Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Warga Ngembeh Protes, Jalan Poros Ditanami Pohon Pisang

  • Minggu, 2 September 2018 | 19:27
  • / 21 Djulhijjah 1439
  • Dibaca : 172 kali
Warga Ngembeh Protes, Jalan Poros Ditanami Pohon Pisang
Pemuda dan warga dusun ketangi saat menanam pohon pisang dan memasang slogan sebagai bentuk protes

Memontum Mojokerto – Setelah kemarin dikabarkan Galian C yang menuai Pro dan Kontra warga Dusun Ketangi Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Kini kembali pada Minggu (02/9/2018) warga Dusun Ketangi memprotes akses jalan desa yang rusak dengan cara menanam beberapa pohon pisang di tengah jalan penghubung Dusun Ketangi menuju Dusun Juwono. tepatnya di Pintu masuk Dusun Ketangani sepajang 1 kilo meter. Beberapa pohon pisang tampak tertancap di tengah ruas jalan tersebut.

Berdasarkan penuturan warga sekitar, pohon pisang yang ditanami tersebut sebagai rambu-rambu waspada bagi pengguna jalan dan sekaligus bentuk protes terhadap pemerintah setempat yang belum melakukan tindakan terhadap kondisi jalan rusak yang dapat membahayakan pengguna jalan. Mereka memprotes pamong desa, lurah dan camat yang dianggap tidak menghiraukan aspirasi warga.

Galian C yang sempat menuai Pro dan Kontra Warga

Galian C yang sempat menuai Pro dan Kontra Warga

Supri warga Dusun Ketangi saat ditemui beberapa awak media mengatakan, kerusakan jalan sudah terjadi hampir dua tahun ini. Namun tidak juga ada perbaikan dari pemerintah setempat. Pembiaran tersebut membuat kondisi jalan semakin parah sehingga warga akhirnya menananam batang pohon pisang ditengah jalan.

“Baru ditanam tadi pagi, karena khawatir ada pengguna jalan yang jatuh maka warga menanam batang pisang sebagai bentuk protes karena belum juga ada perbaikan,” katanya

Masih kata Supri, Warga juga berharap dengan adanya Aksi ini Pemerintah daerah ataupun pemerintah Desa segera memperbaiki jalan tersebut.

Di singgung terkait pengadaan Galian C yang Keberadaannya di sebelah timur Dusun Ketangi yang beberapa hari lalu sempat menuai Pro dan Kontra antar Warga setempat Supri mengatakan, “untuk saat ini sudah ditutup karena pihak dari Galian C melanggar kesepakatan yang dulu pernah ada perjanjian jika galian C tidak boleh merembet ke wilayah sungai,” ujarnya

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional