Connect with us

Kabupaten Malang

Pilkades Putatlor Jadi Ajang Judi, Polres Malang Ringkus Botoh

Diterbitkan

||

Pilkades Putatlor Jadi Ajang Judi, Polres Malang Ringkus Botoh

Memontum Malang – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang diwarnai judi taruhan siapa pemenang Pilkades. Tiga tersangka, termasuk bandar, diringkus anggota Buru Sergap Polres Malang.

Tiga tersangka ditunjukkan dalam rilis pers Senin (12/11/2018) siang yakni tersangka Nur Wiji (48), Pondi (33) dan Muhammad Mursit (49), ketiganya warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Dua tersangka lain, Pondi dan Mursit berperan sebagai pencari, pencatat nama penombok dan besaran uang taruhan serta calon kepala desa yang jadi ajang bertaruh.

Dalam rilis pers kemarin bersama Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Wakapolres Malang, Kompol Yhogi, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda dan Kasubaghumas, Ipda Aska, dijelaskan bahwa keberhasilan penangkapan penjudi berkat patroli dan kejelian anggota Buser.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menyesalkan dengan terjadinya hal tersebut, ia mengatakan, sebelum Hari H pelaksanaan pilkades, pihaknya tak henti melakukan sosialisasi kepada warga terkait pelaksanaan Pilkades yang kondusif.

“Mereka misalnya mengambil salah satu calon, nanti kalau misalnya pasang Rp 100 ribu, nanti kalau tebakannya betul dia dapat Rp 1,9 juta, ” terang Ujung kepada wartawan.

Saat patroli pengamanan Pilkades, petugas berpakaian preman mendapat informasi adanya transaksi judi dalam sebuah warung kopi. Warung tersebut tidak lain dikelola tersangka Nur Wiji. Dalam penggerebekan, Sabtu (10/11/2018) pukul 21.00, petugas berhasil meringkus 3 tersangka.

Saat digerebek, petugas menemukan barang bukti uang taruhan sebesar Rp 40.300.000 dan uang Rp 500 ribu. Uang Rp 500 ribu tersebut merupakan uang komisi untuk tersangka Nur Wiji. Nur Wiji sendiri berperan sebagai penerima uang taruhan dari para penombok.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenai dugaan pelanggaran sesuai Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian juncto Pasal 2 Undang-Undang RI nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (kik/oso)

Hukum & Kriminal

Warga Wadung Pakisaji Cari Keadilan

Diterbitkan

||

Moch Shodiq Cari Keadilan. (sur)

Memontum Malang – Bermula dari sengketa lahan, Moch Sodiq warga RT20/RW05 Desa Wadung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang harus menjalani kasasi di MA. Sesuai keputusan PN Kepanjen tanggal 11-Juli 2019 nomor : 267/PID.8/2019, Shodiq dipidana selama 1 tahun. Namun, kata Shodiq, semua itu penuh ketidakadilan dalam prosesnya.

Sebagai bahan acuhan, Shodiq juga kantongi SHM nomor 5 atas nama pemilik. Selanjutnya ada alat bukti tanaman tebu yang tingginya lebih dari 1 meter dan itu tidak sesuai fakta di lapangan.

Selanjutnya, lahan itu dia buldoser, dua hari setelah tebang tebu. Anehnya, alat bukti tebu yang ditunjukkan di pengadilan tidak pernah dicantumkan dalam gelar perkara di Polres Malang. Begitu juga dengan bukti letter C Desa no 476 ternyata sudah dicabut oleh Kepala Desa.

Lanjut Shodiq seperti tertulis dalam surat pernyataannya tanggal 25-September 2019, laporan perdata tanggal 4-3-2019 pidana tanggal 11-4-2019 ternyata putusan lebih dulu pidananya bahkan Hakim ketua dan anggotanya, pidana dan perdata sama. Ada juga 4 saksi yang kini dalam proses laporan ke Polres Malang.

Ditemui Memontum.com di Kepanjen Kamis (26/9/2019) kemarin, Shodiq menjelaskan kilas kronologis kejadian. Awalnya dari sengketa lahan dengan Imam Jazuli tahun 2012 silam. Dari jumlah luas lahan 1200 meter itu sudah bersertifikat atas nama Basir orang tua Sodiq.

“Tanah yang bermasalah itu separuh dari luas 1200 meter itu.Tahun 1998 tanah itu diambil paksa oleh Jaiz dengan penuh ancaman. Awalnya tanah itu dipinjam. Yang jelas, dalam permasalahan ini kami mencari keadilan, ” pungkasnya. (sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kasus Foto Bugil Istri Siri Berakhir Damai

Diterbitkan

||

SW Saat Lapor ke Polres Malang Beberapa Waktu lalu. (dok)

Memontum Malang – Tim tujuh yang dibentuk oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang untuk melakukan investigasi sekaligus tabayyun terhadap kasus aduan yang dilayangkan oleh SW terhadap suami sirinya Kuncoro yang merupakan Kader dari partai belambang bumi dan sembilan bintang itu.

“Permasalahan tersebut sudah selesai. Kedua belah pihak sudah memutuskan untuk berdamai,” ucap salah satu personel Tim 7 Rabu (25/9/2019) kemarin.

Menurutnya, permasalahan ini mencuat kemungkinan karena Kuncoro merasa sakit hati,yang akhirnya nekat melaporkan istri sirinya sendiri ke Polres Malang atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan sejumlah uang.

“Kuncoro sempat melaporkan SW. Dengan adanya laporan tersebut, akhirnya SW melakukan serangan balik dengan mengadukan Kuncoro atas dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan ke Polres Malang dan Kantor DPC PKB Kabupatn Malang,” tambahnya.

Baca : Kirim Foto Bugil, Oknum Anggota Dewan Kabupaten Malang Diadukan ke Polisi

Sementara itu, Ketua Tim 7 DPC PKB Kabupaten Malang, Agus Salim mengantakan, jika pihaknya telah melakukan investigasi terkait permasalahan ini. Hasil investigasi sudah diserahkan ke Dewan Syuro dan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad.

“Dari tim tujuh telah melakukan investigasi dan tabayyun, hasilnya sudah kami serahkan kepada Dewan Syuro. Informasinya Dewan Syuro sudah menginstruksikan keduanya untuk berdamai dan mencabut berkas aduan mereka masing-masing,” pungkasnya. (Sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Konflik Perusakan Karet Pancursari Berlanjut ke Polisi

Diterbitkan

||

Aksi massa di lahan karet. (dok)

Memontum Malang – Pengrusakan sebanyak 54.800 bibit tanaman karet milik PTPN XII Pancursari Kabupaten Malang berlanjut laporan Polisi. Hal itu setelah aksi massa terjadi di lahan sengketa antara warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Sabtu (21/9/2019) lalu.

“Akibat aksi massa itu bibit tanaman karet kami yang mati sebanyak 54.800 batang. Total kerugian lebih dari Rp 193 juta,” ungkap Manager PTPN XII Pancursari, Hendro Prasetyo, Senin (23/9/2019) siang.

Kata Hendro, massa berjumlah 150 hingga 200 orang masuk ke afdeling Bumirejo, blok Bedengan atau tempat bibit tanaman karet.

“Luas di blok bedengan bibit karet ini 2 hektar. Aksi massa merusak bibit karet mulai dari ukuran kecil sampai besar. Bibit karet yang kecil dicabuti. Bibit karet dalam polibag dirusak. Sementara bibit karet berukuran besar disemprot dengan racun,” beber Hendro.

Lanjutnya, bibit tanaman karet yang mati dan dirusak massa sudah masuk blok bedengan sejak Januari 2019 lalu. “Umur bibit karet yang mati ini mulai umur 6 bulan sampai 9 bulan. Rencananya akan kami tanam tahun ini sesuai program dari perusahaan,” ujarnya.

Baca : Konflik Lahan PTPN XII Pancursari Memanas

Tambah Hendro, pasca kejadian ini, pihaknya akan menyerahkan langkah sepenuhnya pada proses hukum.

“Kita proses sesuai hukum. Pasal-pasal apa saja yang disangkakan dalam kejadian ini ke Polres Malang. Termasuk kita upayakan mediasi lagi dengan DPRD. Untuk siapa terlapornya, masih dilakukan gelar perkara di Polres Malang.Karena pada saat kejadian, juga ada BKO dari Brimob dan anggota Polres Malang. Kami tetap menunggu petunjuk dari Polres,” pungkas Hendro. (tim/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler