disiplin semasa hidupnya, “ungkap Hari Danah.

Senada diucapkan Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, Sudiyono. Almarhum merupakan sosok yang berwibawa dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas legislatif.
Beliau pernah sebagai pimpinan. Secara pengalaman dan kapasitas diatas rata-rata. “Kami sering rapat komisi dengan beliau sering memberi masukan yang baik untuk kebaikan Kota Batu,” sambungnya.
Pada periode 2009-2014, Sugeng Hariono pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Batu bersama Suhadi. Saat itu Ketua DPRD Kota Batu dijabat oleh Suliadi.
Beberapa kritikan pedas pernah dilontarkan almarhum kepada Pemkot Batu. Antara lain soal pembanguna taman dan air mancur didepan Balai Kota Among Tani dianggap terlalu mahal karena nilainya hampir mendekati Rp 10 miliar.
Semasa menjabat sebagai Wakil Ketua dam anggota DPRD Kota Batu, almarhum Sugeng Hariono sering memperjuangan nasib petani apel dan petani bunga di Kecamatan Bumiaji.

Tidak itu saja saat membahas anggaran bersama tim anggaran (Timgar) Pemkot Batu. Almarhum Sugeng Hariono termasuk anggota dewan yang kritis. Tidak segan dia memprotes bahkan mengusulkan pengurangan bahkan menghilangkan anggaran yang lebih menguntungkan pejabat Pemkot Batu.

Kini Sugeng Hariono telah meninggalkan kita semua. “Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan dosa dosanya diampuniNya. Selamat jalan Pak Sugeng, terima kasih atas jasamu untuk Kota Batu. Semoga engkau tenang di Nirwana,” ucap Ketua DPC Partai Hanura Kota Batu, Sriana. (lih/man/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Baru Dipasang, Portal Klemuk Sudah Tiga Kali Ditabrak

Diterbitkan

||

Baru Dipasang, Portal Klemuk Sudah Tiga Kali Ditabrak

Memontum Kota Batu – Tingkat kesadaran masyarakat pengguna jalan khususnya yang memiliki kapasitas kendaraan besar maupun tinggi yang melewati jalur klemuk (jalan Rajekwesi) masih rendah, hal ini terbukti dengan di tabraknya portal yang di pasang belum genap dua minggu ini.

Dinas Perhubungan Kota Batu hanya bisa mengelus dada ketika mendapati portal penutup jalan dengan ketinggian 2 meter telah ditabrak sebanyak 3 kali walaupun belum genap 2 minggu portal tersebut dipasang. Disisi lain, hal ini menunjukkan bahwa portal yang dipasang untuk menekan angka kecelakaan di jurang klemuk jalur alternatif pujon-batu berfungsi dengan baik agar kendaraan berat dan kendaraan yang memiliki tinggi lebih tidak memaksa melewati jalur maut tersebut.

“Awalnya ditabrak pikap muatan sayur dari arah pujon 3 hari setelah pemasangan portal pada 6 September lalu, kemudian ditabrak sama elf travel dari arah pujon menuju batu pada 14 September kemarin, dan hari ini (18/9) ditabrak lagi,” ungkap Kabid Lalin Dishub Kota Batu Hariadi. Ia menambahkan pihaknya masih belum mengetahui jenis kendaraan yang menyebabkan bengkoknya portal tersebut.

Walaupun begitu Hariadi menjelaskan pemasangan portal pada jurang klemuk tersebut tidak memakan anggaran sepeserpun karena besi yang digunakan adalah besi bekas dari rambu lalin yang sudah tidak terpakai. Sehingga Dishub Kota Batu akan selalu siap jika portal tersebut kembali ditabrak oleh kendaraan besar.

“Kemungkinan besar akan kami buat lebih kuat besinya yakni dengan diisi dengan semen cor sehingga kendaraan yang memaksa akan lebih terasa benturannya,” kelakar Hariadi. Hal ini sengaja ia ungkapkan mengingat Dishub sendiri masih belum bisa menindak pelanggar rambu karena tidak ada peraturan untuk hal tersebut.

Diwawancarai secara berbeda, Musrifah salah satu warga di kawasan Jl. Rajek Wesi Desa Pandesari Kecamatan Pujon menjelaskan kendaraan yang menabrak adalah mobil box dengan jenis Hino. “Kejadiannya sekitar pukul 09.30 WIB. Dia langsung putar balik dan tidak jadi lewat jurang klemuk,” tukasnya. ( bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pencuri Barang Antik Keluarga Munir Tertangkap di Banyuwangi

Diterbitkan

||

Pencuri Barang Antik Keluarga Munir Tertangkap di Banyuwangi

Memontum Kota Batu – Tidak butuh waktu lama bagi Polsek Kota Batu untuk menangkap DPO pencuri barang antik di rumah orang tua Munir Sa’id Thalib Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial di Jalan Diponegoro Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. Yohanda, 25 tahun warga Jl. Utomo Rejo, RW 03, RT 03, Kel. Sisir, Kota Batu dan merupakan rekan dari Husein Ahmad Thalib yang kemarin baru saja di rilis di Polres Batu (16/9) ditangkap oleh satuan polsek Batu di Dusun Krajan, RT 01, RW 01, Ds. Siliragung, kec. Siliragung, Kab. Banyuwangi.

“Dia ditangkap saat sedang tidur di rumah neneknya. Kalau terlambat sedikit saja maka kami pasti sudah kehilangan jejak,” ungkap Muhammad Lutfi Kapolsek Batu. Ia juga mengungkapkan sesaat sebelum penangkapan Yohanda pada Selasa Sore (17/9) berencana akan pergi ke Bali untuk bekerja disana.

Baca : Pencuri Barang Antik di Rumah Keluarga Alm Munir ( Kontras) Mengaku Masih Saudara Jauh

Dari data yang dihimpun, pasca rilis penangkapan Husein, Lutfi kembali melakukan pendalaman terhadap kasus pencurian barang antik tersebut hingga terkuak posisi dari Yohanda ternyata tengah berada di rumah neneknya. Satuan Resmob Polsek Batu pun akhirnya diturunkan 4 anggota untuk menyisir keberadaan Yohanda saat malam hari dan berlanjut penangkapan pada Selasa pagi.

“Tidak ada perlawanan saat ditangkap. Dia mengakui perbuatannya dan tidak ada barang bukti yang kami sita karena semua barang bukti ada di tangan Husein,” imbuh Lutfi. Ia juga mengungkapkan anggota satuan dari polsek Batu akan melakukan proses pendalaman di Banyuwangi lalu dipulangkan ke Kota Batu esok hari (18/9) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.(bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Dua Bocah Dituduh Curi Uang Rp 90 Juta, Keluarga Laporkan Pemilik Toko

Diterbitkan

||

Dua Bocah Dituduh Curi Uang Rp 90 Juta, Keluarga Laporkan Pemilik Toko

Memontum Kota Batu – Beberapa hari terakhir warga Ngantang dihebohkan dengan video dua anak kecil yang tengah bermain di sebuah toko dan dituduh mencuri sejumlah uang di toko tersebut dengan nominal Rp 90 Juta. Karena merasa dicemarkan nama baiknya dengan mengunggah video CCTV dan menuduh tanpa bukti, Umi Widayati nenek dari REB, 11 tahun kelas VI dan PDJ, 10 tahun, kelas IV murid SDN Sumberagung 1, ini akhirnya melaporkan pemilik toko ke Polres Batu.

“Sebelumnya toko tersebut sempat mengabarkan kehilangan uang Rp 90 juta dan akhirnya toko tersebut memasang cctv. Namun ketika anak kami bermain di depan toko, muncul di status whatsapp menyatakan sebagai tertuduh. Tentu membuat kami kecewa,” ungkap Edi ayah dari dua anak tersebut. Ia mengungkapkan di sana disebutkan bahwa REB dan PDJ tengah dicari karena mencuri uang Rp 90 juta.

“Kami kumpulkan keterangan guru dan teman sebayanya bahwa kedua anaknya dituduh sebagai bibit maling dan video tersebut diunggah pada 14 Agustus lalu,” imbuh Edi. Setelah bukti pencemaran nama baik dirasa cukup, Edi sang ayah dan Umi Widayati yang merupakan nenek kedua anak tersebut, melaporkan ke Polres Batu pada 27 Agustus lalu.

Sementara itu, kepada memontum.com Umi mengaku kedatangannya Senin siang (16/9/2019) di Polres Kota Batu dikarenakan mendapat panggilan dari Polres untuk kelanjutan kasus pencemaran nama baik tersebut. “Semoga bisa ditindak dengan adil. Tidak ada bukti tapi kok menuduh,” imbuh Umi.

Hal ini dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Batu Ipda Ivandi ketika dikonfirmasi. “Yang dilaporkan adalah SC (pemilik toko) warga Jalan Mangga, RT 14 RW 2, Dusun Prabon II, Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Dua bocah dibawah umur tersebut dilaporkan karena anaknya yang tengah menghabiskan uang jajan dan berseliweran di depan toko SC di Pasar Ngantang dituduh mencuri,” pungkasnya. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler