Hukum & Kriminal

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Sengketa YPI Miftahul Ulum Gondanglegi, Keterangan Saksi Penggugat Sulit Disimpulkan

  • Senin, 3 September 2018 | 23:05
  • / 22 Djulhijjah 1439
  • Dibaca : 199 kali
Sengketa YPI Miftahul Ulum Gondanglegi, Keterangan Saksi Penggugat Sulit Disimpulkan
Arifin SH Kuasa Hukum Warga (Sur)

Memontum Malang – Sidang lanjutan sengketa struktur kepengurusan Yayasan Pendidikan Islam(YPI)Miftahul Ulum Desa Urek-Urek Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang di PN Kepanjen Senin (3/9/2018) kemarin. Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim ketua Wiwin Arodawanti SH.MH,bersama dua orang anggota HarisBudiarso SH.M.Hum dan Igna Aryanta ER, SH ini dalam agenda Pemeriksaan keterangan saksi pihak penggugat. Arifin SH,kuasa hukum warga menjelaskan, sidang Senin (3/9/2018) yakni pemeriksaan keterangan saksi pihak penggugat yakni dengan menghadirkan tiga orang saksi.

“Tiga orang saksi itu masing-masing bernama Masfufah seorang guru MI. Selanjutnya ada nama Habibi Putra dan Yustinus Sutanto,masing-masing warga Desa Tanggung Kecamatan Turen dan Kelurahan Kedung Kandang kota Malang.Saksi bernama Masfufah mengaku tahu status YPI Miftahul Ulum dari berkas.Dia juga mengaku tidak tahu jika Zainuddin yang dalam perkara ini duduk sebagai penggugat pernah mengundurkan diri sebagai Kepala Sekolah.Dia baru mengakui setelah kami tunjukkan tanda tangan pengunduran Zainuddin selaku Kepala Sekolah setempat”,beber Arifin Senin (3/9/2018) kemarin.

Tambah Arifin, saksi kedua dan ketiga ternyata orang luar yang sama sekali tidak faham dengan status yayasan.”Akhirnya hakim tidak mengajukan pertanyaan sama sekali,termasuk kuasa huku penggugat mencabut keterangan dua orang saksi.Jadi hanya keterangan seorang saksi yang bisa disimpulkan.Dalam perkara ini keterangan saksi dari penggugat dinyatakan selesai. Rabu (12/9/2018) depan, sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi dari pihak tergugat.Kami akan siapkan 4 orang saksi”,ujar Arifin mengakhiri.

Sidang lanjutan kasus dualisme kepengurusan YPI yang berdiri tahun 1958 silam ini berjalan seperti hari sebelumnya.Ratusan warga desa setempat turut menyaksikan jalannya persidangan.Itu dilakukan,karena mereka merasa turut memiliki serta berkontribusi dalam hal pembelian lahan untuk pendidikan setempat.

“Sekitar 70 warga desa urek-urek turut hadir dalam agenda persidangan hari ini, ini merupakan salah satu bentuk keseriusan warga, bahwa warga desa urek-urek merasa turut memiliki dan menginginkan bangunan sekolah yang juga telah dikelola oleh yayasan dapat dikembalikan fungsinya sebagaimana mestinya,” ujar Hasan Bisri salah seorang tergugat.

Menurutnya,dari 3 saksi yang dihadirkan oleh penggugat hanya satu saksi yang memberi kesaksian dengan jelas. “Dari ketiga saksi, menurut saya hanya satu saksi yang memberi kesaksian dengan jelas, ya memang ia notabene adalah pengajar di sekolah tersebut. Sementara dua saksi lainnya terlihat seperti dipaksakan dalam memberi kesaksiannya,” jelasnya. Tambah dia,itu dapat berdampak positif bagi pihaknya, karena kesaksian yang diberikan dari saksi oleh penggugat kurang kuat. (sur/yan)

1 Komentar

  1. Zainuddin Selasa, 4 September 2018

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional