Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Meresahkan, Belasan Warung Remang-Remang di Petiyin Dibongkar Warga

  • Selasa, 14 Agustus 2018 | 23:22
  • / 2 Djulhijjah 1439
  • Dibaca : 198 kali
Meresahkan, Belasan Warung Remang-Remang di Petiyin Dibongkar Warga
Suasana pembongkaran warung remang-remang yang dilakukan warga dengan didampingi petugas keamanan

Memontum Lamongan – Dengan didampingi petugas keamanan, warga Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro membongkar belasan warung remang-remang di desa setempat. Setidaknya ada 13 warung remang-remang yang beroperasi di Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro dibongkar karena dianggap telah meresahkan warga.

“Aksi pembongkaran warung ini dilakukan setelah sebelumnya telah ada kesepakatan antara warga untuk mengosongkan lokasi warung,” kata Camat Solokuro, Anton Sujarwo yang ada di lokasi pembongkaran, Rabu (14/8/2018).

Pembongkarang warung remang-remang inipun sempat ada perlawanan dari pemilik warung. Salah seorang pemilik warung, Abdul Rozak sempat menghalang-halangi aksi pembongkaran warung oleh warga ini. Namun, aksi Rozak berhasil dihentikan oleh petugas keamanan yang juga berada di lokasi.

“Salah satu pemilik warung ini berusaha menghalang-halangi pembongkaran karena beralasan yang bersangkutan tidak diundang saat rapat di balai desa,” terangnya.

Selain Rozak, pemilik warung lainnya, Ibu Atekan juga hanya bisa menangis saat melihat warungnya dibongkar oleh warga. Namun, sesuai dengan kesepakatan, pembongkaran warung ini tetap dilakukan oleh warga desa sementara petugas hanya mengamankan saja jalannya pembongkaran.

Sementara itu, salah seorang warga Ustadz Khoyin mengatakan, pembongkaran ini dilakukan setelah sebelumnya telah ada pertemuan dan perjanjian antara pemilik warung dan warga. Menurutnya, warga sebelumnya juga sudah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan MUI dan kepolisian untuk menertibkan warung remang-remang ini.

“Sebelumnya warga koordinasi dengan MUI dan Lolres untuk menertibkan lokalisasi tersebut karena selama ini sering terjadi keributan,” kata Khozin.

Di sela-sela aksi bongkar ini, ibu-ibu warga desa juga ikut menyaksikan sambil membentangkan spanduk dan poster menolak keberadaan warung ini. Ibu-ibu ini mengaku menolak dan meminta agar Petiyin dijauhkan dari praktek prostitusi.

Sedangkan beberapa tulisan dalam spanduk dan poster warga tersebut diantaranya adalah MUI mendukung aksi Penolakan dan pembubaran lokalisasi di Petiyin, Gerakan Rakyat Membangun untuk Membersihkan Tempat Prostitusi di Wilayah Takeran, Petiyin dan Sekitarnya khususnya Lamongan. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional