Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

5 Hektar Lahan Tebu di Candisari Ludes Terbakar

  • Kamis, 2 Agustus 2018 | 20:17
  • / 20 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 128 kali
5 Hektar Lahan Tebu di Candisari Ludes Terbakar
Lahan tebu yang terbakar diduga tersulut api rembetan kebakaran hutan

Diduga Tersulut Api dari Rembetan Kebakaran di Hutan Sambeng

 
Memontum Lamongan – Seluas 5 hektare lahan tebu milik dua petani warga Desa Candisari Kecamatan Sambeng, Lamongan ludes terbakar. Lahan tebu milik Zainul dan Triani tersebut, diduga terbakar karena tersulut api dari rembetan kebakaran di hutan Sambeng.

Kebakaran lahan tebu seluas 5 hektar tersebut dibenarkan oleh Camat Sambeng, Hersad. Ia mengatakan, untuk memadamkan api yang melumat lahan tebu itu, para petani dan warga sekitar bersama Muspika hanya bisa dengan membabat tanaman tebu yang ada di seputaran titik kebakaran agar api tidak semakin menyebar. “Usaha pemadaman oleh warga dan para perangkat desa hanya dengan cara membabat sekelilingnya,” ungkap Camat Sambeng, Hersad, Kamis (2/8/2018) sore.

Sebab, menurutnya jarak lokasi yang cukup jauh dari jalan desa dan jalan raya, tidak memungkinkan pemadaman dilakukan dengan menggerakkan mobil PMK. Karena harus melintasi banyak sawah para petani yang juga padat tanaman tebu dan tanaman lainnya, seperti jagung. Kalau dipaksakan, akan banyak resiko dan kerugian yang cukup besar yang dialami petani.

“Lahan dan tanaman akan rusak, jika mobil PMK dipaksakan masuk. Jadi upayanya hanya melokalisir agar api tidak meluas,” ucap Hersad.

Tak hanya itu, sambungnya untuk menjaga segala kemungkinan agar tidak sampai meluas, para petani bersama warga tetap berada di lokasi. Apalagi, cuaca panas dan hembusan angin daat menyebabkan api cepat meluas dan sulit dipadamkan. “Warga tetap mewaspadai adanya kemungkinan api atau percikan api yang terbawa hembusan angin kencang,” ujarnya.

Sementara, saat ditanya mengenai taksiran kerugian, Hersad masih belum bisa memperkirakan. “Ini api masih belum padam, kami masih belum bisa memperkirakan besaran kerugian,” pungkasnya. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional