Hukum & Kriminal

iklan kpu kota malang
space ads post kiri

Terpeleset, Dua Anak Tenggelam di Bengawan Solo

  • Senin, 4 Juni 2018 | 21:03
  • / 20 Ramadhan 1439
  • Dibaca : 63 kali
Terpeleset, Dua Anak Tenggelam di Bengawan Solo
Sejumlah petugas BPBD saat melakukan pencarian terhadap kedua korban

Memontum Lamongan – Nasib naas menimpa dua anak, Najib (10) anak dari Solikin dan M. Abdul Kohar (9) anak dari Karim, warga Desa Centini, Kecamatan Laren asal Lamongan yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayah Lamongan, Senin (4/6/2018). Bahkan, hingga pukul 18.00 WIB pencarian terhadap dua anak ini masih terus dilakukan.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, M Muslimin menerangkan kejadian tersebut bermula saat 3 anak ini, yaitu Najib, Kohar dan Huda jalan-jalan pagi sambil membawa pancing. Sesampainya di tepi tanggul Bengawan Solo yang ada di Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Tuban, salah satu dari 3 anak ini mengayunkan pancing yang mereka bawa ke arah sungai. Nahas, saat mengayunkan pancing ini salah satu dari mereka terpeleset dan jatuh ke sungai. “Saat terpeleset ini, salah satunya berusaha menolong temannya tapi ikut terpeleset juga ke sungai,” terang Muslimin menceritakan kronologis kejadiannya.

Sementara, Huda yang berhasil selamat, melihat 2 temannya terpeleset jatuh ke sungai, lanjut tidak berani menolong dan akhirnya berlari pulang untuk memanggil kedua orang tuanya. “Dari cerita korban selamat inilah, kami akhirnya melakukan pencarian di sepanjang sungai Bengawan Solo Mulai dari Simorejo yang masuk wilayah Tuban hingga ke Lamongan,” tuturnya.

Muslimin menuturkan, hingga saat ini petugas masih terus melakukan pencarian terhadap 2 korban ini dengan melibatkan petugas pencarian dari BPBD Lamongan dan BPBD Tuban dengan menggunakan 4 perahu karet. “Proses pencarian masih berlangsung hingga saat ini, dan kami menggunakan teknik floating agar korban bisa muncul di permukaan,” terangnya.

Muslimin juga mengungkapkan, untuk memudahkan proses pencarian, pihaknya juga sudah menutup pintu air yang ada di Bendung Gerak Babat (Babat Barrage). Pihaknya, lanjut Muslimin, terus berkoordinasi dengan penjaga bendung gerak untuk mempermudah menemukan korban. “Petugas kita bagi jadi 2 tim, tim kapal dan tim pantai yang ada di atas,” pungkasnya.

Di sisi lain, Solikin ayah korban Najib mengaku saat kejadian tersebut tidak mengalami firasat apapun. “Anaknya gak pernah main ke bendungan, malah kalau di ajak ke bendungan sering tidak mau,” ucapnya. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional