Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Dulu Njambret di Pasuruan, Kini Njambret di Sumberpucung

  • Jumat, 8 Juni 2018 | 20:43
  • / 24 Ramadhan 1439
  • Dibaca : 156 kali
Dulu Njambret di Pasuruan, Kini Njambret di Sumberpucung
NGAKU 3X : tersangka tinggal 10 tahun di Wonosari. (sos)

Memontum Malang – Lima kali aksi, tersangka Sutrisno (38) mengaku tinggal di Sumberdem Wonosari menjadi jambret tunggal alias seorang diri. Sabtu (2/6/2018) dini hari, anggota Buru Sergap Polres Malang meringkus tersangka.

Sutrisno mengakui aksi jambretnya seorang diri di sekitaran Sumberpucung dan Kepanjen. Semuanya, mengincar pengendara sepeda motor perempuan yang memakai kalung emas di jalan raya yang sepi. Bukan pagi hari, Sutrisno menjambret pada siang hari.

“Tersangka memepet korban dan menarik kalung korban. Dia mengaku 5X, 2X di Pucung, 1X Kepanjen dan Jalinbar, ” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung dalam rilis pers.

“Lima kali. Di Talangagung sama Sumberpucung. Terakhir di Talangagung. Kalung tok, satu, ” ungkap Sutrisno kepada AKBP Yade Setiawan Ujung. Yade kemudian menyebut jika tersangka mengaku beli baju lebaran hanyalah dalih semata. Sebab, tersangka bukan orang “baru” di dunia alap-alap.

“Mau beli ayam, buat beli baju lebaran anak. Anak saya satu, ” aku tersangka di hadapan petugas. Bekerja menjadi tukang sampah keliling sehari-hari, Sutrisno mengaku memiliki sepeda motor Suzuki Satria FU dengan membelinya Rp 5 juta.

Awal pertama jambret, mendapat 3 gram kalung emas di Sumberpucung. Uang hasil penjualan, dipakai tersangka untuk berjudi adu ayam pertarung. Sekali jambret, kembali ia kumat. Berikutnya ia mencari uang dengan menjambret.

Di hadapan AKBP Yade Setiawan Ujung, kalung emas jambretan diakui tersangka dijual ke Blitar.
“Saya pernah tahun 2015 dihukum 9 bulan, kasus jambret di Pasuruan, ” sebut tersangka Sutrisno. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional