Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Dua Hektar Tumpukan Sampah Supit Urang Terbakar

  • Selasa, 24 Juli 2018 | 20:06
  • / 11 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 260 kali
Dua Hektar Tumpukan Sampah Supit Urang Terbakar
Petugas PMK berjuang memadamkan api di TPA Supit Urang. (Ist)

Memontum Kota Malang – Tumpukan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir ) Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (24/7/2018) pagi terbakar. Bahkan akibat terbakarnya tumpukan sampah seluaa 2 hektar tersebut sempat menimbulkan polusi asap kawasan Mulyorejo dan sekitarnya.

Petugas PMK Kota Malang harus bekerja keras untuk memadamkan api. Dikarenakan banyaknya titik api yang bermunculan. Selain dilakukan penyiraman juga dilakukan penutupan dengan tanah supaya kepulan asap tidak semakin menyebar.

Tentunya banyaknya lokasi yang terbakar karena titik angin yang cukup kencang. Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Jose Manuel Belo saat dikonfirmasi Memo X sekitar pukul 19.30, mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pemadaman. ” Sampai malam ini kami masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Jose Belo.

Baca Juga: TPA Supit Urang Longsor, Korban Ditemukan Terpendam 4 Meter

Hingga malam ini sudah 105 tangki Damkar sudah melakukan penyiraman namun api tetap saja bermunculan. ” Ada 7 unit mobil Damkar. 1 unit sudah melakukan pengisian 15 kali. Ya bisa dihitung berarti 7 x 15 kali. Namun sampai malam titik api masih bermunculan,” ujar Jose Belo.

Sebelumnya Sunari, Ketua RW 5 Supit Urang bahwa kebakaran itu terjadi setiap tahun ketika musim kemarau. ” Kemungkinan karena gas metan. Karena sampah mengandung gas metan sehingha sedikit banyak terik matahari turut memberikan efek ke tumpukan sampah,” ujar Sunari.

Baca Juga: TPA Supit Urang Longsor, Lokasi Zona Rawan

Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta SH saat dikonfirmasi Memo X mengatakan bahwa api merambat dari sisi barat ke sisi timur.

” Karena angin api akhirnya merembet ke sisi timur. Timbul asap hebat karena sampah di sisi timur masih setengah basah sehingga asap menyelimuti warga sekitar. Sampah basah tersebut di bawahnya mengandung zat methan yang rentan terbakar. Busa saja sewaktu waktu terbakar lagi,” ujar Kompol Anang. (gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional