Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Dugaan Penyelewengan DD/ADD Desa Purwoharjo Ampelgading

  • Selasa, 30 Oktober 2018 | 21:43
  • / 19 Safar 1440
  • Dibaca : 155 kali
Dugaan Penyelewengan DD/ADD Desa Purwoharjo Ampelgading
Akhmad Taufik Juniarto S.STP Camat Ampelgading (Sur)

* Sebelum Warga Lapor Polisi, Insektorat Lakukan Pemeriksaan Rutin

 

Memontum Malang – Dugaan penyelewengan Dana Desa(DD)dan Alokasi Dana Desa (ADD)di Desa Purwoharjo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang,kini masih dalam tahap pemeriksaan pihak Polres Malang. Sebelum warga mengadukan persoalan tersebut ke Polres Malang,pihak inspektorat Kabupaten Malang sudah melakukan pemeriksaan secara rutin,tanpa terkecuali desa yang lain.

Hal itu seperti disampaikan Camat Ampelgading,Akhmad Taufik Juniarto S.STP.” Menurut informasi yang di dapat dari tenaga teknisnya, penggunaan fly ash adalah bentuk antisipasi musim hujan, karena bisa mempercepat pengeringan,” ujar Taufik Selasa (30/10/2018) siang tadi.

Juga dijelaskan, bahwa terlapor(Kades Purwoharjo)sudah memberikan keterangan, bahwa penggunaan fly ash pada pembangunan plengsengan tersebut tidak mengurangi volume semen dan tidak berdampak pada Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Seperti diberitakan beberapa media,berawal dari dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD),masyarakat setempat melayangkan surat pengaduan ke Polres Malang dan Inspektorat Daerah Kabupaten Malang.

Dalam pengaduan tersebut, ada dua poin yang ditekankan. Poin pertama menjelaskan terkait dugaan penyelewengan pembangunan plengsengan jalan desa. Dimana pada musyawarah pembahasan RAB (Rencana Anggaran Biaya), disebutkan jika pembuaan plengsengan menggunakan bahan material pasir, batu, dan semen. Sedangkan praktiknya, pada anggaran ADD dan DD tahun 2017, pembuatan jalan plengsengan menggunakan bahan material campuran Fly ash (pengganti semen).

“Kenyataannya plengsengan dibuat dengan Komposisi 100 sak fly ash dan 50 sak semen. Itu sudah menyalahi aturan kesepakatan, dan kualitas bagunan pasti tidak standart dan mudah rusak”,ujar seorang pelapor yang diketahui bernama Syamsul warga setempat

Lanjut pada poin berikutnya, dalam surat laporan juga membahas terkait dugaan penyelewengan wewenang terkait penyewaan tanah kas desa (bengkok). Dimana tanah dengan luas sekitar 1 hektare itu, disewakan kepada orang lain dan melebihi masa jabatan.

“Bulan ini Kades Purwoharjo Masduki harusnya sudah lengser dari jabatan.Tetapi nyatanya hingga kini tanah masih ditanami singkong dan beberapa tanaman lain, sedangkan yang menggarap adalah orang yang menyewa hingga melebihi batas akhir jabatannya,”lanjut Syamsul.(sur/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional