Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Disdik Jatim: Kasus Siswi Gantung Diri, Tak Ada Hubungan Dengan Sistem Zonasi

  • Minggu, 3 Juni 2018 | 13:57
  • / 19 Ramadhan 1439
  • Dibaca : 44 kali
Disdik Jatim: Kasus Siswi Gantung Diri, Tak Ada Hubungan Dengan Sistem Zonasi

Memotum Blitar Kabar yang beredar siswi SMP di Kota Blitar nekat mengakhiri hidupnya secara tragis karena kecewa dengan sistem zonasi masuk SMA yang diterapkan di Kabupaten dan Kota Blitar.

Dengan sistem zonasi itu, diduga korban beranggapan tidak bisa masuk SMA 1 Kota Blitar yang menjadi sekolah favoritnya. Lantaran korban tinggal di luar zona SMA 1 Kota Blitar, meski korban tercatat sebagai siswi SMP Negeri 1 Kota Blitar.

Hal tersebut ditepis Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten/Kota Blitar, Suhartono.

Suhartono menegaskan, peristiwa bunuh diri yang dilakukan siswi SMP di Kota Blitar, tidak ada hubungannnya dengan sistem Zonasi. Menurut dia, sebenarnya sitem Zonasi tersebut tidak memberatkan siswa.

“Jadi sistem zonasi ini kami nilai tidak memberatkan para siswa. Karena kan sudah ada kuota 10 persen bagi siswa yang berada di luar zona” kata Suhartono, Kamis (31/05/2018).

Lebih lanjut Suhartono menjelaskan, meskipun ada sistem zonasi, namun pihak Dinas Pendidikan sudah memberikan kuota 10 persen bagi siswa-siswi di luar zona agar bisa masuk di sekolah favoritnya. Tetapi, mereka harus bersaing dengan siswa-siswi lainnya yang mempunyai nilai bagus.

“Tentunya mereka harus bersaing. Jadi tidak semua bisa diterima, tergantung kuota yang telah disediakan Dinas Pendidikan”, jelasnya.

Sementara itu, hingga saat ini jenazah EP (16), siswi SMPN 1 Kota Blitar yang gantung diri di kamar kostnya masih berada di Wisma Paramita. Beberara kerabat korban masih terlihat berdatangan untuk ikut berbela sungkawa dan mendoakan korban. (jar/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional