Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Kebakaran Savana Bromo, Banyak Satwa Kehilangan Rumah

  • Senin, 3 September 2018 | 22:12
  • / 22 Djulhijjah 1439
  • Dibaca : 100 kali
Kebakaran Savana Bromo, Banyak Satwa Kehilangan Rumah
John Kenedi, Kepala TNBTS. (ist)

Memontum Malang – Kebakaran di Savana Bromo nampaknya menyisakan kisah tragis heean-heean yang kehilangan rumahnya. Banyak burung-burung berterbangan seolah-olah mencari sangkar dan telurnya yang terbakar. Burung-burung berterbangan di atas savana yang terbakar. Mereka berputar-putar tak tentu arah.

Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kenedi menceritakan bahwa Savana Bromo terbakar sejak Sabtu (1/9/2018) sekitar pukul 09.45.

” Banyak hewan-hewan kehilangan rumahnya. Induk burung berterbangan mencari sarangnya. Kebakaran ini kerugiannya tak ternilai,” ujar John, pada Senin (3/9/2018) siang.

Kebakaran diketahui awal di blok Plentongan hingga terus merambat. Lokasi tersebut bukanlah lokasi wisatawan diperkirakan penyebabnya bukan dari wisatawan.

” Lokasinya bukan di tempat pengunjung. Setelah mengetahui lokasi kebaran di Pletongan, petugas kemudian melakukan penanganan pendahuluan agar api tidak meluas. Angin cukup kencang hingga malam merambat ke Gunung Watang dan Jemplang.

Di bukit Teletubbies, terpantau ada delapan titik api pada Sabtu. Pada Minggu (2/9/2018), ada 274 titik api hingga pukul 12.15 wib. Pada Minggu malam sekitar pukul 19.20, titik api berkurang menjadi 191 titik. Pada Senin (3/9/2018) sekitar pukul 4.20 wib, ada 15 titik api. Jumlah itu menurun menjadi delapan pada pukul 7.49 dan hingga pukul 10.24 terpantau ada 6 titik.

“Petugas dan rewalan terus berjuang memadamkan api. Lahan yang terbakar paling luas di Savana mencapai 30 hektar. ,” ujar John. Perlu diketahui luas lahan yang terbakar mencapai 65-70 hektar.

Luasnya kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Pastinya bakal butuh lama untuk melakukan pemulihan. Ekosistem hewan kehilangan rumah dan banyak burung kehilangan sarang, telur dan anaknya yang belum bisa terbang. (gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional