Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

BNN Nilai Surabaya Darurat Narkoba

  • Senin, 4 Maret 2019 | 20:41
  • / 26 Jumadil Akhir 1440
  • Dibaca : 70 kali
BNN Nilai Surabaya Darurat Narkoba
BNN Nilai Surabaya Darurat Narkoba

Terjunkan Tim untuk Tangani Kawasan Jalan Kunti

 

Memontum Surabaya – Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai Surabaya darurat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Kawasan Jalan Kunti, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir menjadi sorotan lantaran dinilai menjadi pasar barang haram tersebut. Bahkan banyak diantara warga Sidotopo yang berurusan dengan hukum karena kasus narkoba.

Selama tahun 2019 ini, BNN akan menerjunkan tim ke Jalan Kunti dan sekitarnya. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya digandeng. Kesemuanya masuk dalam satu tim untuk terjun, mengawasi serta menangani masalah narkoba di Jalan Kunti.

Kedatangan petugas lembaga anti madat itu bukan untuk menangkap atau merehabilitasi mereka yang terlibat dalam pasar gelap narkoba. Namun memberikan pelatihan kewirausahaan, bahan, permodalan hingga pemasaran. Pemerintah Kota (Pemkot), sejumlah perusahaan perbankan nasional, berikut pihak lain bakal digandeng.

Ini disampaikan Direktur Pemberdayaan Alternatif, Deputi Pemberdayaan Masyarakat, BNN Brigjen Pol. Drs. Andjar Dewanto disela Forum Group Disscussion (FGD) Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba, di Kantor BNNP Jatim Jalan Sukomanunggal, Senin (4/3/2019).

Hadir dalam FGD tersebut, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambada, Kepala BNNK Surabaya AKBP Drs. Suparti, Camat Semampir Siti Hindun, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya Afghani Wardhana, Lurat Sidotopo Agus Prayitno yang disertai Bhayangkara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serta Bintara Pembina Desa (Babinsa), pihak Polres Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Tanjung Perak, dan lainnya.

“Tahun 2019 ini program pemberdayaan diterapkan di lima daerah di Indonesia. Jawa Timur, yaitu di Surabaya. Selain itu, di Lampung, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Kalimantan Barat,” rinci Andjar yang mantan Kepala BNNP Sulawesi Tengah ini.

 

1 Komentar

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional