Hukum & Kriminal

space ads post kiri

Pengadaan Bio Septitank Tak Sesuai Sepesifikasi

  • Rabu, 31 Oktober 2018 | 20:14
  • / 20 Safar 1440
  • Dibaca : 135 kali
Pengadaan Bio Septitank Tak Sesuai Sepesifikasi
ASAL NEMPEL : Sambungan alat penyaring asal nempel Pada bio septitank pada proyek jamban sehat bagi warga miskin desa Kraton Kecamatan Krian. (gus)

* Membongkar Persekongkolan Pengadaan Jamban Sehat Bagi Masyarakat Miskin (4/bersambung)

 
Memontum Sidoarjo – Penantian pajang setelah ditetapkan sebagai warga miskin demi mendapatkan jamban dalam proyek pengadaan jamban sehat bagi masyarakat miskin jauh dari harapan. Pasalnya mereka diberi jamban yang jauh lebih murah dan kualitasnya tidak sesuai dengan sepesifikasi yang tertera dalam dokumen lelang.

Seperti yang dialami warga Kraton Kecamatan Krian. Mereka ini mendapakan jamban dengan bio septitank yang diproduksi asal Kota Tangerang Banten.

Padahal dalam dokumen lelang, semua rekanan yang memasukan penawaran di ULP menggunakan surat dukungan dari PT LLI, distributor sekaligus pabrik bio septitank bersertifikat.

Semua rekanan meminta surat dukungan ke PT LLI itu bisa terjadi, karena diarahkan oleh sesorang hingga terjadi monopoli pengadaan bio septitank .

Harusnya hal ini tidak perlu terjadi seandainya ULP jeli dalam memeriksa berkas dukungan yang hanya dari PT LLI dan merujuk Permen PU nomor 31 /PRT/M/2015 tentang Buku Pedoman Pengadaan Kontruksi diindikasi terjadi persekongkolan ketika lelang.

Baca : Membongkar Persekongkolan Pengadaan Jamban Sehat Bagi Masyarakat Miskin (1)

Indikasi persekongkolan antar peserta memenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua) indikasi antara lain terdapat kesamaan dalam dokumen Penawaran.

Juga adanya kesamaan/kesalahan isi dokumen penawaran, antara lain kesamaan/ kesalahan pengetikan, susunan, dan format penulisan. Jaminan penawaran diterbitkan dari penjamin yang sama dengan nomor seri yang berurutan.

Baca Juga : Membongkar Persekongkolan Pengadaan Jamban Sehat Bagi Masyarakat Miskin (2/bersambung)

Ketika dikonfirmasi terkait dengan pengadaan jamban sehat bagi warga miskin Jito, Direktur PT LLI menyatakan bahwa barang yang diproduksinya memang berkualitas. “ Kami tak berani bermain-main dengan kualitas produksi, karena kami telah memegang,” katanya ketika dikonfirmasi Via HP.

Oleh sebab itu, barang yang dikeluarkan PT LLI berbeda dengan bio septitank yang beredar di pasaran. “ Sebenarnya harga bio septitank PT LLI Rp 3.650.000, tetapi karena ini untuk Sidoarjo kami jual Rp 3 juta,” katanya.

Baca Juga : Membongkar Persekongkolan Pengadaan Jamban Sehat Bagi Masyarakat Miskin (3/bersambung)

PT LLI merupakan 1 dari 7 distributor bio septitank bersertifikat. Seperti ditegaskan Dilar Darmawan, Kasi perencanaan Bidang Permukiman Dinas Pemukiman dan Perumahan Pemkab Sidoarjo. Menurutntya ada 7 produsen Bio Septictank yang mengantongi sertifikat dari Puspibakin ( Pusat Penelitihan dan Pengembangan Permukiman ) .” Produknya memenuhi standart yg ditetapkan Puspibakin,’ terang Dilar tanpa menyebut 7 nama perusahaan. (par/fan/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional