Connect with us

Pasuruan

Dugaan Korupsi Bansos Kebonwaris

Diterbitkan

||

Dugaan Korupsi Bansos Kebonwaris

Dibidik Polres, Dibiarkan Disnak

 
Memontum Pasuruan – Sat Reskrim Polres Pasuruan, terus melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp 75 juta yang diterima kelompok tani Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan. Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso membenarkan jajarannya saat ini melakukan penyelidikan dugaan tidak pidana korupsi pada dana Bansos yang diterima kelompok tani setempat.

“Penyidik masih terus melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus ini (Bansos Desa Kebonwaris),” tandas AKP Budi Santoso saat berada di Kapolres Pasuruan, Selasa (5/6/2018).

Disinggung perkembangan kasus tersebut sama dimana, Budi mengatakan, ini masih ditanyakan ke penyidik. “Karena kasus ini, sebelum saya menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres Pasuruan. Namun kita pastikan akan serius menanganinya,” tambahnya.

AKP Budi menjelaskan dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi membutuhkan waktu cukup lama, beda dengan penyidikan hanya butuh 3 bulan. “Sehingga kalau belum ada tersangka, bukan berarti penyelidikan dihentikan, tapi terus mengumpulkan bukti,” ujar Kasat.

Tempat lain, Ari salah satu Kabid Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan menegaskan, sebelum kasus mencuat dirinya belum menjabat Kabid di Dinas Peternakan. “Makanya saya tidak tahu persis kasus ini. Namun pastinya Matri Hewan, Sulasminah mengetahui seputar yang sampean tanyakan,” kata Ari.

Sebelum bansos itu diterima kepada kelompok tani, ia katakan ada surat penerimaan dan pertanggung jawaban. “Apabila sapi-sapi bansos dijual, harus ada laporan pertanggung jawaban dari kelompok tani. Jika tidak ada laporan, ini jelas tidak benar,” tegasnya.

Seperti diwarta sebelumnya, kasus dugaan korupsi bansos berupa uang ) senilai Rp 75 juta dibelikan sepuluh ekor sapi diterima kelompok tani sarat penyelewengan yang diduga melibatkan Agus Subagyo Ketua Kelompok Tani yang juga sebagai perangkat desa setempat dan Sulasminah Mantri Hewan Puskeswan Pandaan. (dik/yan)

Hukum & Kriminal

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Diterbitkan

||

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Memontum Pasuruan – Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Pasuruan pada Rabu (25/9/2019) dibuat pontang-panting, akibat adanya empat titik kebakaran yang waktunya hampir bersamaan. Bahkan untuk menangani pemadaman kebakaran tersebut, pihak PMK Kab. Pasuruan meminta bantuan pada PMK Kota Pasuruan.

Menurut Ruspandi Kepala PMK Kab.Pasuruan saat dikonfirmasi, mengatakan,” sehari ini (Rabu, 25/9/2019) setidaknya ada empat tempat kebakaran,”tegasnya.

“Lima titik kebakaran ada di Sukorejo, Prigen, Kalirejo dan Kepulungan Gempol. Untuk menjinakan amukan si jago merah ini, pihaknya meminta bantuan PMK dari Pemkot Pasuruan dan PMK PT. Sampoerna. Beruntung seluruh tempat yang terbakar bisa diatasi oleh petugas yang ada. Sementara itu dari empat kebakaran tersebut, tidak memakan korban jiwa dan hanya kerugian material jutaan rupiah. Pun demikian juga kebakaran yang ada di Sukorejo(rumah) dan pasar Kepulungan-Gempol,” ungkapnya.

Hingga saat ini penyebab kebakaran belum bisa diketahui, petugas masih melakukan pembasahan dilokasi kebakaran. Petugas dari unsur Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan,”pungkas Ruspandi. (arp/hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jenguk Anak Opname, Buronan Dicokok Buser Polres Pasuruan

Diterbitkan

||

Jenguk Anak Opname, Buronan Dicokok Buser Polres Pasuruan

Memontum Pasuruan – Pemburuan terhadap para pelaku pencurian mobil mitsubishi L-300 milik CV Angkasa Kecamatan Tutur yang dilakukan oleh trio spesialis pencuri mobil, akhirnya berhasil diberangus tim buru sergap Sakera Satreskrim Polres Pasuruan.

“Pelaku Sunaryo (29) warga Dusun Prodo, Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan adalah pelaku terakhir dari komplotan spesialis pencurian mobil,” tegas Kanit Jatanras Polres Pasuruan.

Dijelaskan, komplotan ini berjumlah tiga orang. Dua pelaku telah kami tangkap yakni Khodir (proses persidangan)dan Sul (telah divonis). Para pelaku pada 16 Agustus 2016 lalu melakukan pencurian satu mobil pick-up mitsubhisi L-300 nopol N 8723 TD yang berada di garasi penampungan susu milik CV Angkasa. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas mendapati nama satu pelaku .Petugas awalnya menangkap Sul dipersembunyianya, dari hasil lidik atas tersangka Sul, petugas mendapati identitas kedua pelaku.

Mendengar kedua rekannya tertangkap, Sunaryo melarikan diri ke luar pulau. Selang tiga tahun berlalu, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku ini terlihat di sekitaran puskesmas Nongkojajar, Kecamatan Tutur.

Mendapati info tersebut, kami langsung menuju ke puskesmas yang dimaksud. Pelaku langsung kami tangkap, saat sedang menjenguk anaknya yang sakit. Pelaku mengakui dan langsung kami gelandang ke Mapolres Pasuruan,untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Iptu Maryana Kanit Jatanras Polres Pasuruan. (hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gembong Curanmor 14 TKP Diberangus Tim Sakera Polres Pasuruan

Diterbitkan

||

Iwan spesialis curanmor 14 TKP

Memontum Pasuruan – Berakhir sudah sepak terjang Iwan (20) pemuda asal Dusun Krajan, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Pasalnya saat ini ia harus merasakan penatnya dan dinginnya hidup terkurung dalam sel tahanan di Mapolres Pasuruan.

“Pelaku ini merupakan spesialis curanmor di 14 TKP, yang berhasil kami ringkus. Modus operandi yang dilakukan pelaku ini yakni berkeliling mencari mangsa menggunakan sepedamotor Honda CBR warna oranye tanpa plat nomer bersama rekannya yakni Imron (DPO). Dari hasil lidik sementara ini, pelaku bersama rekannya tersebut telah melakukan pencurian dan perampasan sepedamotor di 14 TKP yaitu di wilayah Kecamatan Sukorejo, Pandaan, Purwodadi, Purwosari dan Gempol,” terang Iptu Maryana Kanit Jatanras Polres Pasuruan.

Ditambahkan, dari penangkapan ini, pihaknya mengamankan 1 unit sepeda motor Honda CBR tanpa plat nomer yang digunakan untuk menjalankan aksinya. Saat ini tim penyidik masih mengembangkan perkaranya dan mencari keberadaan penadah motor curiannya.

“Kami menjerat pelaku dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara, ” tukas Wak Inggih sapaan Kanit Jatanras Polres Pasuruan ini. (hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler