Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Dikira Tidur, Abang Becak Mati di Becaknya

  • Selasa, 10 Juli 2018 | 19:34
  • / 26 Syawal 1439
  • Dibaca : 228 kali
Dikira Tidur, Abang Becak Mati di Becaknya
Korban sebelum dipindah ke kantor Desa

Memontum Banyuwangi – Warga Dusun Cangkring, Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi digegerkan dengan kabar meninggalnya Abang becak di depan MTs Cangkring, Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 15.00 sore.

Awal diketahuinya Suba’i (65) warga Dusun Krajan, Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat meninggal dunia, saat itu Guntur (43) warga Dusun Cangkring, Desa Pengantigan sekitar pukul 12.00 melintas didepan Mata Cangkring dan melihat korban tertidur diatas becak miliknya. Namun sekembalinya dan melitas di jalan tersebut sekitar pukul 15.00 Wib, melihat korban masih belum, dengan posisi yang sama. Lantas Guntur menghampiri korban dan membangunkannya, namun korban tidak bergerak

“Karena dibangunkan tidak bergerak, lantar Guntur meminta bantuan kepada warga setempat, agar korban dipindahkan di kantor Desa Pengantigan,”terang Kompol. Suhariyono.

Sementara, Supinah (55) istri korban mengaku sekitar pukul 08.00 Wib pagi, korban berpamitan kepada dirinya hendak kerja. Menurut Supinah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari suaminya (korban) menjadi tukang becak.

“Suami saya itu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ya jadi tukang becak. Tadi pagi suami saya pamitan hendak cari rejeki, tiba-tiba saya mendapat kabar kalau suami saya meninggal dunia,”ujar Supinah.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya penganiayaan. Diduga korban meninggal dunia terkena serangan jantung. Kemudian korban dibawa kerumah duka untuk disemayamkan.

“Di duga, korban meninggal dunia akibat serangan jantung,”kata Kapolsek Rogojampi. (ras/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional