Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Tertimbun Longsor, Pria di Trenggalek Meregang Nyawa

  • Senin, 8 Oktober 2018 | 19:26
  • / 27 Muharram 1440
  • Dibaca : 88 kali
Tertimbun Longsor, Pria di Trenggalek Meregang Nyawa
Polisi lakukan olah TKP

Memontum Trenggalek – Nasib apes tengah dialami seorang pria di Kota Keripik Tempe yang harus Meregang nyawa akibat tertimbun longsoran tebing. Muhammad Zainur Rohim (24), warga Dusun Pakel Desa Pucanganak Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek meregang nyawa saat mencari batu kali di lahan milik orang tuanya sendiri, akibat terkena longsoran tebing setinggi sekitar 2,5 meter yang menimbunnya.

Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat guna mendapatkan perawatan intensif. Namun sayang, setibanya di Puskesmas, nyawa korban tidak terselamatkan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS, melalui Kasubbaghumas Polres Trenggalek Iptu Supadi membenarkan peristiwa tersebut. Korban tewas setelah tertimpa material longsor berupa pasir dan batu (sirtu) pada saat mencari batu kali di pekarangan rumahnya.

“Sebelum peristiwa itu terjadi, korban tengah menggali tebing menggunakan penyemprot air pompa diesel di pekarangan rumahnya bersama Andri Prasetyo kakak iparnya. Pada saat melakukan aktivitas, tiba-tiba tebing setinggi 2,5 meter langsor dan menimpa korban, ” terang Supadi, Senin (08/10/2018).

Supadi mengatakan, saksi yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi yang selanjutnya melarikan korban ke Puskesmas terdekat. “Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia saat sampai di Puskesmas. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Tugu, ’’ imbuhnya.

Ditambahkan Supadi, setelah mendapat laporan Polisi langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan.

“Korban meninggal dunia karena tertimpa material sirtu yang longsor. Hal ini dibuktikan dari keterangan dokter dengan visum luar dan hasil lidik awal. Keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah, serta membuat surat pernyataan bermaterai disaksikan perangkat Desa Pucanganak untuk tidak dilakukan autopsi,’ “pungkas Supadi. (mil/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional