Connect with us

Kota Batu

Warga Menduga Pavingisasi Tidak Maksimal, Dinas Diharap Serius Awasi

Diterbitkan

||

Warga Menduga Pavingisasi Tidak Maksimal, Dinas Diharap Serius Awasi

Memontum Kota Batu – Pemasangan paving di Masjid Misbahus Shudur, Jalan Imam Bonjol Gg I, Kelurahan Sisir dikeluhkan oleh warga. Masyarakat menilai paving yang dipasang dibawah standart tidak sebanding dengan anggaran yang dikerjakan mencapai Rp 105, 561 juta.

Menurut Bambang Irawan warga sekitar, paving yang dikerjakan oleh rekanan dinas memiliki kualitas rendah. Berbanding jauh dengan paving yang dipasang oleh warga sekitar beberapa waktu lalu.

” Pavingnya seperti tidak padat, jadi gampang pecah takutnya nanti cepat rusak. Belum lagi anggaran yang dipakai mencapai ratusan juta. Dulu saja warga kerja bhakti memasang paving tidak sampai Rp 30 juta dengan luas hampir sama dan jauh lebih baik. Lebih bagus kwalitasnya,” ungkap Bambang dilokasi sembari diamini oleh warga sekitar, Rabu (3/10/2018).

MENGELUH : Warga menilai rekanan pekerjaan pavingisasi dinas tidak serius dan tidak sebanding dengan kucuran anggaran yang ada

MENGELUH : Warga menilai rekanan pekerjaan pavingisasi dinas tidak serius dan tidak sebanding dengan kucuran anggaran yang ada

Bambang berharap kepada dinas terkait untuk serius dalam pengawasan pekerjaan. Jangan sampai nanti apa yang dikerjakan tidak sesuai peruntukan kwalitasnya.

” Kami akan ke dinas menyampaikan keluhan ini. Agak janggal sih karena anggaran yang digunakan cukup banyak,” ujar dia.

Terpisah Nyoto selaku rekanan pekerjaan dari CV. Atma Karsa Utama menerangkan jika apa yang dikerjakan sudah sesuai RAB proyek. Dugaan warga jika paving gampang pecah dibantah oleh Nyoto karena kualitas paving menggunakan sudah sesuai RAB yaitu mempergunakan jenis K250.

” Begini mas, paving sudah sesuai RAB. Kami mempergunakan K250 sesuai gambar dari dinas. Itu pun bisa kami buktikan dengan sertifikat pabrikan paving tersebut, monggo bisa dicek kok. Apalagi inikan belum diperiksa oleh konsultan pengawas dan belum dibayar oleh dinas, ” jelas Nyoto melalui telepon.

Lanjut Nyoto, memang pengakuannya, dia jarang ke lokasi karena sudah dipasrahkan kepada mandor. Namun dia berjanji secepatnya akan mengecek langsung ke lokasi.

” Pekerjaan sudah saya pasrahkan ke mandor mas. Intinya pekerjaan saya sudah sesuai RAB dan belum dicek konsultan dan dibayar dinas, ” tambah dia.

Sesuai data dilapangan, papan nama pekerjaan menyebutkan jika pekerjaan dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu itu berasal dari anggaran DPA tahun 2018 dengan kontrak 90 hari. Anehnya dalam papan disebutkan lokasi berada di Jalan Diponegoro 12, RT 1, RW 2 Kelurahan Sisir. Padahal pekerjaan tersebut berada di Kampung Meduran, Jalan Imam Bonjol Gg I.

Hingga berita ini ditulis, pihak dinas belum bisa dihubungi. (lih/yan)

Hukum & Kriminal

Baru Dipasang, Portal Klemuk Sudah Tiga Kali Ditabrak

Diterbitkan

||

oleh

Baru Dipasang, Portal Klemuk Sudah Tiga Kali Ditabrak

Memontum Kota Batu – Tingkat kesadaran masyarakat pengguna jalan khususnya yang memiliki kapasitas kendaraan besar maupun tinggi yang melewati jalur klemuk (jalan Rajekwesi) masih rendah, hal ini terbukti dengan di tabraknya portal yang di pasang belum genap dua minggu ini.

Dinas Perhubungan Kota Batu hanya bisa mengelus dada ketika mendapati portal penutup jalan dengan ketinggian 2 meter telah ditabrak sebanyak 3 kali walaupun belum genap 2 minggu portal tersebut dipasang. Disisi lain, hal ini menunjukkan bahwa portal yang dipasang untuk menekan angka kecelakaan di jurang klemuk jalur alternatif pujon-batu berfungsi dengan baik agar kendaraan berat dan kendaraan yang memiliki tinggi lebih tidak memaksa melewati jalur maut tersebut.

“Awalnya ditabrak pikap muatan sayur dari arah pujon 3 hari setelah pemasangan portal pada 6 September lalu, kemudian ditabrak sama elf travel dari arah pujon menuju batu pada 14 September kemarin, dan hari ini (18/9) ditabrak lagi,” ungkap Kabid Lalin Dishub Kota Batu Hariadi. Ia menambahkan pihaknya masih belum mengetahui jenis kendaraan yang menyebabkan bengkoknya portal tersebut.

Walaupun begitu Hariadi menjelaskan pemasangan portal pada jurang klemuk tersebut tidak memakan anggaran sepeserpun karena besi yang digunakan adalah besi bekas dari rambu lalin yang sudah tidak terpakai. Sehingga Dishub Kota Batu akan selalu siap jika portal tersebut kembali ditabrak oleh kendaraan besar.

“Kemungkinan besar akan kami buat lebih kuat besinya yakni dengan diisi dengan semen cor sehingga kendaraan yang memaksa akan lebih terasa benturannya,” kelakar Hariadi. Hal ini sengaja ia ungkapkan mengingat Dishub sendiri masih belum bisa menindak pelanggar rambu karena tidak ada peraturan untuk hal tersebut.

Diwawancarai secara berbeda, Musrifah salah satu warga di kawasan Jl. Rajek Wesi Desa Pandesari Kecamatan Pujon menjelaskan kendaraan yang menabrak adalah mobil box dengan jenis Hino. “Kejadiannya sekitar pukul 09.30 WIB. Dia langsung putar balik dan tidak jadi lewat jurang klemuk,” tukasnya. ( bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pencuri Barang Antik Keluarga Munir Tertangkap di Banyuwangi

Diterbitkan

||

oleh

Pencuri Barang Antik Keluarga Munir Tertangkap di Banyuwangi

Memontum Kota Batu – Tidak butuh waktu lama bagi Polsek Kota Batu untuk menangkap DPO pencuri barang antik di rumah orang tua Munir Sa’id Thalib Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial di Jalan Diponegoro Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. Yohanda, 25 tahun warga Jl. Utomo Rejo, RW 03, RT 03, Kel. Sisir, Kota Batu dan merupakan rekan dari Husein Ahmad Thalib yang kemarin baru saja di rilis di Polres Batu (16/9) ditangkap oleh satuan polsek Batu di Dusun Krajan, RT 01, RW 01, Ds. Siliragung, kec. Siliragung, Kab. Banyuwangi.

“Dia ditangkap saat sedang tidur di rumah neneknya. Kalau terlambat sedikit saja maka kami pasti sudah kehilangan jejak,” ungkap Muhammad Lutfi Kapolsek Batu. Ia juga mengungkapkan sesaat sebelum penangkapan Yohanda pada Selasa Sore (17/9) berencana akan pergi ke Bali untuk bekerja disana.

Baca : Pencuri Barang Antik di Rumah Keluarga Alm Munir ( Kontras) Mengaku Masih Saudara Jauh

Dari data yang dihimpun, pasca rilis penangkapan Husein, Lutfi kembali melakukan pendalaman terhadap kasus pencurian barang antik tersebut hingga terkuak posisi dari Yohanda ternyata tengah berada di rumah neneknya. Satuan Resmob Polsek Batu pun akhirnya diturunkan 4 anggota untuk menyisir keberadaan Yohanda saat malam hari dan berlanjut penangkapan pada Selasa pagi.

“Tidak ada perlawanan saat ditangkap. Dia mengakui perbuatannya dan tidak ada barang bukti yang kami sita karena semua barang bukti ada di tangan Husein,” imbuh Lutfi. Ia juga mengungkapkan anggota satuan dari polsek Batu akan melakukan proses pendalaman di Banyuwangi lalu dipulangkan ke Kota Batu esok hari (18/9) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.(bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Dua Bocah Dituduh Curi Uang Rp 90 Juta, Keluarga Laporkan Pemilik Toko

Diterbitkan

||

oleh

Dua Bocah Dituduh Curi Uang Rp 90 Juta, Keluarga Laporkan Pemilik Toko

Memontum Kota Batu – Beberapa hari terakhir warga Ngantang dihebohkan dengan video dua anak kecil yang tengah bermain di sebuah toko dan dituduh mencuri sejumlah uang di toko tersebut dengan nominal Rp 90 Juta. Karena merasa dicemarkan nama baiknya dengan mengunggah video CCTV dan menuduh tanpa bukti, Umi Widayati nenek dari REB, 11 tahun kelas VI dan PDJ, 10 tahun, kelas IV murid SDN Sumberagung 1, ini akhirnya melaporkan pemilik toko ke Polres Batu.

“Sebelumnya toko tersebut sempat mengabarkan kehilangan uang Rp 90 juta dan akhirnya toko tersebut memasang cctv. Namun ketika anak kami bermain di depan toko, muncul di status whatsapp menyatakan sebagai tertuduh. Tentu membuat kami kecewa,” ungkap Edi ayah dari dua anak tersebut. Ia mengungkapkan di sana disebutkan bahwa REB dan PDJ tengah dicari karena mencuri uang Rp 90 juta.

“Kami kumpulkan keterangan guru dan teman sebayanya bahwa kedua anaknya dituduh sebagai bibit maling dan video tersebut diunggah pada 14 Agustus lalu,” imbuh Edi. Setelah bukti pencemaran nama baik dirasa cukup, Edi sang ayah dan Umi Widayati yang merupakan nenek kedua anak tersebut, melaporkan ke Polres Batu pada 27 Agustus lalu.

Sementara itu, kepada memontum.com Umi mengaku kedatangannya Senin siang (16/9/2019) di Polres Kota Batu dikarenakan mendapat panggilan dari Polres untuk kelanjutan kasus pencemaran nama baik tersebut. “Semoga bisa ditindak dengan adil. Tidak ada bukti tapi kok menuduh,” imbuh Umi.

Hal ini dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Batu Ipda Ivandi ketika dikonfirmasi. “Yang dilaporkan adalah SC (pemilik toko) warga Jalan Mangga, RT 14 RW 2, Dusun Prabon II, Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Dua bocah dibawah umur tersebut dilaporkan karena anaknya yang tengah menghabiskan uang jajan dan berseliweran di depan toko SC di Pasar Ngantang dituduh mencuri,” pungkasnya. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler