Connect with us

Bondowoso

Terkesan Tutupi Data, Jaka Jatim Siap Gugat PUPR Bondowoso

Diterbitkan

||

Terkesan Tutupi Data, Jaka Jatim Siap Gugat PUPR Bondowoso

Memontum Bondowoso – Direktur Jaka Jatim Jawa Timur, Mathur Husairi berencana menggugat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso ke Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur.

Hal itu karena PUPR tidak memberikan jawaban terhadap permintaan informasi publik yang dilayangkan oleh Jaka Jatim ke Dinas PUPR. Padahal, Jaka Jatim sudah dua kali melayangkan surat permohonan informasi Publik ke PUPR. Namun hingga kini, PUPR tidak memberikan respon apapun atas permintaan tersebut.

Menurut Mathur Husairi, pihaknya akan mengirimkan surat ketiga terhadap PUPR untuk meminta data informasi publik di Dinas PUPR. Apabila dalam surat ketiga nanti tetap tidak diindahkan, maka pihaknya akan mengajukan gugatan ke KIP Jawa Timur. Selain itu, pihaknya juga akan menggugat secara perdata hingga pidana.

“Kalau dalam surat ketiga nanti PUPR masih tetap tidak memberikan jawaban atas permintaan informasi publik yang kita butuhkan, maka kita akan menggugat ke KIP. Kita sudah beberapa kali melakukan gugatan seperti ini bahkan sudah ada beberapa Dinas bahkan Jaka Jatim pernah berhadapan dan menang melawan Gubernur Propinsi Jawa Timur,” ujar Mathur.

Mathur menjelaskan bahwa beberpa waktu yang lalu 63/PIP/XI/2018 itu dilayangkan melalui post dan juga melalui email. “Kita kan meminta informasi publik terkait dengan penggunaan anggaran tahun 2017-2018 diantaranya adalah salinan DPA-SKPD berikut rinciannya tahun 2017, salinan data pengelola/penerima kegiatan pemberdayaan masyarakat dan petani pemakai air/HIPPA tahhun anggaran 2017-2018. Selain itu kita juga meminta data berapa bantuan keuangan (BK) dari Propinsi Jatim dan diperuntukkan dalam kegiatan/pekerjaan apa saja dengan paket proyek Penunjukan Langsung (PL). Namun hingga kini PUPR terkesan tertutup dan tidak mau memberikan apa yang kami minta. Padahal, data itu juga boleh diketahui publik,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa apabila PUPR tidak memberikan data itu,pihaknya menaruh curiga. Namun pihaknya masih memberikan tenggang waktu hingga Jaka Jatim mengirimkan surat ketiga kali.

“Jika setelah kami layangkan surat ketiga belum direspon, maka kita akan gugat ke KIP,” katanya.

Sementara itu, PPID Kabupaten Bondowoso yang merupakan bawahan dari Dinas PUPR menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan hal itu ke PUPR. Namun hingga kini permintaan itu belum juga berbalas. “Sudah kita sampaikan, Pak. Namun belum ada balasan. Bahkan Sekretaris PUPR juga bilang sibuk,”katanya. (mkl/yan)

 

Bondowoso

Tujuh Bulan Buron, Pelaku Pemerkosaan Anak di Bondowoso Diciduk

Diterbitkan

||

DIPERIKSA: Penyidik Satreskrim Polres Bondowoso memeriksa pelaku pemerkosaan anak di bawah umur yang sempat buron tujuh buron

Memontum Bondowoso – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bondowoso, akhirnya menangkap pelaku pemerkosaan anak di bawah umur. Pelaku ditangkap polisi, setelah sempat menjadi buron selama tujuh bulan.

Pelaku yang kini ditahan di tahanan Mapolres Bondowoso adalah Supiadi, 49, warga Kecamatan Tapen, Bondowoso. Selama menjadi buronan polisi, dia sempat melarikan diri ke Pulau Bali.

”Begitu mendengar pelaku pulang ke Bondowoso, anggota Satreskrim Polres Bondowoso melakukan penangkapan. Kemudian, kami tahan untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Jamal di kantornya, Senin (23/9/2019).

Polisi melakukan pencarian pelaku, itu menurut Jamal, setelah mendapat laporan dari keluarga korban beberapa bulan silam. Dari laporan dengan disertai bukti-bukti yang kuat, ini polisi langsung bergerak mencari keberadaan pelaku. Tapi sayangnya, pelaku menghilang, hingga sempat kabur ke Pulau Bali, begitu mendengar dirinya dilaporkan keluarga korban ke polisi.

”Mendengar kabar pelaku sempat kabur ke Pulau Bali, anggota Satreskrim Polres Bondowoso juga sudah mengejar ke sana (Pulau Bali, red). Tapi, kami tidak menemukan pelaku, Nah, begitu mendengar pelaku pulang ke Bondowoso, saya perintahkan anggota Satreskrim melakukan penangkapan,” jelas Jamal.

Dari informasi di lapangan, polisi menangkap pelaku, ini berawal dari laporan dugaan pemerkosaan dari orangtua anak di bawah umur yang menjadi korban pemerkosaan. Dalam laporan, ini orangtua korban melaporkan ke polisi, bahwa anak gadisnya yang duduk di kelas V SD telah diperkosa pelaku pada Maret 2019 lalu.

Modusnya, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang Rp 100 ribu. Bahkan, untuk mewujudkan maksud bejatnya, pelaku berjanji akan terus memberi uang dengan jumlah lebih banyak kepada korban. Setelah korban berhasil dibujuk dengan iming-iming pemberian uang tersebut, pelaku melampiaskan maksud bejatnya. Anak gadis di bawah umur yang masih memiliki masa depan panjang, ini diperkosa di rumah pelaku saat kondisi sepi. (ido/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bondowoso

Dua Rumah di Tapen Bondowoso Terbakar, Satu Orang Tewas

Diterbitkan

||

TERBAKAR: Dua rumah warga Desa Mrawan Kecamatan Tapen, Bondowoso ludes terbakar, Selasa (10/9/2019)

Memontum Bondowoso – Dua rumah warga di Desa Mrawan. Kecamatan Tapen, Bondowoso terbakar, Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 08.45 WIB. Dua rumah terbakar, ini milik Adul Karim dan B.Tin, semuanya warga Dusun Taman RT 09/ RW 04 Desa Mrawan.

Akibat kebakaran, itu 1 orang meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka bakar. Kondisi tubuh korban meninggal dunia hangus terbakar. Sedangkan, korban luka bakar terjadi pada kedua kaki. Namun, belum diketahui pasti penyebab terbakarnya dua rumah warga Desa Mrawan yang berdekatan ini.

Anggota Polsek Tapen yang mendapat laporan kebakaran, langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tapen Aiptu Sumo Redjo, anggora polsek bersama masyarakat setempat bergotong royonh memadamkan api dan mengevakuasi korban.

”Akibat kebakaran ada 1 orang korban jiwa meninggal dunia hangus terbakar dan 2 orang luka bakar pada kedua kaki,” kata Aiptu Sumo Redjo.

Korban meninggal dunia dan mengalami luka bakar, menurut dia, langsung dibawa ke Puskesmas Tapen. ”Dari hasil penyelidikan awal, dugaan sementara dari penyebab dua rumah warga terbakar berasal dari api akibat tabung gas melon 3 kg yang bocor,” ujarnya.

Sumo menambahkan, 1 orang korban meninggal dunia hangus terbakar adalah pemilik rumah Abdul Karim, (49). Sedangkan, dua orang korban luka bakar di kedua kaki adalah B.Yit (75) dan Suyama alias B.Sutris(60).

”Kedua korban yang mengalami luka bakar , saat ini di rawat intensif di Puskesmas Tapen,: tambahnya.

Selain mengevakuasi korban, polisi mengamankan sejumlah barang bukti (BB) dari TKP. Diantaranya, 2 buah timba seng kapasitas 15 liter, 1 buah tabung gas 3 kg kosong, 10 buah tabung gas isi 3 kg, 1 buah kompor gas hangus terbakar, 1 selang, dan 1 regulator.

“Semua BB kita amankan, guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Aiptu Sumo. (ido/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bondowoso

Predator Anak di Bondowoso Dipenjara 13 Tahun

Diterbitkan

||

Sunardi, pelaku pencabulan anak dibawah umur saat sidang putusan di PN Bondowoso, Kamis (29/8/2019)

Memontum Bondowoso – Akibat kelakuan bejatnya mencabuli anak dibawah umur, Sunardi alias Muhfid, warga Dusun Sumberwalin, Desa Pakisan Kecamatan Tlogosari Bondowoso, Jawa Timur harus mendekam di penjara untuk waktu cukup lama. Ini setelah, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso memvonis Sunardi hukuman 13 tahun penjara. Dia juga harus membayar denda uang Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Dalam sidang putusan di PN Bondowoso, Kamis (29/8/2019, dipimpin hakim ketua Subronto dan dua hakim anggota Daniel dan Ni Kadek menyatakan, Sunardi terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur.

Dia telah melanggar pasal 81 ayat 2 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang.

Vonis majelis hakim, ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (PJU) Kejaksaan Negeri Bondowoso yang menuntut Sunardi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Atas vonis majelis hakim, Sunardi yang kini naik status dari terdakwa menjadi terpidana masih pikir-pikir untuk melakukan banding.

Namun, majelis hakim menjelaskan, kalau terpidana melakukan banding, biasanya vonis hukuman bisa bertambah dan bisa juga berkurang. Sedangkan, keluarga korban mengaku senang dengan vonis hukuman 13 tahun penjara yang dijatuhkan hakim kepada Sunardi. Karena, mereka menilai pelaku memang pantas menerima hukuman tersebut. (ido/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler