Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Guru Honorer Lamongan Buktikan Mogok Mengajar, Bertahun-tahun Nasib Gak Jelas

  • Rabu, 3 Oktober 2018 | 19:42
  • / 22 Muharram 1440
  • Dibaca : 78 kali
Guru Honorer Lamongan Buktikan Mogok Mengajar, Bertahun-tahun Nasib Gak Jelas

Memontum Lamongan – Terhitung hari ini, (3/10/2018) proses belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Lamongan benar-benar tanpa kehadiran guru honorer. Aksi mogok mengajar ini pun membuat para guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengalami kerepotan, karena kekurangan tenaga pengajar.

Salah satu sekolah yang mengalami dampak aksi mogok mengajar adalah SD Gedangan, Kecamatan Sukodadi Lamongan. Sebanyak 7 orang guru honorer di sekolah tersebut tidak masuk mengajar, dan hanya menyisakan 3 orang guru yang berstatus sebagai PNS.

“Mau bagaimana, ini terpaksa tiga orang guru yang ada harus mengatasi enam kelas,” kata Kepala Sekolah SD Negeri Gedangan, Arum Ismawati, Rabu, (3/10/2018).

Beruntung hari ini sudah masuk hari ketiga pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS), sehingga aksi mogok mengajar ini tidak terlalu mengganggu proses belajar mengajar.

Selain SDN Gedangan, hal serupa juga dialami SDN Menongo, yang ditinggal 5 orang guru honorer-nya mogok, dan SDN Banjarejo, 4 guru honorer, serta masih banyak sekolah lain di Lamongan yang mengalami hal serupa.

Seperti diketahui, Aksi mogok mengajar ini dilakukan para guru honorer setelah tuntutannya saat melakukan demo di depan Kantor Pemkab Lamongan kemarin tidak mendapatkan jawaban yang pasti.

Aksi mogok mengajar yang dilakukan oleh guru honorer ini pun menarik perhatian pihak Muspika dan juga UPT Dinas Pendidikan (Disdik). Sejumlah anggota Muspika turun ke sejumlah SD, untuk memastikan apakah UTS masih tetap berlangsung atau tidak.

Sementara Kepala UPT Disdik Sukodadi, Utomo mengatakan, pihaknya berkewajiban memberikan dukungan para para guru yang ada, agar tetap melaksanakan tugas seperti biasa, sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung.

“Dengan keterbatasan ini, proses belajar mengajar harus tetap berlangsung,” ucapnya. (ifa/zen/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional