Connect with us

Probolinggo

Korban Banjir Bandang Lahar Dingin Bromo Ditemukan di Laut Tongas Kulon

Diterbitkan

||

Korban Banjir Bandang Lahar Dingin Bromo Ditemukan di Laut Tongas Kulon

Memontum Probolinggo — Lukman (22) korban yang hanyut terbawa banjir bandang lahar dingin gunung bromo akhirnya berhasil ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa di perairan laut Tongas Kulon Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo, Senin (6/11/2017).

Informasi yang dihimpun memontum.com, korban ditemukan di laut Tongas Kulon Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo yang tidak jauh dari muara Laut Desa Pesisir, Kecamatan Sumbersih Kabupaten Probolinggo.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dwngan kulit sudah mengeluas di bagian dada dan kepala.” ujar Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Heri Dewa kepada Memontum.com.

(baca juga : Banjir Bandang Lahar Dingin Probolinggo, 4 Orang Hanyut)

Korban ditemukan petugas gabungan yang terdiri dari Tim SAR, Polisi Air, dan BPBD sekitar pukul 10.00 WIB.

“Korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit RSUD Tongas. Dan saat ini, proses identifikasi masih berlangsung. Namun, secara ciri ciri, sangat mirip dengan korban yang kita cari dan belum ditemukan, sekitar 90 persen,” terangnya.

(baca juga : Korban Banjir Bandang Lahar Dingin Gunung Bromo Ditemukan Satu)

Seperti sebelumnya diberitakan oleh memontum.com bahwa korban hilang setelah di terjang banjir bandang lahar dingin gunung bromo di wisata air terjun Sukapura (5/11/2017), bersama ke tiga saudaranya. Dari ke empat yang hanyut dua diantaranya selamat. Dan 1 meninggal ditemukan tadi malam dan 1 lagi baru ditemukan hari ini. (pix/yan)

Hukum & Kriminal

Jalur Tengkorak Hitungan Menit, 2 Laka Pantura, 5 Kendaraan 1 Nyawa Melayang

Diterbitkan

||

oleh

LOKASI : Truk yang terguling setelah menabrak motor. (Pix)

Memontum Probolinggo – Jalan pantura di Probolinggo benar-benar menjadi jalur tengkorak. Dalam hitungan menit saja, terjadi 2 kali kecelakaan dengan melibatkan 5 kendaraan. Akibatnya 1 korban tewas dan beberapa diantaranya terluka. Kamis (26/9/2019) pagi.

Diketahui korban tewas pengendara sepeda motor atas nama Nurul Hakim (51), warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Sumberasih. Nurul tewas di tempat kejadian setelah ditabrak dump truk dari arah berlawanan dan sampai truk terguling.

Kejadian kecelakaan tersebut bermula saat korban Nurul Hakim yang mengendarai motor bebek dengan nomor polisi N 3478 SZ melaju sedang dari arah barat ke timur. Tiba-tiba disekitar TKP, dump truk dengan nomor polisi S 9549 UQ tanpa muatan melaju kencang dari arah sebaliknya. Truk oleng hingga menabrak korban. Korban sempat terseret beberapa meter, sedangkan truk langsung terguling.

Tak hanya itu, dengan kondisi truk terguling, juga menghantam mobil penumpang. Beruntung 2 penumpang dan 1 sopir hanya luka ringan dalam kecelakaan ini.

Menurut Said sopir mobil penumpang, dump truk melaju sangat kencang dari arah berlawanan dan berjalan tanpa kendali.

“Memang laju truk terlihat kencang, oleng dan menabrak motor, imbasnya mobil saya juga kena,” ujarnya.

Tidak lama dari kejadian tersebut, polisi dari Unit Laka Lantas Polres Probolinggo Kota langsung melakukan olah tempat kejadian. Korban meninggal dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Tongas.

Masih hitungan menit dilakukan olah TKP kecelakaan pertama, kembali terjadi kecelakaan lagi saat truk peti kemas berhenti mendadak, hingga pikap dengan muatan pepaya menabrak dari belakang.

Menurut Fajar, sopir truk peti kemas, dia berhenti mendadak karena di depannya ada mobil juga berhenti mendadak.

“Saya memang ngerem mendadak karena kendaraan saya didepan juga brenti dadakan dan mobil di belakang juga nabrak kendaraan saya,” ujar Fajar.

Tidak ada korban jiwa di lakanyang ke dua, hanya luka-luka karena korban sempat terjepit body mobil, kernet mobil pick up harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Polisi dari Unit Laka terus melakukan penyelidikan 2 kasus kecelakaan ini. Dugaan sementara, pemicunya karena human eror. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Anggota Kodim Probolinggo Tewas Dibacok Maling Motor

Diterbitkan

||

oleh

Proses olah TKP oleh tim INAFIS Polres Probolinggo kota (Pix)

Memontum Probolinggo – Sertu Bambang Irawan (52), salah satu anggota Kodim 0820 Probolinggo tewas akibat dibacok kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Mengetahui info tersebut Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo, bersama Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mendatangi kediaman korban, Selasa (24/9/2019) pagi.

Imam Wibowo mengatakan bahwa korban adalah anggota TNI aktif dalam masa MPP. Imam juga mengatakan, bahwa kejadian pembacokan yang dilakukan pelaku kepada anggotanya tersebut sungguh kejam.

Prosesi Pemakaman Sertu Bambang Irawan (ist)

Prosesi Pemakaman Sertu Bambang Irawan (ist)

“Kami atas nama Kodim 0820 Probolinggo turut berduka cita. Sertu Bambang adalah anggota TNI aktif dalam masa MPP. Dari olah TKP dan keterangan para saksi yang dilakukan tim forensik Polres Probolinggo Kota, sungguh ini perbuatan yang sangat biadab,” ujar Imam.

Imam juga menuturkan bahwa korban yang terakhir bertugas di Koramil Bantaran dikenal sebagai anggotaTNI yang baik dan sigap dalam bertugas. Bahkan almarhum juga mendapatkan delapan bintang kehormatan saat bertugas di Papua dan Timor Timur.

“Almarhum adalah anggota TNI yang baik, sigap dan pernah mendapatkan delapan bintang penghargaan. Kami siap berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini, untuk menemukan dan menangkap pelaku,” tutur Imam.

Sementara Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin yang juga hadir ke rumah duka juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Ia juga berharap kasus tersebut segera diungkap oleh kepolisian.

Wali Kota Probolinggo bersama Dandim 0820 Probolinggo saat takziah ke rumah duka (Pix)

Wali Kota Probolinggo bersama Dandim 0820 Probolinggo saat takziah ke rumah duka (Pix)

“Dengan kejadian ini peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan ditingkatkan. Jangan takut, informasikan dan laporkan jika ada kriminalitas. Kami akan beri reward kepada masyarakat luas jika melaporkan kejadian kriminalitas,” kata Habib Hadi.

Almarhum Sertu Bambang Irawan dibantai hingga tewas, karena memergoki kawanan pelaku curanmor yang akan membawa satu unit motor milik tetangganya, Selasa (24/9/2019) dini hari. (Pix/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kakek di Probolinggo, 4 Tahun Jadi Bandar Sabu – Sabu

Diterbitkan

||

oleh

Tersangka bandar sabu saat di rilis Di mapolresta probolinggo (pix)

Memontum Probolinggo – Seorang kakek bernama Suparman (61), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, yang di duga bandar sabu-sabu berhasil diamankan jajaran Sat Reskrim Polsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota.

Dari barang bukti yang dj dapat, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Sub. Pasal 112 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1), UU No.35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun atau seumur hidup.

AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Probolinggo Kota mengatakan bahwa, barang bukti yang diamankan dari pelaku, berupa sabu seberat 40 gram, alat hisap dan timbangan digital kecil.

“Barang bukti yang ditemukan adalah sabu-sabu yang dikemas dalam plastik. Pertama kita temukan 0,7 gram paket sabu-sabu. Selanjutnya setelah kita kembangkan, kita temukan lagi masing-masing berisi 20 gram dan 18,9 gram. Jadi total keseluruhan 40 gram,” jelas Alfian, Senin (12/8/2019) pagi.

Alfian juga menambahkan bahwa tersangka tersebut dikenal licin dan berkali-kali sukses mengelabuhi petugas.

“Sudah lama tersangka menjadi target kami, selama 4 tahun, dan baru sekarang bisa kita ungkap. Dari keterangan dia 1 gram sabu dijual Rp 1,4 juta ,” tambah Alfian.

Dari tersangka sendiri belum bersedia menyatakan darimana dia mendapat pasokan sabu-sabu, tetapi garis besarnya Alfian memastikan, tersangka sebagai bandar, karena dipastikan bisnis haram itu di sejumlah kota di Jawa Timur.

“Kami sudah kantongi siapa pemasok sabu-sabu nya. Tapi yang jelas tersangka ini bandar lintas kota. Dia edarkan sabu-sabu di Lumajang, Pasuruan, hingga Surabaya,” tutup dia.

Sementara Kompol Ahmad Firman, Kapolsek Mayangan mengatakan bahwa butuh waktu seminggu sebelum menangkap tersangka.

“Seminggu kami melakukan proses penangkapan tersangka, Agar tidak salah sasaran, dan sebelumnya dua anggota saya tugaskan di lingkungan tersangka,” kata Firman.

“Tersangka ini memang licin. Anggota yang menyamar kita minta melakukan transaksi dengan tersangka. Setelah A1, saya bersama tujuh anggota lainnya langsung tangkap tersangka saat sedang bertransaksi,” tambah Firman. (Pix/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler