Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Pungli di Puskesmas Pule Terbongkar

  • Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:16
  • / 8 Safar 1440
  • Dibaca : 126 kali
Pungli di Puskesmas Pule Terbongkar
polisi tunjukkan hasil PTT yang diduga pungli iuran dana jasa pelayanan

Triwulan I/2018 Rp 72.425.904, Triwulan II Rp 41.336.000

Memontum Trenggalek – Tim Satgas UPP Kabupaten Trenggalek melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) patut diduga sebagai pungli iuran dana jasa pelayanan kesehatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai BLUD Non PNS tahun anggaran 2018 pada Puskesmas Pule Trenggalek. Dikonfirmasi saat konferensi pers hari ini, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, membenarkan hal tersebut.

“Iya benar. Pada hari Rabu tanggal 17 Oktober 2018 pukul 13. 00.Wib tim UPP Sat Reskrim Polres Trenggalek telah melakukan OTT di Puskesmas Pule terkait dengan dugaan pungli dana jasa pelayanan kesehatan PNS dan pegawai BLUD non PNS di Puskesmas Kecamatan Pule.” Jelas AKBP Didit

Kapolres Trenggalek menuturkan, pungli ini diduga dikoordinir 7 orang oknum pegawai/staf puskesmas yang menamakan diri tim teknis, sebanyak 65 orang pegawai/staf penerima jasa pelayanan kesehatan sepakat mengumpulkan iuran dari uang jasa yang mereka terima sebesar 10%. Kemudian tim teknis memberikan amplop yang bertuliskan nama dan jumlah yang harus dibayar kepada pegawai penerima jasa pelayanan. s
Selanjutnya amplop tersebut diisi uang sesuai jumlah yang tertulis. Lalu diserahkan kembali kepada tim teknis untuk dikompulir menjadi satu.

“Saat OTT ditemukan 48 amplop yang berisi uang total Rp 28.719.000,- pada 2 orang oknum tim teknis yang merupakan iuran triwulan III tahun 2018, ” ungkapnya, Jumat (19/10/2018).

Berdasarkan hasil penyelidikan petugas diketahui bahwa pengumpulan iuran jasa pelayanan yang dilakukan oleh oknum tim teknis tersebut, sudah dilakukan sejak tahun 2017 dan tercatat hasil pengumpulan iuran pada Triwulan I tahun 2018 sebanyak Rp. 72.425.904,- dan Triwulan II tahun 2018 sebanyak Rp.41.336.000,-.

Dari hasil penelusuran penyidik, dana iuran yang dikumpulkan tidak ada rencana kegiatan dan laporan pertanggungjawaban secara riil dan tertulis, sehingga diduga keras penggunaan dana iuran tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya dan sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi oknum tim teknis tersebut.

“Masih dalam proses penyidikan dan pengembangan petugas, ” tegasnya. Masih terang Didit, untuk pelaku belum ditetapkan. Menunggu hasil pemeriksaan dan hasil gelar perkara dengan unsur UPP Kabupaten Trenggalek dari Jaksa dan Inspektorat. (mil/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional