Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

12 Anggota Satpas SIM Polres Kediri Kena OTT Satgas Saber Pungli

  • Senin, 20 Agustus 2018 | 21:24
  • / 8 Djulhijjah 1439
12 Anggota Satpas SIM Polres Kediri Kena OTT Satgas Saber Pungli

Memontum Kediri – Sejumlah 12 anggota Satuan Pelaksana Administrasi (Satpas) SIM Polres Kediri setelah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Sapu Bersih Pungli (Saberpungli) dari Polda Jatim. Kabarnya 12 anggota dan 2 polwan itu, saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, namun menurut Kasubag Humas Polres Kediri, AKP Setijo Budi, ia tidak bisa menyebutkan kabar pengamanan itu hoax atau benar, yang jelas itu masih dalam proses pendalaman.

“Tadi juga dikatakan Kasat Reskrim bahwa Kapolres ada kegiatan di Polda Jatim dan saat ini beliau juga sedang berada disana, kemudian Kasat Lantas sendiri sedang menunaikan ibadah haji saat ini,” kata Setijo Budi saat ditemui di ruang kerjanya.

Ketika ditanya terkait berapa jumlah anggota Polres Kediri yang diamankan, Setijo Budi mengaku belum tahu pasti akan hal itu. “Saya masih belum tahu pasti, kira – kira sekitar 12 anggota dan 4 orang PNS, tapi itu semua masih perlu adanya pendalaman lagi,” jawabnya.

Sementara itu ditanya mengenai kebenaran akan tindakan pungli yang dilakukan di jajaran Polres Kediri, AKP Setijo Budi mengaku tidak tahu akan perihal itu.”Saya tidak tahu hal itu, karena semua masih dalam proses pendalaman, ” ujarnya.

Dalam OTT tersebut selain mengamankan 16 orang yang terlibat diduga melakukan praktik pungutan liar, tim saberpungli juga mengamankan sejumlah barang bukti pungutan liar di luar Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP) sebesar Rp 71.177.000.

Selama ini, masyarakat Kediri resah selalu dipersulit dalam proses membuat surat izin mengemudi (SIM) yang harus membayar Rp500 ribu untuk SIM C dan Rp650 ribu untuk pembuatan SIM A.

Dari keluhan masyarakat itulah Satgas Saber Pungli bergerak dan menjaring lima calo alias cabang loket yakni berinisial Har (36), Alex (40), Bud (43), Dwi (30), dan Yud (34), mengaku punya hubungan jaringan dengan orang PNS berinisial An (40), orang kepercayaan Kapolres. Kemudian An, menyetorkan hasil mereka lewat si calo ke Baur SIM. Hasil menaikkan bandrol layanan SIM dikumpulkan per minggu kemudian dibagi sesuai jabatan dan jatahnya. (im/aji/mid/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional