Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

20 Tahun Jalan Parang Tirto Tak Beraspal

  • Kamis, 28 Juni 2018 | 20:44
  • / 14 Syawal 1439
  • Dibaca : 193 kali
20 Tahun Jalan Parang Tirto Tak Beraspal
Suyitno Kepala Dusun Tambakrejo (kanan),dan Suliadi (kiri) menunjukkan jalan Parang Tirto kondisi rusak parah tidak tersentuh pembangunan (Memo X/Agus HP)

Memontum Sidoarjo – Jalan Parang Tirto berjarak 2 kilometer dan lebar 6 meter, terletak di Desa Tambakrejo,Kecamatan Krembung, Kamis (28/06) siang tidak tersentuh pembangunan.Parahnya jalan akses menghubungkan desa itu dengan desa yang lain,kerap dipergunakan aktifitas sebagai jalur alternatif nampak terlihat bebatuan (makadam) dan berdebu.

Kepala Desa Tambakrejo,Heru Mahmudi S.Kom MM melalui Kepala Dusun Suyitno dan Suliadi pada Memo X menjelaskan,jalan Parang Tirto selama 20 tahun tidak ada pengerjaan pembangunan maupun perbaikan sama sekali.Sehingga jalur tersebut, kondisinya rusak serta makadam dan berdebu.Padahal jalan itu satu-satunya jalur alternatif,ketika jalan utama ditutup oleh warga bilamana mempunyai hajatan,ucapnya

Jalan Parang Tirto masih berupa tanah menuju Dusun Awar-Awar,Desa Tambakrejo, Krembung tanpa PJU (Memo X/Agus HP)

Jalan Parang Tirto masih berupa tanah menuju Dusun Awar-Awar,Desa Tambakrejo, Krembung tanpa PJU (Memo X/Agus HP)

Diungkapkan, Suyitno,sebenarnya panjang jalan itu 2 kilometer,1 kilometer makadam,1 kilometer masih berupa tanah.Lokasinya berada di RT.04,07,09,RW.02,04 dan RW.05, itupun tanpa lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).Pihaknya bersama pemerintahan desa, sudah mengajukan bantuan pembangunan kepada pemerintah Kabupaten Sidoarjo namun tidak ada realisasinya,terangnya

Diakui Suyitno,Dirinya juga sudah pernah mempertanyakan status jalan tersebut pada instansi terkait pada pemerintah Kabupaten Sidoarjo,apakah jalur itu jalan kabupaten atau jalan desa ? itupun sampai saat ini tidak ada jawaban.Sebaliknya,jika benar adanya bahwa jalan itu adalah jalan desa maka kami akan melakukan pengerjaan pembangunan, katanya

“Saya khawatir mas…jika dikerjakan ternyata jalan tersebut,adalah jalan kabupaten dan menimbulkan permasalahan baru.Sebab menyakut soal anggaran,apalagi lampu PJU di tiga RT,tiga RW sebanyak 20 titik kondisi padam selama 1 tahun dan tidak menyalah. Kami berharap kepada instansi terkait pemerintah Kabupaten Sidoarjo,segera merealisasikan pengerjaan pembangunan agar jalur ekononi dapat dipergunakan kembali “, ungkap Suyitno pada Memontum.com (gus/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional