Hukum & Kriminal

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
space ads post kiri

Aneh, Pemborong Bangun Jembatan Tidak Tahu Aturan, Muspika dan SDA Tegur Keras

  • Senin, 11 Juni 2018 | 22:32
  • / 27 Ramadhan 1439
  • Dibaca : 261 kali
Aneh, Pemborong Bangun Jembatan Tidak Tahu Aturan, Muspika dan SDA Tegur Keras
Lokasi Pembangunan Jembatan Yang Di Teruskan Pemborong Tanpa Ijin Di Jalan Raya RA Kartini, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong Jember

Memontum Jember – Pembangunan jembatan di jalan Raya RA Kartini, Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, jember lebih tepatnya di depan resto Cepat Saji Che Bezt menuai teguran keras dari Muspika dan Pengamat SDA wilayah.

Jembatan kurang lebih 15 meter yang akan dibangun di drainase aliran sungai tersebut sekitar 2 bulan lalu juga pernah di tegur oleh kepala desa dan muspika. Ketika di tanyakan surat ijin bilang ada namun ternyata hal itu adalah kebohongan belaka.

Ahirnya setelah lama permasalahan itu berlalu pengembang bernama Sukir Asal Kecamatan Kencong sekitar 4 hari belakangan ini melakukan kegiatan lagi. Dan lebih parahnya semua sudah terpasang bambu bambu dan siap untuk pengecoran jika tidak segera di hentikan.

Pihak pengamat SDA wilayah Gumukmas Yono mengaku dan membenarkan jika sampai saat ini tidak ada ijin yang ia terima ataupun tembusan dari dinas pelayanan satu pintu, ucapnya Senin, (11/6/2018) di lokasi jembatan.

Hal serupa juga di sampaikan pihak camat kencong Susmiadi yang dulunya juga sebagai pengamat SDA kencong ahirnya mengatakan “secara teknis dilihat dari lebar sudah memenuhi standart, namun dalamnya sangat kurang sekali. Apapun itu meski semua sudah pas.,ijin harus jelas. Dan ini ijin nya belum ada sudah mau di cor. Saya tegaskan jika kebijakan di langgar kami dan SDA akan bongkar paksa biar tidak menjadi polemik di kemudian hari, tegas camat kencong.

Pihak pemborong Bernama Sukir ahirnya membuka suara dan mengatakan saya binggung harus ijin ke siapa, teknis dia juga tidak tahu, dalihnya.

Pihak aparatur negara melalui Babinsa kawasan tersebut Bernama Pak joko sempat melontarkan kata ultimatum “kan sudah jelas pak waktu itu kita kesini awal mengasih penjelasan jika belum ada ijin jangan di langgar, karena semua harus prosedur. Jika nanti ada warga tidak terima jadi permasalahan baru, ujarnya. (Lum/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional