Connect with us

Pasuruan

Bebas dari Penjara, Residivis Sikat 3 Motor di 2 TKP

Diterbitkan

||

Bebas dari Penjara, Residivis Sikat 3 Motor di 2 TKP

Memontum Pasuruan — Penjara tidak membuat Mohammad Lasim (24) asal Dusun Kesiman, Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo jerah. Malah membuat pelaku semakin brutal melakukan tindak pidana.

Namun akhirnya, pelarian spesialis pencurian bermotor (ranmor) berakhir ditangan polisi. Pelaku diringkus petugas, saat berada dirumah saudaranya kawasan Desa Suwayuko, Kecamatan Sukorejo.

Tindak pidana ranmor terjadi dua Minggu lalu sekitar pukul 08.30 WIB. Ketika itu korban bernama Inaya Turobani (28) warga Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo memakirkan motornya di depan TK AL – HIKMAH Dusun Telebuk, Desa Lemahbang. Kec. Sukorejo Kab. Pasuruan dan di tinggal korban masuk kedalam Taman Kanan tersebut menunggu anaknya.

Melihat motor korban, pelaku berboncengan bersama temannya berinisial RBT (yang kini dalam pengejaran petugas) menggunakan motor honda Grand melintas di depan TK AL – HIKMAH melihat motor honda Beat milik korban. Otak criminal kedua pelaku pun muncul. Kedua pelaku langsung mencuri motor korban dan langsung dibawah kabur.

“Melihat motornya raib, korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek terdekat. Dari hasil penyelidikan dan oleh TKP, petugas mencurigai dua nama,” ungkap Kasat reskrim Polres Pasuruan, AKP. Tinton pada Memo X, Kamis (9/11/2017).

“Pelaku (Moh. Lasim) ditangkap petugas saat berada didalam rumah saudaranya. Sedangkan temannya berenisial RBT masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Pasuruan,” tandasnya.

Dari pengakuan pelaku, lanjut mantan Kasat Reskrim Lumajang, motor hasil curiannya dijual pada sesorang seharga Rp 2 juta. Dari hasil penjualan tersebut, pelaku Moh. Lasim mendapatkan bagian sebesar Rp 800 ribu.

“Sebelumnya, pelaku ini pernah terjerat kasus yang sama, dan divonis 1 tahun 8 bulan penjar. Sebelumnya, pelaku juga mengaku mencuri motor bersama dengan YD sudah mencuri 3 motor diwilayah Sukorejo dan Pandaan,” paparnya. (dik/yan)

Hukum & Kriminal

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Memontum Pasuruan – Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Pasuruan pada Rabu (25/9/2019) dibuat pontang-panting, akibat adanya empat titik kebakaran yang waktunya hampir bersamaan. Bahkan untuk menangani pemadaman kebakaran tersebut, pihak PMK Kab. Pasuruan meminta bantuan pada PMK Kota Pasuruan.

Menurut Ruspandi Kepala PMK Kab.Pasuruan saat dikonfirmasi, mengatakan,” sehari ini (Rabu, 25/9/2019) setidaknya ada empat tempat kebakaran,”tegasnya.

“Lima titik kebakaran ada di Sukorejo, Prigen, Kalirejo dan Kepulungan Gempol. Untuk menjinakan amukan si jago merah ini, pihaknya meminta bantuan PMK dari Pemkot Pasuruan dan PMK PT. Sampoerna. Beruntung seluruh tempat yang terbakar bisa diatasi oleh petugas yang ada. Sementara itu dari empat kebakaran tersebut, tidak memakan korban jiwa dan hanya kerugian material jutaan rupiah. Pun demikian juga kebakaran yang ada di Sukorejo(rumah) dan pasar Kepulungan-Gempol,” ungkapnya.

Hingga saat ini penyebab kebakaran belum bisa diketahui, petugas masih melakukan pembasahan dilokasi kebakaran. Petugas dari unsur Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan,”pungkas Ruspandi. (arp/hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jenguk Anak Opname, Buronan Dicokok Buser Polres Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Jenguk Anak Opname, Buronan Dicokok Buser Polres Pasuruan

Memontum Pasuruan – Pemburuan terhadap para pelaku pencurian mobil mitsubishi L-300 milik CV Angkasa Kecamatan Tutur yang dilakukan oleh trio spesialis pencuri mobil, akhirnya berhasil diberangus tim buru sergap Sakera Satreskrim Polres Pasuruan.

“Pelaku Sunaryo (29) warga Dusun Prodo, Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan adalah pelaku terakhir dari komplotan spesialis pencurian mobil,” tegas Kanit Jatanras Polres Pasuruan.

Dijelaskan, komplotan ini berjumlah tiga orang. Dua pelaku telah kami tangkap yakni Khodir (proses persidangan)dan Sul (telah divonis). Para pelaku pada 16 Agustus 2016 lalu melakukan pencurian satu mobil pick-up mitsubhisi L-300 nopol N 8723 TD yang berada di garasi penampungan susu milik CV Angkasa. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas mendapati nama satu pelaku .Petugas awalnya menangkap Sul dipersembunyianya, dari hasil lidik atas tersangka Sul, petugas mendapati identitas kedua pelaku.

Mendengar kedua rekannya tertangkap, Sunaryo melarikan diri ke luar pulau. Selang tiga tahun berlalu, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku ini terlihat di sekitaran puskesmas Nongkojajar, Kecamatan Tutur.

Mendapati info tersebut, kami langsung menuju ke puskesmas yang dimaksud. Pelaku langsung kami tangkap, saat sedang menjenguk anaknya yang sakit. Pelaku mengakui dan langsung kami gelandang ke Mapolres Pasuruan,untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Iptu Maryana Kanit Jatanras Polres Pasuruan. (hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gembong Curanmor 14 TKP Diberangus Tim Sakera Polres Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Iwan spesialis curanmor 14 TKP

Memontum Pasuruan – Berakhir sudah sepak terjang Iwan (20) pemuda asal Dusun Krajan, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Pasalnya saat ini ia harus merasakan penatnya dan dinginnya hidup terkurung dalam sel tahanan di Mapolres Pasuruan.

“Pelaku ini merupakan spesialis curanmor di 14 TKP, yang berhasil kami ringkus. Modus operandi yang dilakukan pelaku ini yakni berkeliling mencari mangsa menggunakan sepedamotor Honda CBR warna oranye tanpa plat nomer bersama rekannya yakni Imron (DPO). Dari hasil lidik sementara ini, pelaku bersama rekannya tersebut telah melakukan pencurian dan perampasan sepedamotor di 14 TKP yaitu di wilayah Kecamatan Sukorejo, Pandaan, Purwodadi, Purwosari dan Gempol,” terang Iptu Maryana Kanit Jatanras Polres Pasuruan.

Ditambahkan, dari penangkapan ini, pihaknya mengamankan 1 unit sepeda motor Honda CBR tanpa plat nomer yang digunakan untuk menjalankan aksinya. Saat ini tim penyidik masih mengembangkan perkaranya dan mencari keberadaan penadah motor curiannya.

“Kami menjerat pelaku dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara, ” tukas Wak Inggih sapaan Kanit Jatanras Polres Pasuruan ini. (hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler