Connect with us

Kediri

Pembuatan SPM Salah, 2 Bulan Honor PPK Kabupaten Kediri Belum Terbayar

Diterbitkan

||

Pembuatan SPM Salah, 2 Bulan Honor PPK Kabupaten Kediri Belum Terbayar

Memontum Kediri – Karena ada kesalahan administrasi pembuatan Surat Perintah Pembayaran (SPM), honor Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Kediri bulan November dan Desember 2018 belum terbayarkan. Sehingga total 26 Kecamatan se Kabupaten Kediri honor yang belum terbayarkan berjumlah Rp 418.600.000.

Terkait hal tersebut, plt Sekretaris KPU Kabupaten Kediri, Suharto tidak menyanggah jika memang terjadi keterlambatan pembayaran. Suharto menjelaskan, keterlambatan itu karena terdapat beberapa kendala terutama soal administrasi yang mereka hadapi.

” Keterlambatan pembayaran ini karena ini sistemnya APBN, jadi kami harus membuat SPM terlebih dahulu untuk disampaikan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sebagai proses pencairan,” kata Suharto di kantor KPU Kabupaten Kediri, Senin (7/1/2019).

Lebih lanjut plt Sekretaris KPU Kabupaten Kediri yang akrab disapa mas Torok itu menegaskan, seharusnya dalam pembayaran honor tersebut terdapat 11 SPM. Namun nyatanya setelah dilakukan pengecekan, disitu hanya terproses 10 SPM saja. Bisa dikatakan, SPM yang seharusnya terbayarkan untuk honor PPK, namun tidak terproses oleh KPPN.

“Jadi kita taunya setelah adanya laporan dari anggota PPK pada (26/12/2018), yang menyatakan bahwa honor selama dua bulan belum terbayarkan. Namun kami tak bisa menyalahkan baik instansi satu maupun instansi lainnya. Yang jelas ini merupakan tanggung jawab KPU Kabupaten Kediri untuk segera menyelesaikan problem tersebut, ” ungkapnya.

Dijelaskan oleh Totok, ia akan segera mengajukan anggaran tambahan di tahun 2019 untuk mengganti honor yang masih terkendala. “Kita akan ajukan anggaran tambahan ke KPU Pusat untuk memenuhi honor yang belum terbayarkan. Atas kejadian ini, saya mewakili KPU Kabupaten Kediri untuk meminta maaf kepada seluruh anggota PPK, ” terangnya.

Untuk diketahui, honor ketua PPK sebesar Rp 1.850.000 per bulan, anggota PPK 2 orang Rp 3.200.000 per bulan, sekretariat Rp 1.300.000 per bulan, anggota sekretriat 2 orang Rp 1.700.000 per bulan. Total honor untuk PPK setiap kecamatan mencapai Rp 8.050.000.

Sehingga honor untuk 26 PPK selama dua bulan yang belum dibayar mencapai Rp 418.600.000.(mid/aji/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Diduga Produksi Kosmetik Ilegal, Warga Ngronggo Diperiksa Polisi

Diterbitkan

||

Diduga Produksi Kosmetik Ilegal, Warga Ngronggo Diperiksa Polisi

Memontum Kediri – Saat ini jajaran Polsek Kota Kediri masih terus mendalami dugaan produsen kosmetik ilegal, dirumah kos Jalan Karanganyar RT 06/RW 01 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri kemarin.

Polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap Risalia Wulandari (28) pengelola kos dan salah seorang sebagai pekerja peodusen kosmetik.

Kapolsek Kediri Kota, Kompol Suyitno mengatakan, petugas masih terus mendalami dan malukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus temuan bahan-bahan ynag diduga untuk pembuatan kosmetik di rumah kos Kelurahan Ngronggo. ” Petugas harus memperhatikan semua aspek dan prosedur hukum yang berlaku, ” katanya.Rabu (18/9/2019)

Kapolsek mengatakan, dalam menangani kasus ini tidak mau gegabah, dan tidak bisa langsung menentukan siapa pelaku atau tersangkanya. “Karena kasus ini termasuk pidana khusus, rencananya akan kami limpahkan ke Satreskrim Polresta Kediri. Semoga dalam waktu dekat dapat segera dilimpahkan, ” tegasnya.

Meski saat petugas gabungan dari Polsek Kediri Kota dan Satpol PP Kota Kediri melakukan pemeriksaan dilokasi tersebut, suami Risalia yang diduga pemilik bahan bahan kosmetik tersebut tidak ada di tempat. Namun, petugas Polsek Kediri Kota tetap membawa beberapa botol kemasan kosmetik dijadikan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan informasi, informasi, Risalia memang mengetahui suaminya memesan beberapa bahan dan disimpan di bagian selatan tempat kos.

Bahkan, Risalia mengaku sering melihat aktivitas suaminya itu, saat melakukan pengolahan dan pengemasan bahan-bahan yang dipesan.

Dari hasil pemeriksaan, bahan bahan yang ditemukan ditempat kos tersebut diolah atau diracik menjadi sabun, sampo, krim, dan kosmetik lainnya. (mid/aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Dukun Cabul Tiga Kali Sikat Anak TK

Diterbitkan

||

Dukun Cabul Tiga Kali Sikat Anak TK

Memontum Kediri – Bejat, mungkin kata itulah yang pantas disebutkan pada Kambali (55) warga Dusun Ringinbagus Desa Manggis Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri ini.

Karena Kambali yang merupakan dukun dan tokoh spiritual dalam bidang ilmu Kejawen iti tega mencabuli Bulan (5) anak pasangan suami istri, Sun (35) dan Is (28) yang masih duduk di bangku sekolah TK hingga tiga kali.

Dengan menahan rasa sedih dan duka Sun dan Is mengaku telah melaporkan musibah tragis yang dialami anak bungsunya ke Polsek Puncu kemudian dilimpahkan ke Polres Kediri pada Kamis (12/9’2019) siang.

Mereka mengaku jika anak perempuannya masih duduk di bangku TK Nol Kecil ini, menjadi korban pencabulan dilakukan Kambali (55) tetangganya.

“Saya minta pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya karena ini dilakukan lebih dari sekali dan korbannya telah dua anak kecil,” terang Sun.

Menurut keterangan kedua orangtua korban, kejadian pertama diperkirakan pada 26 Agustus dan berlanjut hingga ketiga kali pada Kamis kemarin. Saat itu korban sebut saja Bulan (5) pulang dari sekolah, bermain di teras rumahnya didatangi pelaku. “Saat kejadian saya dan ibunya sedang bekerja, tahunya sore sepulang kerja,” jelasnya.

Setelah mengajak ngobrol dengan korban, pelaku kemudian menelanjangi dan memasukkan kelaminnya ke kemaluan korban.

Rak (80) kakek korban sebenarnya tahu kejadian ini, namun usia renta tidak mampu berbuat apapun. “Dari kejadian ini, kemudian bapak saya dan anak saya, kami tanyai, mereka mengaku kejadian ini telah tiga kali,” jelas bapak 4 anak yang sehari-hari bekerja dipeternakan bebek ini.

Ironisnya, oknum perangkat desa dan oknum Ketua RT justru berniat menghalangi agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. “Setelah saya dapat pengakuan ini, anak saya bawa ke Puskesmas Puncu. Ditemukan cairan putih seperti lendir kemudian saya lapor ke Polsek Puncu,” terangnya.

Sepulang laporan, di rumah sudah ada pihak keluarga pelaku didampingi Suk, Ketua RT, meminta saya agar kasus ini tidak usah dibuat rame dan berapa minta ganti ruginya. ” Tentu saja saya kaget, seperti saya menjual masa depan anak saya,” jelasnya.

Kapolsek Puncu AKP Yusuf membenarkan atas kejadian ini, dan kasusnya kini ditangani Polres Kediri. “Kejadian tersebut benar telah Seminggu lalu dan kasusnya kini ditangani PPA Polres Kediri,” jelas Kapolsek Puncu. (im/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gak Punya Kerjaan, Dua Pengangguran Edarkan Pil Koplo

Diterbitkan

||

Gak Punya Kerjaan, Dua Pengangguran Edarkan Pil Koplo

Memontum Kediri – Dua orang pemuda pengangguran, Maldan Andrea (18) dan Andika Nur Wahyu (20) keduanya warga Desa Semanding dan Pare berhasil ditangkap jajaran Satreskoba Polres Kediri karena mengedarkan pil koplo jenis dobel l.

Kasubbag Humas Polres Kediri Iptu Purnomo mengatakan, awalnya petugas melakukan penangkapan terhadap Andika, yang diamankan saat berada di rumah kos pelaku di Desa Pelem, Kecamatan Pare.

“Awalnya kita mendapatkan informasi adanya peredaran obat keras yang dilakukan oleh tersangka,” ungkapnya Senin (9/9/2019) Purnomo,

Dari penangkapan Andika petugas melakukan pengembangan dan penyidikan mengaku ia beroperasi bersama Maldan sebagai jaringan di atasnya.

Saat itu juga petugas langsung melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap Maldan.

Kepada polisi Maldan mengakui telah mengedar pil dobel l untuk mendapatkan keuntungan. ” Dari hasil penjualan, ia berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 50.000 per 100 butir.

Dari penangkapan kedua tersangaka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 220 butir pil dobel l.

Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Kediri. (aji/mid/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler